... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menag Tangani Radikalisme, Din Syamsuddin: Jangan Salah Fungsi

Foto: Wantim MUI, Din Syamsuddin (jundi/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin secara tegas tidak terima jika Kementrian Agama ditugasi memberantas Radikalisme. Menurutnya, dengan adanya tugas itu, maka seolah-olah umat beragama adalah radikal.

“Tadi diberitakan, Wantim MUI mengkritisi kalau Menag baru diberi tugas untuk membrantas radikalisme. Sebut aja itu Kementrian anti radikalisme,” ujar Din Syamsuddin usai memimpin rapat pleno ke-44 di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

“Kalau diberikan tugas kepada Kemenag, kan seolah-olah umat beragama kan yang radikal,” lanjutnya.

Menurut Din, tugas Kemenag adalah untuk membangun moralitas bangsa, mengembangkan keberagamaan ke arah yang positif, menjaga kerukunan, dan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Tugas-tugas itu, menurut Din sudah ada sejak kelahiran Kementrian Agama. Jadi, ia meminta segenap pihak untuk tidak membelokkan tugasnya menjadi anti radikalisme.

“Boleh (anti radikalisme, red), tapi radikalisme tidak hanya radikalisme keagamaan. Kenapa tidak mempersoalkan radikalisme ekonomi yang melakukan kekerasan pemodal, yang menimbulkan kesenjangan, itu namanya radikalisme ekonomi,” ujarnya.

Selain Radikalisme ekonomi yang patut diwaspadai dan ditolak, Din juga menyerukan anti radikalisme politik, yang merasa menang dan berkuasa. Sehingga bisa melakukan apa saja dalam bentuk otoritarianisme.

Menurut Din, ada banyak pihak yang ingin mengembangkan isme lain seperti kapitalisme dan liberalisme. yang kesemuanya adalah anti pancasila.

“Sistem politik kita bertentangan dengan pancasila, sila keempat. Sistem ekonomi kita bertentangan dengan pancasila, sila kelima. Kenapa tidak dituduh sebagai musuh nyata pancasila, apalagi ada separatisme,” tutupnya.

BACA JUGA  Pengamat: Terorisme Atas Nama Agama Tak Hanya di Islam

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Fachrul menegaskan komitmennya untuk memberantas radikalisme.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Penyelesaian Utang Luar Negeri Sudan Terhambat Status Negara Sponsor Terorisme

Sudan menghadapi serangkaian kesulitan politik dan ekonomi, terutama utang luar negeri sejak seabad terakhir.

Rabu, 23/10/2019 16:30 0

Wilayah Lain

Semprot Masjid dengan Water Cannon, Polisi Hong Kong Minta Maaf

Pemerintah Hong Kong meminta maaf kepada para pemimpin Muslim setelah polisi anti huru hara menyemprotkan sebuah masjid dan orang-orang di sekitarnya dengan water cannon untuk menghalau para pengunjuk rasa.

Rabu, 23/10/2019 15:41 0

China

China Undang Taliban Hadiri Dialog Intra-Afghanistan

China memfasilitasi pembicaraan di antara faksi-faksi saingan Afghanistan sebagai upaya mengakhiri perang bertahun-tahun setelah negosiasi antara Taliban dan Amerika Serikat gagal.

Rabu, 23/10/2019 15:23 0

Rusia

Turki-Rusia Tekan Kesepakatan Kelola Wilayah Suriah Utara

Selain itu, diberlakukan gencatan senjata selama 150 jam. Gencatan ini melanjutkan gencatan sebelumnya yang dicapai sebelumya dalam kesepakatan antara Turki dan AS.

Rabu, 23/10/2019 08:59 0

Afghanistan

Respon Menhan AS, Taliban: Kami Akan Terus Perangi Penjajah

Bumi Afghanistan adalah milik rakyat Afghanistan. Mereka berhak mendirikan pemerintahan Islam di tanah mereka sendiri.

Rabu, 23/10/2019 08:02 0

News

Aksi Protes Merebak di Penjuru Dunia, Apa Saja Motifnya?

Setelah berminggu-minggu protes di berbagai lokasi di seluruh dunia, kerusuhan baru pecah di Bolivia dan Sudan pada hari Senin (21/10/2019). Protes berlanjut di Libanon, Chili dan Hong Kong.

Selasa, 22/10/2019 14:44 1

Artikel

Umat Yang Terinjak Tarian Politik Oligarki

Sudah saatnya hal ini menjadi perhatian kita, termasuk umat Islam untuk bersikap cermat dan hati-hati agar tak lagi terinjak dalam oligarki yang sedang menari-nari dalam panggung politik. Hari ini berseteru, besok kemudian berpelukan mesra, sementara umat terinjak-injak dalam terjepit dalam genggaman mereka.

Selasa, 22/10/2019 14:28 0

Artikel

Menyingkap Peran Bollywood dalam Menutupi Kejahatan Israel

"Membujuk Bollywood untuk menghapus pelanggaran HAM Palestina adalah bagian dari strategi Israel," kata Apoorva PG, koordinator Asia Selatan untuk kampanye BDS.

Selasa, 22/10/2019 13:02 0

Irak

Konvoi Penarikan Pasukan AS dari Suriah Tiba di Irak

Iring-iringan tentara AS itu meninggalkan Suriah melalui penyeberagan perbatasan jembatan Fishkhabour yang berbatasan dengan segitiga Irak-Suriah-Turki

Selasa, 22/10/2019 07:14 0

Opini

Bahaya Disertasi “Zina” Abdul Aziz

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA* KIBLAT.NET – Disertasi Abdul Azis mahasiswa program doktoral...

Senin, 21/10/2019 18:44 0

Close