... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Din Syamsuddin Kritisi Soal Simplifikasi Kasus Penusukan WIranto

Foto: Din Syamsuddin bersama Wapres Jusuf Kalla dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin kritisi soal simplifikasi kasus penusukan Menko Polhukam WIranto. Din menilai cepatnya pengambilan kesimpulan bahwa pelaku penusukan terpapar ekstrimisme atau terkait dengan kelompok radikal tidak akan menuntaskan akar masalah.

Din mengungkapkan, sebagai masyarakat cinta damai, sudah sepatutnya mengecam berbagai bentuk tindak kekerasan oleh siapapun dan atas nama apapun, baik atas nama agama ataupun atas nama kepentingan politik; baik tindak kekerasan itu mengenai para pejabat negara maupun tokoh agama seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

“Sebaiknya kejadian demi kejadian seperti itu dapat diselesaikan secara tuntas dengan menyingkap pelakunya dan kemungkinan ada aktor intelektualis di baliknya. Apa yang selalu dilakukan pihak berwajib selama ini dengan secara cepat menyimpulkan pelakunya terpapar ekstrimisme atau terkait dengan kelompok radikal -jika terjadi atas pejabat, atau orang gila jika terjadi atas ulama atau tokoh agama tidak menyelesaikan dan tidak akan menuntaskan akar masalah,” ujar Din dalam rilisnya, Sabtu (12/10/2019).

Simplifikasi, lanjut Din, bahwa pelaku tindak kekerasan adalah orang yang terpapar ekstrimisme dan radikalisme apalagi menyebut kelompok ISIS, menurutnya tidak akan mengakhiri masalah serta merupakan generalisasi yang berbahaya.

“Sebagian warga masyarakat, khususnya umat Islam, banyak yang sudah merasa bosan dengan pendekatan seperti itu dan akhirnya hilang kepercayaan dan kemudian bersikap abai,” ujarnya.

BACA JUGA  Urus Majelis Taklim, MUI Sumbar Anggap Kemenag Berlebihan

Din juga mengkritisi pernyataan pihak yang menyatakan bahwa pihak keamanan sudah sejak tiga bulan lalu memantau pelaku penusukan. Menurutnya, hal ini justru membuat orang awam menganggap aparat telah lalai. Di sisi lain, rakyat kecil akan merasa lebih terancam keamanannya karena pejabat tinggi setingkat Menko saja tidak terjamin keamanannya.

“Suasana ini tidak positif karena menunjukkan bahwa negara sesungguhnya tidak aman, dan negara akan dianggap gagal mengemban amanat konstitusi yakni melindungi rakyat warga negara,” ujarnya.

Karenanya, ia meminta kasus Pandeglang 10 Oktober 2019 itu sebaiknya diselesaikan secara jernih dengan melakukan proses penegakan hukum secara transparan, imparsial, dan berkeadilan.

Jika tidak, lanjutnya, maka masing-masing pihak akan mengemukakan versi dan interpretasinya dengan “bukti-bukti” sebagai disinformasi “penyesatan informasi” terhadap pihak lain.

“Suasana demikian akan menimbulkan sikap saling tidak percaya satu sama lain,” tegasnya.

“Akhirnya, janganlah hendaknya kasus Pandeglang tersebut memalingkan perhatian bangsa terhadap persoalan-persoalan kebangsaan yang mendasar, yaitu menjaga persatuan hakiki, merawat kemajemukan sejati, dan membangun infrastruktur negeri jasmani serta rohani,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Erdogan: Kami Sudah Bebaskan 109 Km² Wilayah Timur Laut Suriah

Erdogan juga mengklaim, pasukannya berhasil melumpuhkan sebanyak 490 “teroris”, dengan rincian 440 tewas dan 26 luka-luka, dan 24 ditawan.

Senin, 14/10/2019 08:29 0

Suriah

PBB: 130 Ribu Warga di Suriah Ngungsi Akibat Pertempuran Militer Turki VS YPG

para pengungsi baru yang tiba di pusat-pusat penampungan sementara kekurangan air, termasuk 82.000 di dua kamp IDP di daerah tersebut.

Senin, 14/10/2019 06:42 0

News

UAS: Di Bawah Naungan Laa Ilaaha Illallah Semut Pun Terjaga

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Dai Nasional Ustadz Abdul Somad menerangkan bahwa kalimat Laa Ilaaha Illallah atau...

Ahad, 13/10/2019 15:07 0

Video News

Acara Muslim United Pindah ke Masjid Jogokariyan

Acara Muslim United yang digelar di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dipindahkan secara mendadak di hari kedua.

Sabtu, 12/10/2019 16:10 0

Amerika

Rusia dan China Gagalkan Upaya AS Hentikan Operasi Militer Turki di Suriah

"Para anggota Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan mereka yang mendalam tentang operasi militer Turki dan implikasinya, termasuk dimensi kemanusiaan dan keamanan," demikian bunyi draf AS yang akhirnya ditangguhkan itu.

Sabtu, 12/10/2019 09:12 0

Info Event

Yuk Gabung Gerakan Karawang Berhijab 2019

Gerakan Karawang Berhijab (GKB) hadir kembali sebagai buah #SinergiKomunitasMuslimKarawang

Jum'at, 11/10/2019 21:12 0

Suriah

Pengamat: Amerika Kembali Mengkhianati Kurdi

Amerika Serikat kembali mengkhianati Kurdi. Demikian menurut seorang peneliti Timur Tengah, Yvonne Ridley.

Jum'at, 11/10/2019 16:23 0

Iran

Laporan: Kapal Tanker Iran Meledak di Lepas Pantai Saudi

Ketika insiden terjadi, kapal milik perusahaan minyak nasional Iran (NOIC), berada 60 mil (97 km) dari kota pelabuhan Saudi, Jeddah.

Jum'at, 11/10/2019 15:25 0

Irak

Selain Suriah, Turki Juga Gelar Operasi Militer di Irak

Angkatan Bersenjata Turki (TSK) telah melakukan serangan udara di wilayah Gara dan Zap di Irak utara.

Jum'at, 11/10/2019 10:39 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Dakwah Santun Ala Para Nabi

Nabi Syuaib diutus kepada bangsa Madyan. Sebuah bangsa besar yang tinggal tak jauh dari bekas area kaum Sodom yaitu laut mati. Bangsa Madyan adalah bangsa para penyamun.

Kamis, 10/10/2019 16:53 0

Close