... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mendag Klarifikasi Statemen Larangan Penjualan Minyak Curah

Foto: Menteri Perdagangan (mendag), Enggartiasto Lukita melarang peredaran minyak curah (kumparan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengklarifikasi pernyataannya tentang larangan menjual minyak goreng curah pada 2020 mendatang. Ia mengklaim bahwa tidak akan ada penarikan minyak goreng curah dari pasaran.

Namun, pihaknya mewajibkan minyak goreng kemasan tersedia di toko-toko dan warung hingga pelosok desa.

“Tidak ditarik (keberadaan minyak goreng curah di pasaran). Jadi, per tanggal 1 Januari (2020) harus ada minyak goreng kemasan di setiap warung, juga sampai di pelosok-pelosok Desa,” tegasnya seperti dilansir Sindonews.

Lebih lanjut Enggar menyatakan, yang sebenarnya diserukan pihaknya adalah masyarakat harus lebih cerdas memilih minyak goreng yang terjamin halal, bergizi, dan higienis.

Ia juga menyebut, minyak goreng curah merupakan minyak goreng yang diproduksi oleh produsen minyak goreng yang merupakan turunan dari minyak sawit mentah (CPO) dan telah melewati proses refining, bleaching, dan deodorizing (RBD) di pabrikan.

Menurutnya, kebijakan penggunaan kemasan pada minyak goreng semata-mata bertujuan memberikan jaminan kepada masyarakat untuk mendapatkan produk yang halal, bergizi, dan higienis. Namun, bagi para pengusaha, Enggar menekankan agar mereka segera mengisi pasar dengan minyak goreng kemasan sederhana yang harganya tak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp11.000 per liter.

“Pemerintah tetap memberikan kesempatan untuk penggunaan minyak goreng curah dan mempersilakan masyarakat tetap menggunakan minyak goreng curah,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah akan melarang peredaran minyak goreng curah di masyarakat. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan.

BACA JUGA  Defisit Anggaran, PBB Terancam Tak Bisa Gaji Staf

“Minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali. Dia cukup banyak dicampur atau bahkan minyak goreng bekas itu dijual atau hanya diolah diputar saja beberapa kali,” kata Enggar saat ditemui di Lapangan Sarinah, Jakarta seperti dilansir Detik.com

Reporter: Taufiq Ishaq
Sumber: Sindonews

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Iran Tolak Operasi Militer Turki di Suriah

Iran dan Rusia, yang merupakan sekutu Damaskus, dan Turki yang mendukung oposisi Suriah, telah mengadakan pembicaraan sejak Januari 2017 di Astana.

Rabu, 09/10/2019 08:07 0

Afghanistan

Kabul Umumkan Kematian Pemimpin AQIS, Taliban Anggap Berita Propaganda

Saat itu, sedikitnya 40 warga sipil yang sedang menghadiri resepsi pernikahan tewas terkena serangan udara.

Rabu, 09/10/2019 07:19 0

Turki

Turki: Persiapan Operasi Militer di Suriah Sudah Lengkap

Penarikan pasukan untuk membuka jalan bagi Turki yang melakukan serangan terhadap pasukan Kurdi yang telah lama bersekutu dengan Washington.

Selasa, 08/10/2019 18:15 0

Amerika

PBB Kritik Pelarangan Burqa di Belanda

Seorang pakar dari PBB mengkritik kebijakan Belanda yang melarang penggunaan penutup wajah -seperti burqa- di depan umum.

Selasa, 08/10/2019 12:42 0

Afghanistan

Kabul Bebaskan Anggota Taliban, Termasuk Komandan

ini merupakan langkah pertama sejak runtuhnya pembicaraan damai antara Taliban dan Amerika Serikat bulan lalu.

Selasa, 08/10/2019 10:32 0

Suriah

Pemerintahan Sementara Suriah Siap Dukung Kampanye Militer Turki

Dia menunjukkan bahwa pihaknya memiliki tujuan bersama dengan pihak Turki,

Selasa, 08/10/2019 08:51 0

Turki

Dapat Lampu Hijau dari AS, Turki Siap Gempur Milisi Kurdi YPG di Suriah

Gedung Putih membuat pengumuman mengejutkan dalam sebuah pernyataan setelah komunikasi telepon antara Erdogan dan timpalannya dari AS Donald Trump.

Selasa, 08/10/2019 08:12 0

Irak

Takut Dituduh Simpatisan ISIS, Warga Sunni Irak Pilih Demo Via Online

Tahany Salih (30) seorang aktivis dari Mosul, mengatakan bahwa warga Sunni marah, tetapi banyak yang takut terlalu kelihatan.

Senin, 07/10/2019 16:37 0

Arab Saudi

Saudi Ingin Sudan Dihapus dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

Amerika Serikat menunjuk Sudan sebagai negara sponsor terorisme pada tahun 1993.

Senin, 07/10/2019 13:57 0

China

Cek Keaslian Video: Ratusan Pria Xinjiang Diikat dengan Mata Tertutup

Semua pria mengenakan penutup mata hitam di mata mereka, dan mereka diawasi oleh puluhan petugas polisi dengan seragam SWAT.

Senin, 07/10/2019 11:41 0

Close