... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Angkat Prabowo Jadi Menhan, KontraS Nilai Presiden Tak Serius Lindungi HAM

Foto: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam keras keputusan Joko Widodo melibatkan terduga pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kabinet Indonesia Maju.

Dalam pernyataan bersamanya, KontraS menilai keputusan Jokowi dalam penyusunan komposisi kabinet tanpa didasari aspek fundamental dalam bernegara. Yaitu penghormatan, perlindungan dan pemajuan Hak Asasi Manusia.

“Tercatat dalam Kabinet yang dilantik pada Rabu, 23 Oktober 2019, Joko Widodo menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Prabowo merupakan salah seorang yang memiliki rekam jejak kelam dalam hak asasi manusia,” ujar Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Dimas Bagus Arya, di kantor KontraS, Jalan Kramat II, Senen, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Dimas menjelaskan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo terjadi ketika Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus tahun 1998. Prabowo diduga turut menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam kasus penghilangan paksa 23 aktivis pro demokrasi.

“Pasalnya, Prabowo memberikan perintah pada satuan khusus Kopassus yakni Tim Mawar untuk melakukan praktik penghilangan orang secara paksa, yang hingga kini 13 orang korban masih belum diketahui nasibnya,” tuturnya.

Selain Prabowo, KontraS juga mengkritisi keberadaan para purnawirawan TNI yang memiliki catatan pelanggaran HAM dalam kabinet serta dalam lingkaran kekuasaan.

“Ini menunjukan ketidakseriusan Presiden dalam rangka pengakuan, penghormatan, dan perlindungan HAM ke depannya,” ujar Dimas.

BACA JUGA  Usai Baca RUU HIP, SBY: Lebih Baik Saya Simpan Agar Politik Tak Semakin Panas

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Diplomat Senior: China Tidak Berniat Menggantikan Hegemoni AS

China tidak pernah ingin menantang atau "menggantikan" Amerika Serikat, dan tidak tertarik adu kekuatan.

Kamis, 24/10/2019 17:14 0

Rusia

Perluas Pengaruh Rusia, Putin Incar Afrika

Putin menekankan bahwa Rusia dan negara-negara Afrika harus memperluas kerja sama mereka dalam memerangi ekstremisme.

Kamis, 24/10/2019 16:50 0

Irak

Laporan: Iran Berada di Balik Kematian 100 Lebih Demonstran Irak

Korban tewas dan terluka dalam unjukrasa bulan ini di Irak sangat tinggi. Dinas keamanan menggunakan "kekuatan berlebihan" dan amunisi hidup untuk menghadapi pengunjuk rasa.

Kamis, 24/10/2019 14:37 0

Download

Alkitab Berubah, Benarkah? (Bagian 2)

Alkitab berubah, benarkah?

Kamis, 24/10/2019 11:04 0

Suriah

Oposisi Suriah “Diam” Sikapi Perjanjian Rusia-Turki di Bekas Wilayah Kurdi

Di bawah kesunyian oposisi, Rusia mulai berpatroli di kota Ain Al-Arab pada Rabu kemarin, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kamis, 24/10/2019 08:33 0

Amerika

AS Batalkan Sanksi terhadap Turki

“Saya telah meminta Menteri Keuangan untuk mencabut sanksi AS terhadap Turki," kata Trump

Kamis, 24/10/2019 08:01 0

Afrika

Penyelesaian Utang Luar Negeri Sudan Terhambat Status Negara Sponsor Terorisme

Sudan menghadapi serangkaian kesulitan politik dan ekonomi, terutama utang luar negeri sejak seabad terakhir.

Rabu, 23/10/2019 16:30 0

Wilayah Lain

Semprot Masjid dengan Water Cannon, Polisi Hong Kong Minta Maaf

Pemerintah Hong Kong meminta maaf kepada para pemimpin Muslim setelah polisi anti huru hara menyemprotkan sebuah masjid dan orang-orang di sekitarnya dengan water cannon untuk menghalau para pengunjuk rasa.

Rabu, 23/10/2019 15:41 0

China

China Undang Taliban Hadiri Dialog Intra-Afghanistan

China memfasilitasi pembicaraan di antara faksi-faksi saingan Afghanistan sebagai upaya mengakhiri perang bertahun-tahun setelah negosiasi antara Taliban dan Amerika Serikat gagal.

Rabu, 23/10/2019 15:23 0

Rusia

Turki-Rusia Tekan Kesepakatan Kelola Wilayah Suriah Utara

Selain itu, diberlakukan gencatan senjata selama 150 jam. Gencatan ini melanjutkan gencatan sebelumnya yang dicapai sebelumya dalam kesepakatan antara Turki dan AS.

Rabu, 23/10/2019 08:59 0

Close