Larang Peredaran Minyak Curah, Mendag: Itu Diambil dari Selokan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah akan melarang peredaran minyak goreng curah di masyarakat. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan.

Minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali. Dia cukup banyak dicampur atau bahkan minyak goreng bekas itu dijual atau hanya diolah diputar saja beberapa kali,” kata Enggar saat ditemui di Lapangan Sarinah, Jakarta seperti dilansir Detik.com pada Ahad (06/09/2019).

“Dan itu menjadi industri yang menurut kami dari sisi kesehatan itu berbahaya bagi masyarakat. Bekas, bahkan ambil dari selokan sebagainya,” sambungnya.

Enggar mengungkapkan bahwa larangan ini akan disahkan pada 1 Januari 2020. Nantinya, kata dia, pertanggal 1 Januari 2020 seluruh produsen wajib menjual atau memproduksi minyak goreng dalam kemasan dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

Ia juga menyebut tidak jarang harga minyak curah dijual lebih mahal dari minyak kemasan. Untuk itu, Menteri Perdagangan menetapkan seluruh penjualan minyak goreng wajib dalam bentuk kemasan.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada seluruh pabrik untuk tidak lagi men-supply minyak goreng dalam bentuk curah. Dengan cara itu, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengonsumsi minyak goreng dalam kemasan curah.

“Kalau pabrik-pabrik ini tidak mensuplai lagi, maka semua tahu bahwa minyak goreng yang dijual dalam curah itu adalah minyak yang tidak sehat, minyak bekas, minyak yang tidak ada jaminan halalnya,” tutupnya.

BACA JUGA  Sidang Praperadilan HRS, Pengacara Ajukan Saksi Fakta dan Ahli Pidana

Reporter: Taufiq Ishaq
Sumber: Detik

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat