... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengangkatan Puan Sebagai Ketua DPR Bentuk Nepotisme? Ini Kata Pengamat Politik

Foto: pengamat politik, Ujang Komarudin

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai bahwa check and balances antara DPR dan Pemerintah tidak akan terjadi di bawah kepemimpinan Puan. Sebab, di masa sebelumnya pun check and balances kurang berjalan.

“Bisa saja seperti itu (check and balances tidak berjalan.red). Selama ini kan memang tidak ada check and balances. Lihat saja DPR kemarin bersama pemerintah bersekutu merevisi UU KPK. Kedepan juga sepertinya masih akan sama,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (03/09/2019).

Menurutnya, saat ini masyarakat harus lebih serius mengkritisi kinerja DPR RI. Bahkan, kata dia, masyarakat tak perlu ragu untuk berdemonstrasi jika ada kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

“Harus mengawal kebijakan yang dikeluarkan oleh DPR. Jika kebijakan tidak sesuai keinginan rakyat, maka masyarakat bisa melakukan demonstrasi besar-besaran,” paparnya.

Saat ditanya apakah pengangkatan Puan sebagai DPR adalah bentuk nepotisme, Ujang tak mau berspekulasi. Namun, yang jelas adalah nepotisme adalah ketika yang tidak punya kemampuan namun diberi jabatan.

“Saya tidak tahu (nepotisme atau bukan.red). Tapi yang pasti, ketika yang diangkat punya kemampuan, maka bukan nepotisme. Namun jika yang diangkat tidak punya kemampuan, itu bisa dikategorikan nepotisme,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Inggris

Studi: Banyak Aktor Pemerintah dan Parpol Manipulasi Opini Publik di Medsos

Bukti manipulasi ditemukan di 70 negara dan wilayah, termasuk tujuh di Asia Tenggara - Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Kamis, 03/10/2019 14:09 0

Suriah

Uji Coba Sistem Rudal Baru S-500, Rusia Gunakan Wilayah Suriah

Rusia berhasil menguji sistem pertahanan udara terbarunya, S-500 Prometey, di Suriah. Kata sebuah laporan pada Rabu (02/10/2019).

Kamis, 03/10/2019 12:49 1

Afrika

Pasca Penggulingan Al-Bashir, Sudan Resmikan Liga Sepak Bola Wanita

"Tidak semua masyarakat Sudan menerima (sepakbola wanita), tetapi kelompok kecil melakukannya dan mereka mendukung kami," kata pemain Eltahadi Nariman Lino.

Kamis, 03/10/2019 12:10 0

Yaman

Iran Mulai Mengakui Dukungan untuk Pemberontak Syiah Hutsi Yaman

"Kami pergi ke Irak dan Suriah atas permintaan pemerintah setempat. Kami memberikan dukungan penasihat, senjata dan peralatan. Pengawal Revolusi, tentu saja, bertanggung jawab atas misi itu," kata Baqeri.

Kamis, 03/10/2019 11:30 0

Afrika

AS Buka Kembali Kedutaan di Somalia Kendati Kekerasan Terus Berlanjut

"Ini adalah hari yang penting dan bersejarah yang mencerminkan kemajuan Somalia selama beberapa tahun terakhir," kata pernyataan Duta Besar Donald Yamamoto.

Kamis, 03/10/2019 09:06 0

Irak

Demonstrasi Anti-Pemerintah Irak Meluas, Rezim Berlakukan Jam Larangan Keluar

Tercatat setidaknya enam lingkungan di ibukota menyaksikan protes anti-pemerintah. Massa melakukan aksi bakar ban dan menutup jalan-jalan utama.

Kamis, 03/10/2019 07:40 0

Wilayah Lain

Islamofobia di Bosnia: Retorika Politik hingga Ancaman Nyata

Pelakunya adalah politisi Serbia dan Kroasia - termasuk yang berlatar belakang Bosnia - untuk tujuan memecah wilayah.

Rabu, 02/10/2019 15:34 0

Kiblatorial

Editorial: Wamena, Merdeka, dan Darah Saudara Kita

Ada darah sesama muslim yang tertumpah di tengah seruan Papua merdeka.

Rabu, 02/10/2019 13:10 0

Opini

Hukum yang Terbaik

Oleh: Princess Deaan, ibu rumah tangga, tinggal di Lampung KIBLAT.NET – Tujuan diturunkannya syariat atau...

Rabu, 02/10/2019 12:39 0

Afrika

Mali: 25 Tentara Tewas dan 60 Hilang Akibat Serangan Kelompok “Ekstremis”

Sebelumnya pemerintah mengatakan bahwa lokasi militer di Polkisi dan Mondoro di Mali tengah diserang, tetapi tidak mengatakan berapa banyak yang terbunuh atau terluka.

Rabu, 02/10/2019 10:12 0

Close