... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Studi: Banyak Aktor Pemerintah dan Parpol Manipulasi Opini Publik di Medsos

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Oxford – Menurut sebuah laporan terbaru oleh para peneliti dari University of Oxford, pemerintah dan partai politik di seluruh dunia semakin gencar menggunakan media sosial untuk memanipulasi opini publik.

“Ada bukti kampanye manipulasi media sosial terorganisir di 70 negara dan wilayah,” kata laporan itu. Naik dari 48 di 2018 dan 28 di 2017.

“Penggunaan propaganda komputasi untuk membentuk sikap publik melalui media sosial telah menjadi arus utama, jauh melampaui tindakan beberapa tindakan buruk,” kata penulis laporan itu.

Studi ini berfokus pada apa yang disebut “pasukan cyber”, yang didefinisikan sebagai pemerintah atau aktor politik yang bertugas memanipulasi opini publik secara online.

Secara khusus, ada bukti bahwa akun palsu – termasuk bot dan yang diawaki oleh manusia – sedang digunakan oleh pasukan cyber untuk menyebarkan propaganda pro-pemerintah, menyensor kebebasan berbicara, kampanye-kampanye yang kotor atau untuk menghilangkan pendapat yang berbeda pendapat.

Bukti manipulasi ditemukan di 70 negara dan wilayah, termasuk tujuh di Asia Tenggara – Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Lainnya termasuk Australia, Cina, India, Italia, Meksiko, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat. Singapura tidak termasuk di antara 70 negara dan wilayah yang dianalisis dalam penelitian ini.

“Bukti partai politik atau politisi yang menggunakan propaganda komputasi selama pemilihan umum ditemukan di 45 dari 70 negara dan wilayah yang dianalisis,” kata laporan itu.

Studi ini mengungkapkan politisi yang mengumpulkan pengikut palsu, seperti senator AS Mitt Romney dan mantan perdana menteri Australia Tony Abbott, dan partai-partai politik yang menggunakan jejaring sosial untuk menyebarkan atau memperkuat disinformasi, seperti dalam kasus kampanye WhatsApp di India dan Brasil.

Laporan berjudul Inventarisasi Global 2019 dari Manipulasi Media Sosial yang Terorganisir, juga menemukan bahwa propaganda komputasi China telah berfokus pada platform domestik seperti Weibo dan WeChat, semakin beralih ke audiens global.

“Pada 2019, pemerintah China mulai menggunakan platform media sosial global untuk mengecat para pendukung demokrasi Hong Kong sebagai radikal keras tanpa daya tarik rakyat,” kata laporan itu.

“Di luar platform yang terikat secara domestik, kecanggihan yang berkembang dan penggunaan teknologi jejaring sosial global menunjukkan bagaimana Cina juga beralih ke teknologi ini sebagai alat kekuatan dan pengaruh geopolitik.”

Studi ini juga menemukan bahwa Facebook tetap menjadi platform dominan untuk aktivitas pasukan cyber di seluruh dunia. Pasukan cyber juga beralih ke Instagram, YouTube dan WhatsApp.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Puan Jadi Ketua DPR, Pengamat Politik: Terpilih Belum Tentu Terbaik

memang ada masyarakat yang mempertanyakan prestasi Puan ketika jadi Menko PMK

Kamis, 03/10/2019 13:09 0

Indonesia

ACT Mulai Gelombang Pertama Pemulangan Pendatang dari Wamena

Lembaga kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap) mengagendakan pemulangan warga pendatang di Wamena menuju kampung halamannya

Kamis, 03/10/2019 12:11 0

Indonesia

ACT Buka Posko Pengaduan Orang Hilang & Informasi Kondisi Wamena

Lembaga kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap) membuka media dan crisis center terkait konflik yang terjadi di Wamena

Kamis, 03/10/2019 11:42 0

Indonesia

Surya Paloh Tepis Rumor Keretakan Hubungan dengan Megawati

Surya Paloh mengklaim hubungannya dengan Megawati masih baik-baik saja.

Kamis, 03/10/2019 09:47 0

Indonesia

Densus 88 Tangkap Oknum Polwan Terkait Jaringan ISIS

Polwan tersebut sudah sebulan belakangan meninggalkan tugas tanpa izin.

Kamis, 03/10/2019 09:25 0

Indonesia

Para Perusuh Teridentifikasi Bukan Warga Asli Wamena

Para perusuh di Wamena, Papua, diidentifikasi bukan warga asli Wamena, melainkan dari daerah lain.

Kamis, 03/10/2019 06:51 1

Indonesia

Demonstrasi Tanpa Henti Mengancam Investasi

Mahasiswa turun ke jalan, pengusaha pun deg-degan.

Kamis, 03/10/2019 06:32 0

Kiblatorial

Editorial: Wamena, Merdeka, dan Darah Saudara Kita

Ada darah sesama muslim yang tertumpah di tengah seruan Papua merdeka.

Rabu, 02/10/2019 13:10 0

Opini

Hukum yang Terbaik

Oleh: Princess Deaan, ibu rumah tangga, tinggal di Lampung KIBLAT.NET – Tujuan diturunkannya syariat atau...

Rabu, 02/10/2019 12:39 0

Indonesia

Wagub Sumbar: Ada Warga Minang di Wamena yang Pura-pura Mati Supaya Selamat

Wagub Sumbar: Ada Warga Minang di Wamena yang Pura-pura Mati Supaya Selamat

Rabu, 02/10/2019 11:52 0

Close
CLOSE
CLOSE