... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi India Tangkap Puluhan Anak Kashmir

KIBLAT.NET, Jammu – Affan Manzoor, pelajar warga Khasmir, harus tinggal di penjara di kota Jammu, wilayah Kashmir yang dikontrol India. Polisi menahannya atas undang-undang keselamatan publik yang ketat. Manzoor dituduh memprotes keputusan pemerintah New Delhi untuk mencabut status otonomi khusus wilayah yang dihuni minoritas muslim itu.

Affan sangat beruntung, karena hanya menghuni penjara selama dua pekan. Ia bebas setelah pengadilan memerintahkan pembebasannya. Pembebasan itu menyusul keluarnya surat keterangan dari sekolah tempat ia mengajar bahwa dia masih anak-anak.

Affan adalah salah satu dari puluhan anak yang ditangkap oleh pihak berwenang India pada tengah malam dan dijebloskan ke penjara.

Komite Keadilan Remaja dari Mahkamah Agung Jammu-Kashmir mengkonfirmasi, saat ini sebanyak 144 anak remaja di bawah umur ditahan di penjara-penjara polisi India.

Dalam sebuah laporan ke Mahkamah Agung India, yang dinukil Anadolu Agency (AA) pada Kamis (17/10/2019), komite itu mengatakan 108 dari mereka dibebaskan pada hari yang sama, dan 36 lainnya dikirim ke rumah pembinaan remaja milik pemerintah di Harwan di pinggiran Srinagar.

Komite itu menambahkan, dari 36 remaja, 21 dibebaskan dengan jaminan dan 15 dalam proses penyelidikan.

Sebagian besar anak-anak, termasuk seorang bocah lelaki berusia sembilan tahun, menghadapi dakwaan kerusuhan, mengganggu ketertiban umum dan melemparkan batu ke arah petugas keamanan.

Mental Anak-anak Runtuh

BACA JUGA  Swami Nithyananda Deklarasikan Negara Hindu Terbesar Bernama Kailaasa

Para orang tua yang anaknya dibebaskan mengkonfirmasi bahwa psikologis anak-anak mereka runtuh setelah menghabiskan waktu berhari-hari antara pusat penahanan polisi, sel-sel penjara dan sidang pengadilan.

Ayah Affan mengatakan bahwa anaknya menghabiskan dua pekan di sel penjara benar-benar mengubah Affan. Dia menderita depresi dan ketakutan yang hebat, seluruh tubuhnya sakit, dan ada bekas luka yang terlihat di punggungnya.

Ayah Affan pun khawatir cara pihak berwenang menangani anak-anak dapat mendorong mereka untuk mengambil langkah ekstrem. Perlakuan seperti itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Omar (15) dari Srinagar, menghabiskan 11 hari dalam tahanan polisi. Kepada AA, ia mengatakan bahwa polisi memukili dan melecehkannya selama di sel.

Gulshan Mushtaq, seorang siswa dari kota Skidavar di Srinagar, membakar buku-bukunya setelah dia terluka dan ditahan oleh polisi.

Pejabat polisi, Madasir Ahmed, mengatakan bahwa pihaknya harus menangkap anak-anak ini untuk menjaga hukum dan ketertiban dan mencegah mereka terlibat dalam kekerasan, yang memiliki dampak yang lebih serius. Ia tidak mengakui adanya penyiksaan terhadap anak-anak tersebut.

Hubungan antara India dan Pakistan memanas setelah New Delhi menghapus status otonomi khusus wilayah Jammu dan Kashmir, yang berada di bawah kendalinya dari wilayah yang disengketakan dengan Islamabad.

Orang-orang di kawasan itu menuntut kemerdekaan dari India dan bergabung dengan Pakistan, sejak kemerdekaan kedua negara dari Inggris pada 1947 dan dibagikan oleh wilayah mayoritas Muslim.

BACA JUGA  India Sahkan RUU Kewarganegaraan yang Mendiskriminasi Muslim

Sumber: AA
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Meski Dilarang, Ratusan Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Mahasiswa kembali turun ke jalan, meskipun dilarang oleh kepolisian,

Jum'at, 18/10/2019 04:57 0

Indonesia

Sebelum Aksi Tuntut Perppu KPK, Rumah Ketua BEM UPNVJ Didatangi Polisi

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UPN Veteran Jakarta, Belly Stanio mengaku rumahnya sempat didatangi oleh anggota kepolisian terkait aksi yang digelar mahasiswa pada Kamis (18/10/2019).

Jum'at, 18/10/2019 04:15 0

Indonesia

Mardani: Janji Kampanye Jokowi Harus Dituntaskan 

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera minta penerapan janji Revolusi Mental dan pekerjaan besar yang tidak tercapai di periode sebelumnya

Kamis, 17/10/2019 22:57 0

Indonesia

Ribuan Polisi “Kepung” Ratusan Mahasiswa Peserta Aksi Tuntut Perppu KPK

Sedikitnya 1600 anggota polisi mengamankan peserta aksi mahasiswa yang menuntut penerbitan Perppu KPK di depan Patung Kuda, jalan Merdeka Barat.

Kamis, 17/10/2019 22:23 0

Indonesia

Pakar: Crosshijaber Bisa Berubah Orientasi Seksualnya

Beberapa crosshijaber, pria yang mengenakan pakaian muslimah mengaku masih memiliki orientasi seksual seperti para pria pada umumnya, memiliki hasrat terhadap perempuan.

Kamis, 17/10/2019 22:07 0

Indonesia

Tuntut Presiden Terbitkan Perppu KPK, Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan

Sekelompok mahasiswa melakukan demonstrasi di samping Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat.

Kamis, 17/10/2019 22:00 0

Indonesia

Tak Lagi Wewenang MUI, Begini Cara Baru Pengurusan Sertifikat Halal

Pemberian sertifikat halal kini tak sepenuhnya menjadi wewenang MUI.

Kamis, 17/10/2019 21:37 0

Indonesia

Berikut Tips Untuk Wanita Hadapi Crosshijaber

Beberapa waktu terakhir jagat sosial media tengah dihebohkan dengan fenomena pria mengenakan pakaian muslimah seperti jilbab, gamis, dan juga cadar.

Kamis, 17/10/2019 21:31 0

Indonesia

Obati Ninoy Karundeng, Dokter Insani Malah Jadi Tersangka

Dokter Insani menjadi tim medis saat kasus penganiayaan yang menimpa Ninoy Karundeng di Masjid Al-Falah.

Kamis, 17/10/2019 14:39 0

Indonesia

Pakar: Perilaku Crosshijaber Termasuk Pelecehan Seksual

Perilaku crosshijaber akhir-akhir ini meresahkan kaum wanita di ruang publik.

Kamis, 17/10/2019 13:42 0

Close