... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat: Amerika Kembali Mengkhianati Kurdi

Foto: Pasukan Turki di Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Amerika Serikat kembali mengkhianati Kurdi. Demikian menurut seorang peneliti Timur Tengah, Yvonne Ridley. Pernyataan tersebut dijelaskannya secara gamblang dalam artikel yang dimuat Middle East Monitor berjudul “The US has Betrayed The Kurds, Yet Again”.

“Amerika dan sekutu baratnya memiliki catatan pengkhianatan terhadap Kurdi. Berkali-kali AS telah mempersenjatai kelompok etnis ini untuk berperang, menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan mereka di wilayah-wilayah yang didominasi Kurdi yang mencakup bagian-bagian dari Turki, Suriah, Iran dan Irak dengan metode ‘stick and carrot’,” ujarnya.

“Janji-janji kebebasan dan kemerdekaan AS selama berabad-abad tidak pernah membuahkan hasil, tetapi optimisme abadi – beberapa orang mungkin menyebutnya mudah tertipu – orang-orang Kurdi melihat mereka berkali-kali mengambil umpan (AS),” sambungnya.

Ridley mengatakan bahwa Saddam naik ke tampuk kekuasaan berkat AS, yang mengambil peran sebagai kekuatan kolonial utama di kawasan itu. AS menarik bantuan ke Kurdi, sementara memberi pemerintah Irak napalm (bom) untuk digunakan melawan mereka.

“Kurdi Irak ditipu lagi beberapa kali lagi dengan mengambil senjata Amerika untuk berperang secara diam-diam demi keuntungan Paman Sam yang secara sinis akan menghabiskan energi dan sumber daya Irak dan Iran. Loyalitas mereka menjadi tidak dihargai ketika, pada 1980-an, Barat secara kolektif melihat ke arah lain dan Saddam menjadi genosida terhadap Kurdi,” jelasnya.

BACA JUGA  Sembilan Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Rusia di Idlib

Menjelang Perang Teluk pertama pada tahun 1991, lanjut Ridley, Presiden AS George Bush mengajukan banding ke media dan televisi setelah kampanye pemboman yang berhasil membuat pasukan Saddam menarik diri dari Kuwait. Siarannya terarah langsung ke Syiah Irak di selatan dan Kurdi di utara, dengan tujuan mendesak mereka untuk bangkit melawan Saddam.

“Saya menyaksikan dengan takjub ketika Bush mengajukan permohonan dan kemudian duduk dengan putus asa ketika kedua kelompok minoritas itu melakukan persis seperti yang diperintahkan Presiden AS.” ujar Ridley.

“Namun, ketika mereka turun ke jalan, Amerika pulang dan tentara Saddam membantai mereka yang ambil bagian dalam pemberontakan yang dipicu AS. Setelah kemarahan global, ‘surga’ yang aman diciptakan untuk melindungi Kurdi di Irak utara dan zona larangan terbang diperkenalkan.”

Pada 2014, kata Ridley, AS bekerja sama dengan Kurdi Turki di Suriah dan mempersenjatai mereka dalam perang melawan ISIS yang menyebabkan kekhawatiran di Turki.

“AS memberi Ankara lampu hijau untuk melancarkan kampanye pemboman besar-besaran terhadap Kurdi Irak pada 2007, ini seharusnya menjadi peringatan (bagi Kurdi),” ungkapnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan meluncurkan ofensif militer yang disebut “Operation Peace Spring” di perbatasan selatan negaranya dengan Suriah. Operasi ini bertujuan untuk mengusir militan Kurdi YPG/ SDF yang memiliki hubungan dengan PKK, milisi Kurdi yang dianggap teroris. Selain mengharapkan agar pengungsi Suriah dapat kembali ke negaranya dengan aman.

BACA JUGA  56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hari Pertama Muslim United, Masjid Gedhe Kauman Dipenuhi Hadirin

Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta pada hari Jum'at (11/10/2019) terlihat penuh oleh peserta acara Muslim United (MU).

Jum'at, 11/10/2019 15:18 0

Indonesia

Dinyatakan Bebas, Alfian Tanjung Tetap Sampaikan Bahaya Komunis

Pengamat paham komunis Alfian Tanjung mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) dari Lembaga Pemasyarakatan Porong, Rabu (09/10/2019).

Kamis, 10/10/2019 18:13 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Dakwah Santun Ala Para Nabi

Nabi Syuaib diutus kepada bangsa Madyan. Sebuah bangsa besar yang tinggal tak jauh dari bekas area kaum Sodom yaitu laut mati. Bangsa Madyan adalah bangsa para penyamun.

Kamis, 10/10/2019 16:53 0

Indonesia

Kemenag Klaim Penggunaan Zakat untuk Program SDCs Berpegang pada Fikih

Kemenag Klaim Penggunaan Zakat untuk Program SDCs Berpegang pada Fikih

Kamis, 10/10/2019 16:01 0

Indonesia

IZI Kritisi Penggunaan Dana Zakat untuk Program SDGs

Pemerintah Indonesia berwacana menggunakan dana Zakat untuk menjalankan program SDGs (Sustainable Development Goals),

Kamis, 10/10/2019 15:41 0

Indonesia

IZI: Amil Zakat Harus Bermental Kuat

Nana Sudiana menekankan pentingnya mental yang kuat bagi seorag amil zakat.

Kamis, 10/10/2019 13:59 0

Indonesia

Wapres JK Akan Resmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

Wakil Presiden M Jusuf Kalla, rencananya akan meresmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim yang terletak di jalan Cipinang Cempedak I No 14, Jakarta Timur

Kamis, 10/10/2019 13:30 0

Indonesia

Wiranto Diserang Pria Bersenjata Tajam

Kabar mengejutkan datang dari Menkopolhukam, Wiranto. Saat mengunjungi Banten, Wiranto diserang oleh seorang pria bersenjata tajam.

Kamis, 10/10/2019 13:21 0

Indonesia

Takmir Masjid Beberkan Alasan UGM Tolak Ustadz Abdul Somad

Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab mengungkapkan bahwa ia dan Wakil Ketua Takmir sempat diundang pertemu wakil rektor UGM

Kamis, 10/10/2019 00:39 0

Indonesia

KH Luthfi Basori Nilai Penolak Muslim United Kelompok Liberal

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori menegaskan bahwa yang menolak diadannya acara Muslim United adalah orang liberal.

Rabu, 09/10/2019 23:28 0

Close