... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hadapi Turki, Kurdi Suriah Jalin Kesepakatan dengan Rezim Assad

Foto: Pasukan Demokratik Kurdi (SDF) dalam kampanye militer menargetkan ISIS di Suriah timur/ilustrasi

KIBLAT.NET, Damaskus – Pemerintah Kurdi di Suriah utara menjalin kesepakatan dengan pemerintah Damaskus mengenai pengerahan pasukan di dekat perbatasan dengan Turki untuk menghadapi serangan Ankara.

“Untuk mencegah dan menghadapi agresi ini, sebuah kesepakatan telah dicapai dengan pemerintah Suriah … sehingga tentara Suriah dapat mengerahkan sepanjang perbatasan Suriah-Turki untuk membantu Pasukan Demokratik Suriah (SDF),” kata pemerintah Kurdi dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, menurut AFP.

Menurut Rami Abdel Rahman, kepala pemantau perang Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemerintah Kurdi dan SDF “membuat kompromi ke Suriah untuk menghentikan kemajuan pasukan Turki di utara”.

Pada hari Ahad sebelum pengumuman, kantor berita negara SANA mengatakan bahwa tentara Suriah mengirim pasukan untuk “menghadapi agresi Turki” di utara negara di mana Ankara memerangi pasukan yang dipimpin Kurdi.

“Unit tentara Suriah bergerak ke utara untuk menghadapi agresi Turki di wilayah Suriah,” kata SANA, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Laporan itu muncul ketika seorang pejabat Kurdi mengatakan “negosiasi” sedang berlangsung antara Kurdi dan pemerintah Damaskus.

“Semua opsi sedang diperiksa dalam menghadapi serangan Turki,” kata pejabat Kurdi itu. “Pemerintah harus memikul tanggung jawabnya untuk menghadapi agresi.”

Seorang politisi Kurdi Suriah mengatakan, pasukan Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah mengadakan perundingan di pangkalan udara Rusia di Suriah. Mereka bersepakat untuk menghentikan serangan Turki.

BACA JUGA  Rudal Militer Suriah Hantam Kamp Pengungsi, 15 tewas

Ahmed Suleiman, seorang anggota senior Partai Progresif Demokratik Kurdi di Suriah, mengatakan pembicaraan itu diadakan di pangkalan udara Hmeimim Rusia di Latakia.

Dia tidak mengatakan apakah dia atau partainya – yang tidak berafiliasi dengan SDF – memiliki peran dalam negosiasi.

Partainya, salah satu kelompok Kurdi tertua di Suriah, tidak terlibat dalam pemerintahan otonom yang didirikan oleh SDF dan kelompok-kelompok Kurdi lainnya seperti partai PYD di Suriah utara.

Sebelumnya pada hari Ahad, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan Amerika Serikat siap untuk mengevakuasi sekitar 1.000 tentara AS dari Suriah utara setelah mengetahui bahwa Turki berencana untuk memperluas serangannya lebih jauh ke selatan dan barat daripada yang direncanakan sebelumnya.

Pertimbangan lain dalam keputusan itu, kata Esper, adalah bahwa SDF ingin membuat kesepakatan dengan Rusia untuk melawan serangan Turki.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PKS Dukung Aturan Pemabuk Dilarang Menjadi Pemimpin

Dalam Islam, minuman keras dipandang sebagai induk dari keburukan

Senin, 14/10/2019 13:38 0

Indonesia

Di Jogokariyan, Cucu Rasulullah Ini Minta Pengajian Dipermudah dan Masjid Dimakmurkan

Setiap muslim harus memberikan kontribusi untuk umat Islam.

Senin, 14/10/2019 13:24 0

Indonesia

Din Syamsuddin Kritisi Soal Simplifikasi Kasus Penusukan WIranto

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin kritisi soal simplifikasi kasus penusukan Menko Polhukam WIranto.

Senin, 14/10/2019 12:53 0

Indonesia

Ketua MPR Nilai Medsos Turut Menyuburkan Radikalisme

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai media sosial sedikit banyak berperan menyuburkan radikalisme.

Senin, 14/10/2019 12:28 0

Indonesia

Musisi Hijrah Minta Jam Pelajaran Agama Anak Sekolah Ditambah

Ia melanjutkan, sangat wajar kalau banyak orang yang Islam hanya KTP-nya saja. Karena pembelajaran terhadap agama sendiri sangat minim.

Senin, 14/10/2019 07:28 0

Indonesia

Uki Eks NOAH: Muslim Indonesia Mayoritas Tapi Rasa Minoritas

"Sehingga, walaupun kita di Indonesia mayoritas kan orang muslim, dalam beberapa hal kan kita minoritas. Contohnya market kita, trus kehidupan-kehidupan, hukum-hukum kita nggak dijalanin sepenuhnya," katanya

Senin, 14/10/2019 06:56 0

Indonesia

Dr. Daud Rasyid: Islam Bersatu Akan Jadi Super Power

KIBLAT. NET, Yogyakarta – Dr. Daud Rasyid menegaskan bahwa Islam akan kuat dengan persatuan. Sebaliknya,...

Ahad, 13/10/2019 15:02 0

Indonesia

Event Muslim United, Ustadz Abdul Somad Bahas Masalah Iman

Lantunan shalawat mengiringi kedatangan Dai asal Riau ini.

Ahad, 13/10/2019 12:04 0

Indonesia

Explore Kampanyekan Peduli Lingkungan di Muslim United

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Kampanye seputar cinta lingkungan juga ada di acara Muslim United. Hal ini...

Ahad, 13/10/2019 11:31 0

Indonesia

NGO Ini Tawarkan Ngopi Sepuasnya Di Muslim United

"Kita persilahkan ngopi sepuasnya disini, bebas mau tambah kopi berapa gelas pun. Free,"

Sabtu, 12/10/2019 16:32 0

Close