... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahira Idris: Presiden Jokowi Tanggung Beban Ganda di Periode Kedua

Foto: Fahira Idris

KIBLAT.NET, Jakarta – Salah satu evaluasi penting dari kinerja periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah kurang fokus pada pada janji dan agenda pembangunan. Apa yang menjadi ‘jualan’ kampanye misalnya revolusi mental, pertumbuhan ekonomi 7 persen, penuntasan kasus HAM masa lalu, hingga akhir jabatan belum menunjukkan hasil signifikan.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan bahwa lima tahun ke depan, Presiden Jokowi tidak hanya dituntut menunaikan janji-janji yang dibuat pada saat Kampanye Pilpres 2019, tetapi juga menuntaskan janji dan agenda pembangunan yang belum terselesaikan di periode pertamanya.

Menurutnya, beban ganda ini hanya bisa diurai jika Jokowi mampu setia pada janji kampanye dan tetap fokus kepada agenda pembangunan yang sudah digariskannya.

“Revolusi mental tidak ada kabar, ekonomi meroket ternyata cuma angan. Belum lagi kalau kita bicara penuntasan kasus HAM, penguatan KPK dan pemberantasan korupsi yang kian tak tentu arah. Fokus pembangunan juga senada. Mimpi menjadikan Indonesia poros maritim di dunia, malah yang banyak diresmikan jalan tol,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Rabu (23/09/2019).

“Janji mewujudkan kedaulatan pangan, malah kran impor pangan dibuka begitu lebar. Periode kedua ini Pak Jokowi menanggung beban ganda,” sambungnya.

Bukan hanya kurang fokus terhadap agenda pembangunan yang sudah ditetapkan, kata dia, Presiden Jokowi juga terkadang menjalankan program pembangunan yang tidak ada dalam rencana pembangunan nasional.

BACA JUGA  Berjibaku Menuju "Kampung Vietnam", Pemukiman Terisolir di Jakarta

Bahkan program yang tidak ada ini malah dijadikan program prioritas. Salah satu contohnya adalah keinginan keras Jokowi untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur.

“Tidak ada di janji kampanye, tidak ada di RPJMN, tiba-tiba jadi program prioritas. Jalankan pemerintahan tidak bisa spontanitas seperti itu. Inikan soal mengelola negara dan ratusan juta rakyat,” paparnya.

Jika periode kedua masih kurang fokus di lima tahun ke depan, lanjut Fahira, Indonesia tidak akan mengalami lompatan kemajuan. “Sekarang tergantung Pak Jokowi, selama memimpin negeri ini mau dikenang sebagai apa,” pungkas Senator Jakarta ini.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Penyelesaian Utang Luar Negeri Sudan Terhambat Status Negara Sponsor Terorisme

Sudan menghadapi serangkaian kesulitan politik dan ekonomi, terutama utang luar negeri sejak seabad terakhir.

Rabu, 23/10/2019 16:30 0

Wilayah Lain

Semprot Masjid dengan Water Cannon, Polisi Hong Kong Minta Maaf

Pemerintah Hong Kong meminta maaf kepada para pemimpin Muslim setelah polisi anti huru hara menyemprotkan sebuah masjid dan orang-orang di sekitarnya dengan water cannon untuk menghalau para pengunjuk rasa.

Rabu, 23/10/2019 15:41 0

China

China Undang Taliban Hadiri Dialog Intra-Afghanistan

China memfasilitasi pembicaraan di antara faksi-faksi saingan Afghanistan sebagai upaya mengakhiri perang bertahun-tahun setelah negosiasi antara Taliban dan Amerika Serikat gagal.

Rabu, 23/10/2019 15:23 0

Rusia

Turki-Rusia Tekan Kesepakatan Kelola Wilayah Suriah Utara

Selain itu, diberlakukan gencatan senjata selama 150 jam. Gencatan ini melanjutkan gencatan sebelumnya yang dicapai sebelumya dalam kesepakatan antara Turki dan AS.

Rabu, 23/10/2019 08:59 0

Afghanistan

Respon Menhan AS, Taliban: Kami Akan Terus Perangi Penjajah

Bumi Afghanistan adalah milik rakyat Afghanistan. Mereka berhak mendirikan pemerintahan Islam di tanah mereka sendiri.

Rabu, 23/10/2019 08:02 0

News

Aksi Protes Merebak di Penjuru Dunia, Apa Saja Motifnya?

Setelah berminggu-minggu protes di berbagai lokasi di seluruh dunia, kerusuhan baru pecah di Bolivia dan Sudan pada hari Senin (21/10/2019). Protes berlanjut di Libanon, Chili dan Hong Kong.

Selasa, 22/10/2019 14:44 1

Artikel

Umat Yang Terinjak Tarian Politik Oligarki

Sudah saatnya hal ini menjadi perhatian kita, termasuk umat Islam untuk bersikap cermat dan hati-hati agar tak lagi terinjak dalam oligarki yang sedang menari-nari dalam panggung politik. Hari ini berseteru, besok kemudian berpelukan mesra, sementara umat terinjak-injak dalam terjepit dalam genggaman mereka.

Selasa, 22/10/2019 14:28 0

Artikel

Menyingkap Peran Bollywood dalam Menutupi Kejahatan Israel

"Membujuk Bollywood untuk menghapus pelanggaran HAM Palestina adalah bagian dari strategi Israel," kata Apoorva PG, koordinator Asia Selatan untuk kampanye BDS.

Selasa, 22/10/2019 13:02 0

Irak

Konvoi Penarikan Pasukan AS dari Suriah Tiba di Irak

Iring-iringan tentara AS itu meninggalkan Suriah melalui penyeberagan perbatasan jembatan Fishkhabour yang berbatasan dengan segitiga Irak-Suriah-Turki

Selasa, 22/10/2019 07:14 0

Manhaj

Apakah Islam Tersebar Melalui Pedang?

Apakah Islam tersebar ke seantero alam dengan kekuatan pedang? Pertanyaan seperti di atas seringkali diulang-ulang dan ditanyakan kepada kelompok dan tokoh-tokoh Islam.

Senin, 21/10/2019 19:55 0

Close