... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Densus 88 Tangkap Oknum Polwan Terkait Jaringan ISIS

Foto: Densus 88 (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Detasemen Khusus 88 menangkap Bripda Nesti (23), polisi wanita yang bertugas di Kepolisian Daerah Maluku Utara. Bripda Nesti ditangkap atas dugaan terkait dengan jaringan simpatisan ISIS.

Bripda Nesti sendiri dilaporkan sudah sebulan belakangan meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi.

Pihak Polda Malut sendiri membenarkan bahwa salah satu anggotanya telah ditangkap oleh Densus 88 di Jogjakarta, Jum’at (26/09/2019). Nesti ditangkap Densus 88 karena keterlibatannya dengan jaringan simpatisan ISIS Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga pada hari yang sama.

Sebelumnya, pada bulan Mei Bripda Nesti pernah diamankan Kepolisian Jawa Timur lantaran diduga meninggalkan tugas dan menggunakan identitas palsu dalam penerbangan dari Ternate ke Surabaya, ia kemudian dikembalikan ke Polda Malut untuk dibina.

Kapolda Malut Brigjen Suroto mengungkapkan bahwa Bripda Nesti sudah sejak awal September lalu kembali meninggalkan tugas tanpa izin. Polda Malut pun sudah mencarinya dengan menerbitkan daftar pencarian orang atas namanya. Namun pencarian tersebut tak berbuah hingga Polda mendengar kabar bahwa yang bersangkutan ditangkap Densus 88 di Jogjakarta.

“Kita sudah berusaha mencarinya dengan menerbitkan DPO. Tapi ternyata kemarin dapat informasi dari Densus 88 ditangkap di Jogja. Jadi teman-teman di Jogja tahu dia anggota kita dari DPO yang kita sebarkan,” ujar Suroto di halaman Mapolda Malut pada Rabu (02/10/2019), dikutip dari CNN Indonesia.

BACA JUGA  Mendag Klarifikasi Statemen Larangan Penjualan Minyak Curah

Menanggapi hal itu, Suroto mengaku akan menyerahkan urusan ini sepenuhnya kepada Densus 88.

“Kita tidak tahu bagaimana sampai bisa terpapar. Sekarang kita dalam proses untuk lakukan sidang kode etik profesi. Dengan terpapar seperti itu berarti dia sudah tidak layak menjadi anggota Polri. Kasus hukumnya Densus 88 yang tangani,” pungkasnya.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

AS Buka Kembali Kedutaan di Somalia Kendati Kekerasan Terus Berlanjut

"Ini adalah hari yang penting dan bersejarah yang mencerminkan kemajuan Somalia selama beberapa tahun terakhir," kata pernyataan Duta Besar Donald Yamamoto.

Kamis, 03/10/2019 09:06 0

Irak

Demonstrasi Anti-Pemerintah Irak Meluas, Rezim Berlakukan Jam Larangan Keluar

Tercatat setidaknya enam lingkungan di ibukota menyaksikan protes anti-pemerintah. Massa melakukan aksi bakar ban dan menutup jalan-jalan utama.

Kamis, 03/10/2019 07:40 0

Wilayah Lain

Islamofobia di Bosnia: Retorika Politik hingga Ancaman Nyata

Pelakunya adalah politisi Serbia dan Kroasia - termasuk yang berlatar belakang Bosnia - untuk tujuan memecah wilayah.

Rabu, 02/10/2019 15:34 0

Editorial

Editorial: Wamena, Merdeka, dan Darah Saudara Kita

Ada darah sesama muslim yang tertumpah di tengah seruan Papua merdeka.

Rabu, 02/10/2019 13:10 0

Opini

Hukum yang Terbaik

Oleh: Princess Deaan, ibu rumah tangga, tinggal di Lampung KIBLAT.NET – Tujuan diturunkannya syariat atau...

Rabu, 02/10/2019 12:39 0

Afrika

Mali: 25 Tentara Tewas dan 60 Hilang Akibat Serangan Kelompok “Ekstremis”

Sebelumnya pemerintah mengatakan bahwa lokasi militer di Polkisi dan Mondoro di Mali tengah diserang, tetapi tidak mengatakan berapa banyak yang terbunuh atau terluka.

Rabu, 02/10/2019 10:12 0

Irak

Protes Anti Pemerintah Meletus di Irak, 2 Tewas Ratusan Cedera

Basis protes berada di ibukota Baghdad. Warga di kota-kota lainnya juga menggelar aksi protes dengan tuntutan serupa.

Rabu, 02/10/2019 09:16 0

Artikel

Refleksi 1 Oktober: Behind The Scene Kesaktian Pancasila

Sejauh mana kesaktian Pancasila?

Selasa, 01/10/2019 15:55 0

China

Di HUT ke-70, China Pamerkan “Senjata Pamungkas”

Dongfeng-41, rudal balistik antarbenua yang dikatakan memiliki jangkauan paling jauh dari semua rudal nuklir dan dapat mencapai Amerika Serikat dalam 30 menit.

Selasa, 01/10/2019 15:32 0

Wilayah Lain

Warga Haiti Tuntut PBB Karena Dianggap Penyebab Wabah Kolera

Para korban wabah kolera 2010 di Haiti mengajukan petisi ke pengadilan tertinggi AS pada Selasa (01/09/2019), meminta pertanggungjawaban PBB karena membawa penyakit ke negara mereka.

Selasa, 01/10/2019 14:45 0

Close