... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tim Advokasi untuk Demokrasi: Polisi Lakukan Pelanggaran HAM Dalam Pengamanan Unjuk Rasa

Foto: Wartawan diintimidasi polisi.

KIBLAT.NET, Jakarta – Tim Advokasi untuk Demokrasi mengutuk serangkaian tindakan Kepolisian Republik Indonesia yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia dalam menangani aksi unjuk rasa mahasiswa, pelajar, dan masyarakat beberapa waktu lalu.

Setidaknya, pelanggaran hukum dan hak asasi manusia dilakukan Kepolisian dalam tiga tahapan: sebelum aksi, selama aksi, dan pasca aksi unjuk rasa yang diikuti oleh ribuan warga negara dari berbagai elemen tersebut.

Beberapa waktu lalu, terjadi demonstrasi yang menolak berbagai rancangan undang-undang (RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Minerba), Undang-Undang (UU KPK), Undang Undang Sumber Daya Air maupun kebijakan pemerintah lainnya sejak 24 September hingga 30 September 2019.

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi yang juga Koordinator KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) Yati Andriyani dalam rilisnya beberapa waktu lalu. Ia menyebut, pelanggaran HAM dilakukan polisi sebelum unjuk rasa dilakukan, terbukti dari upaya polisi menghalangi mahasiswa yang datang ke Jakarta dengan menggunakan bus.

“Bahkan pada aksi tanggal 25 dan 30 September, polisi melakukan sweeping dan penangkapan tak berdasar hukum terhadap para pelajar sekolah yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa di berbagai tempat: stasiun kereta, jalan raya, dalam kereta, terminal bis, dan lainnya. Para pelajar yang ditangkap kemudian dibawa ke kantor polisi terdekat, dibuat setengah telanjang, dan dijemur di tengah teriknya matahari,” ujar Yati.

BACA JUGA  Muhammadiyah: Warga Bisa Menuntut Jika Dilarang Bercadar di Instansi Pemerintah

Sedangkan pelanggaran yang dilakukan polisi saat unjuk rasa dilakukan, ujar Yati, adalah Polisi menggunakan kekuatan yang berlebihan seperti tiba-tiba melontarkan gas air mata ke kerumunan massa tanpa alasan sah. Bahkan gas air mata dilontarkan ke kampus Atma Jaya yang menjadi tempat evakuasi korban yang mendapatkan perawatan medis.

“Polisi menghalangi massa pengunjuk rasa untuk mendekat ke Gedung DPR/MPR, padahal di situlah aspirasi hendak disampaikan,” ujarnya.

Setelah membubarkan paksa tanpa alasan yang jelas, Yati melanjutkan, Kepolisian juga melakukan perburuan terhadap setiap orang yang mereka anggap pengunjuk rasa. Setiap orang yang dianggap pengunjuk rasa dikejar-kejar, bahkan sampai ke restoran cepat saji.

Ketika ditangkap, orang-orang ini juga dianiaya tanpa alasan yang jelas sampai-sampai berada dalam keadaan yang mengenaskan.

“Tidak cukup sampai di situ, semua orang yang ditangkap dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa dengan tidak boleh didampingi kuasa hukum dan tidak boleh ditemui oleh orang tua atau keluarga mereka. Berdasarkan data yang dirilis Kepolisian, terjadi penangkapan terhadap 1.489 orang. Mereka semua ditangkap hanya karena berunjuk rasa secara damai,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

KBRI Pulangkan 13 TKI dari Suriah, 10 Diantaranya Terindikasi Korban Perdagangan Manusia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus kembali merepatriasi TKI ke Indonesia, kali ini sebanyak 13 orang TKI dipulangkan via Bandara Internasional Beirut, Lebanon.

Selasa, 15/10/2019 14:12 0

Malaysia

Malaysia Akan Berlakukan Larangan Total untuk Vape

Malaysia sedang mempertimbangkan larangan lengkap dengan regulasi baru.

Selasa, 15/10/2019 13:01 0

Asia

Badai Memicu Banjir di Jepang, 67 Orang Dilaporkan Tewas

Topan Hagibis menerjang negara itu pada Sabtu malam, menghembuskan angin kencang dan hujan lebat di 36 dari 47 prefektur negara itu. Hujan memicu tanah longsor dan bencana banjir.

Selasa, 15/10/2019 12:10 0

Arab Saudi

Kunjungi Saudi, Putin Perluas Pengaruh di Timur Tengah

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Arab Saudi pada Senin (14/10/2019) untuk pertama kalinya selama lebih dari satu dekade.

Senin, 14/10/2019 16:00 0

Suriah

Hadapi Turki, Kurdi Suriah Jalin Kesepakatan dengan Rezim Assad

Pemerintah Kurdi di Suriah utara menjalin kesepakatan dengan pemerintah Damaskus mengenai pengerahan pasukan di dekat perbatasan dengan Turki untuk menghadapi serangan Ankara.

Senin, 14/10/2019 13:51 0

Turki

Erdogan: Kami Sudah Bebaskan 109 Km² Wilayah Timur Laut Suriah

Erdogan juga mengklaim, pasukannya berhasil melumpuhkan sebanyak 490 “teroris”, dengan rincian 440 tewas dan 26 luka-luka, dan 24 ditawan.

Senin, 14/10/2019 08:29 0

Suriah

PBB: 130 Ribu Warga di Suriah Ngungsi Akibat Pertempuran Militer Turki VS YPG

para pengungsi baru yang tiba di pusat-pusat penampungan sementara kekurangan air, termasuk 82.000 di dua kamp IDP di daerah tersebut.

Senin, 14/10/2019 06:42 0

News

UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Dai Nasional Ustadz Abdul Somad menerangkan bahwa kalimat Laa Ilaaha Illallah atau...

Ahad, 13/10/2019 15:07 0

Video News

Acara Muslim United Pindah ke Masjid Jogokariyan

Acara Muslim United yang digelar di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dipindahkan secara mendadak di hari kedua.

Sabtu, 12/10/2019 16:10 0

Amerika

Rusia dan China Gagalkan Upaya AS Hentikan Operasi Militer Turki di Suriah

"Para anggota Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan mereka yang mendalam tentang operasi militer Turki dan implikasinya, termasuk dimensi kemanusiaan dan keamanan," demikian bunyi draf AS yang akhirnya ditangguhkan itu.

Sabtu, 12/10/2019 09:12 0

Close