... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Jumat: Dakwah Santun Ala Para Nabi

Foto: Khutbah Jumat

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

قال تعالى: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وقال رسول الله:

اتَّقِ اللهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ ثُمَّ أَمَّا بَعْدُ،

Khutbah Pertama

Puji syukur kepada Allah yang telah mengutus para Rasul dengan petunjuk dan dien yang lurus, agar Allah memenangkan dien-Nya, memenangkan dakwah Rasul-rasul-Nya dan memenangkan manusia yang berjuang di jalan-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad. Juga kepada keluarga, shahabat dan orang-orang yang mengikuti sunah Beliau.

Marilah senantiasa kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah, karena takwa adalah jati diri kita di hadapan-Nya. Dan salah satu cara meningkatkan ketakwaan adalah mendengarkan nasihat-nasihat para ulama, mengambil pelajaran dari ilmu mereka dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan.

Dari seluruh Nabi dan Rasul yang diutus, ada seorang Nabi yang digelari sebagai khatiibul anbiya’, khatibnya para Nabi, juru bicaranya para Nabi. Beliau adalah Nabi Syuaib. Gelar ini disematkan kepada Beliau karena keindahan retorika dakwah Nabi Syuaib, kecerdasan serta kesantunannya dalam bertutur kata. Pilihan kata Nabi Syuaib selalu cerdas, mengena, namun jauh dari menyakiti perasaan. Dialog antara Beliau dengan kaumnya banyak disebutkan dalam Al Quran.

Pun demikian, apakah berarti dakwah Beliau lantas berjalan lancar? Tidak ada penolakan dari warga kampungnya bahkan bangsanya sendiri? Apakah dengan kepiawaiannya dakwahnya lantas Beliau diterima di semua lapisan masyarakat dan seluruh bangsanya tanpa penentangan? Jawabannya tidak.

Sidang Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Nabi Syuaib diutus kepada bangsa Madyan. Sebuah bangsa besar yang tinggal tak jauh dari bekas area kaum Sodom yaitu laut mati. Bangsa Madyan adalah bangsa para penyamun. Premanisme menjadi ciri watak mereka. Mereka menguasai jalur-jalur strategis yang biasa dilalui orang maupun pedagang, lalu melakukan pemalakan terhadap pengguna jalan. Setiap kali ada yang lewat mereka akan meminta jatah preman sebesar 10% dari total harta. Semua ini dibarengi dengan intimidasi dan tindak kekerasan bagi yang melawan.

وَلاَتَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللهِ مَنْ ءَامَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا

Artinya, “Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok.” (Al A’rof : 86)

Dalam hal muamalah dan bertransaksi, bangsa Madyan sangatlah licik dan curang. Mereka terkenal suka mencurangi timbangan dan takaran serta menghalalkan berbagai cara untuk mendapat keuntungan tak halal.  Akhlak mereka benar-benar rusak luar dalam.

Sidang Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Mari kita simak cuplikan dialog antara Nabi Syuaib dan kaumnya, bangsa Madyan. Nabi Syuaib senantiasa menasehati kaumnya agar menghentikan segala bentuk premanisme dan kecurangan dalam transaksi. Dakwah Beliau tersaji dalam untaian nasihat-nasihat santun dengan pilihan kata yang sangat hati-hati.

وَإِلىَ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَالَكُم مِّنْ إِلَهِ غَيْرُهُ وَلاَتَنقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِنِّي أَرَاكُم بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيطٍ {84}

BACA JUGA  Menko PMK: Diet Berlebihan Bahayakan Kesuburan Wanita

Artinya, “Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syu’aib. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).” (QS. Hud: 84)

Namun lihatlah cara mereka menjawab. nasihat-nasihat sejuk tersebut dibalas dengan satir-satir nylekit dan kata-kata melecehkan.

 قَالُوا يَاشُعَيْبُ أَصَلَوَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَايَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَانَشَاؤُا إِنَّكَ لأَنتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ

Mereka berkata:”Hai Syu’aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal”. (QS. Hud : 87)

Sidang Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Tak sekadar menasehati, Nabi Syuaib juga memberikan solusi agar mereka bisa mendapatkan untung besar dalam berdagang jika mereka meninggalkan praktik curang dalam transaksi. Yaitu dengan bersikap jujur dan amanah, karena dengan inilah perdagangan semakin kuat dan laba semakin berkah.

وَيَاقَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ وَلاَتَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلاَتَعْثَوْا فِي اْلأَرْضِ مُفْسِدِينَ {85} بَقِيَّتُ اللهِ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ مُّؤْمِنِينَ وَمَآأَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ {86}

Artinya, “Dan Syu’aib berkata:”Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereaka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.” (QS. Hud : 85-86)

Dan sebagai penyeimbang, Nabi Syuaib juga mengingatkan agar mereka mengambil pelajaran dari bangsa Sodom yang diadzab. Ada kesamaan watak antar bangsa sodom dengan Madyan yaitu gemar melakukan premanisme.

وَيَاقَوْمِ لاَيَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَن يُصِيبَكُم مِّثْلُ مَآأَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ وَمَاقَوْمُ لُوطٍ مِّنكُم بِبَعِيدٍ

Artinya, “Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpah kaum Nuh atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.” (QS. Hud : 89)

Dan jawaban kaumnya sungguh sangat menyakitkan hati.

قَالُوا يَاشُعَيْبُ مَانَفْقَهُ كَثِيرًا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَاكَ فِينَا ضَعِيفًا وَلَوْلاَ رَهْطُكَ لَرَجَمْنَاكَ وَمَآأَنتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ

Artinya, “Mereka berkata:”Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami”. (QS. Hud : 91)

Mereka menyatakan bahwa mereka tidak paham atau tidak berniat memahami dan menerima nasihat Nabi Syuaib. Mereka juga sama sekali tak mempertimbangkan Allah, Rabbnya Nabi Syuaib dan lebih memperhitungkan kabilah Nabi Syuaib. Jika bukan karena kabilahnya, tentu Nabi Syuaib sudah mereka habisi sejak dulu.

Sidang Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Dakwah nabi Syuaib benar-benar harus berhadapan dengan dinding tebal berupa kebebalan nalar, kerasnya watak dan buruknya moral kaum Madyan. Dakwah Nabi Syuaib yang ada dalam al Quran tentu saja bukan dialog sekali dua kali akan tetapi dakwah yang telah berlangsung lama. Dan akhirnya, ketika Beliau melihat pintu hati kaumnya benar-benar tertutup, Beliau pun memanjatkan doanya agar Allah menunjukkan kebenaran kata-katanya.

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Artinya, Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS, Al A’rof: 89)

Akhirnya kaum Madyan hancur oleh tiga adzab sekaligus. Menurt Imam Ibnu Kastier dalam kitab al Bidayah wa an Nihayah, bangsa Madyan diadzab dengan tiga jenis adzab.: Pertama, adzab berupa goncangan dan gempa dahsyat yang membuat mereka tak bisa lari. Ini hukuman atas kerasnya hati mereka yang enggan menerima dakwah kebenaran.

BACA JUGA  Dari Natsir ke Nadiem: Akar Pendidikan di Indonesia

Artinya, “Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya.” (QS. Hud: 94)

Kedua, adzab berupa awan hitam yang menghujani mereka dengan bebatuan jahanam. Ini sesuai permintaan mereka dahulu yang dengan sombong meminta agar langit dijatuhkan sebagaimana dalam ayat:

Artinya, “Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.”  (QS Asy-Syu’ara: 189)

Dan ketiga adalah adzab berupa suara keras yang mencabut nyawa mereka. Ini hukuman atas ketulian mereka dari dakwah kebenaran.

Artinya, “Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya. (QS. Hud: 94)

Sidang Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Begitulah dakwah. Jika yang disampaikan adalah kebenaran (al haq), sebaik apapun retorika dakwahnya, sesantun apapun cara penyampaiannya dan seindah apapun bahasanya, tetap akan ada penentangnya. Hati yang keras dan nalar yang sudah sulit diajak menuju kebaikan akan dengan mudah melontarkan komentar-komentar miring dan menyakitkan kepada para pendakwah. Apalagi di era sosial media sekarang.

Seorang dai atau bahkan para ulama, tak bisa luput dari komentar pedas dari para pengguna sosial media (netizen) yang ilmu agamanya entah seberapa. Persekusi, blokade dan pelarangan terhadap dakwah pun kerap terjadi berulang kali.

Sejarah terus berulang. Sebagaimana dakwah akan terus dihidupkan oleh para pewaris Nabi, oleh para ulama dan dai, penentangan pun akan dilakukan oleh manusia-manusia semacam kaum Madyan, kaum Ad, kaum Sodom, dan kafir Quraisy. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada para dai dan ulama, dan menunjukkan kebenaran kepada para penentangnya.

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.  وَارْضَ عَن الخُلَفَاءِ الأرْبَعَة أبُو بَكْر وَعُمَر وَعُثمَانَ وَعَلِي وَعَنْ التَّابِعِيْن وَتاَبِعِ التَّابِعِيْن وَمَنْ تَبِعَهُم بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدَّيْنِ وَ ارْحَمْنَا مَعَهُمْ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات

رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلإخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإيْماَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

 رَبنَّاَ ظَلَمْناَ أنْفُسَناَ وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَناَ وَتَرْحَمْناَ لَنَكُوْنَنَّ مِنْ الخَاسِرِيْنَ.

 اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

 عِباَدَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِيتَآىِٕ ذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنڪَرِ وَٱلۡبَغۡىِ‌ۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّڪُمۡ تَذَكَّرُونَ

 اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْألُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلِذِكْر اللهِ أكْبَر، وَالله ُيَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، أقِيْمُوْا الصَّلاَة

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kemenag Klaim Penggunaan Zakat untuk Program SDCs Berpegang pada Fikih

Kemenag Klaim Penggunaan Zakat untuk Program SDCs Berpegang pada Fikih

Kamis, 10/10/2019 16:01 0

Indonesia

IZI Kritisi Penggunaan Dana Zakat untuk Program SDGs

Pemerintah Indonesia berwacana menggunakan dana Zakat untuk menjalankan program SDGs (Sustainable Development Goals),

Kamis, 10/10/2019 15:41 0

Indonesia

IZI: Amil Zakat Harus Bermental Kuat

Nana Sudiana menekankan pentingnya mental yang kuat bagi seorag amil zakat.

Kamis, 10/10/2019 13:59 0

Indonesia

Wapres JK Akan Resmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

Wakil Presiden M Jusuf Kalla, rencananya akan meresmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah dan Masjid Baitul Karim yang terletak di jalan Cipinang Cempedak I No 14, Jakarta Timur

Kamis, 10/10/2019 13:30 0

Indonesia

Wiranto Diserang Pria Bersenjata Tajam

Kabar mengejutkan datang dari Menkopolhukam, Wiranto. Saat mengunjungi Banten, Wiranto diserang oleh seorang pria bersenjata tajam.

Kamis, 10/10/2019 13:21 0

Turki

Ankara Sudah Kabari Damaskus terkait Operasi Militer di Suriah Timur

Intervensi Turki di timur Eufrat datang dalam kerangka hak-haknya sesuai dengan hukum internasional.

Kamis, 10/10/2019 09:23 0

Suriah

Kampanye Militer Turki di Timur Sungai Eufrat Suriah Dimulai

Bergeraknya pasukan darat ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan dimulainya operasi militer terhadap milisi Kurdi YPG di timur Sungai Eufrat.

Kamis, 10/10/2019 08:28 0

Afghanistan

Investigasi PBB Konfirmasi 30 Sipil Tewas Dalam Kampanye Udara AS di Afghanistan Barat

Militer AS dan UNAMA berbeda dalam memandang target militer yang sah. Washington mendefiniskan gerilyawan secara bias. Seluruh lelaki, selain balita, di wilayah musuh merupakan militan yang sah untuk dibunuh.

Kamis, 10/10/2019 07:49 0

Indonesia

Takmir Masjid Beberkan Alasan UGM Tolak Ustadz Abdul Somad

Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab mengungkapkan bahwa ia dan Wakil Ketua Takmir sempat diundang pertemu wakil rektor UGM

Kamis, 10/10/2019 00:39 0

Indonesia

KH Luthfi Basori Nilai Penolak Muslim United Kelompok Liberal

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori menegaskan bahwa yang menolak diadannya acara Muslim United adalah orang liberal.

Rabu, 09/10/2019 23:28 0

Close