... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Demonstrasi Tanpa Henti Mengancam Investasi

Foto: Para siswa ikut turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka, bukan hanya berbekal kata, mereka mempersenjatai diri mereka dengan tongkat dan berbagai alat lainnya. (Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam sepekan terakhir ternyata membuat para pengusaha khawatir. Adanya beberapa demonstrasi yang berujung ricuh dinilai akan memberikan dampak terhadap perekonomian domestik.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan jika demonstrasi terus berlanjut, maka keinginan pemerintah untuk mendorong perekonomian melalui jalur investasi bakal semakin sulit.

“Demonstrasi yang berujung kericuhan itu sudah pasti akan mengganggu situasi ekonomi. Coba dibayangkan jika unjuk rasa terus dibiarkan, pariwisata akan sepi karena ada travel warning, harga saham anjlok, dan kurs rupiah kian merosot,” ujar Executive Director Asosiasi Pengusaha Indonesia, Danang Girindrawardana saat ditemui di Jakarta, Rabu (02/10/2019), dikutip dari Katadata.

Danang menyebut, aksi demonstrasi antara lain membuat omzet pengusaha pada sejumlah sector terutama ritel menurun. Meski demikian, ia belum mengantongi angka kerugian yang timbul.

“Semuanya kan terdampak langsung, mal-mal sepi dan transportasi juga lumpuh,” ujarnya.

Menurut Danang, banyaknya gelombang unjuk rasa juga akan mengurangi kepercayaan investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal itu tentu bertentangan dengan rencana pemerintah yang berupaya untuk mendongkrak investasi guna menggenjot perekonomian.

Sumber: Katadata
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Islamofobia di Bosnia: Retorika Politik hingga Ancaman Nyata

Pelakunya adalah politisi Serbia dan Kroasia - termasuk yang berlatar belakang Bosnia - untuk tujuan memecah wilayah.

Rabu, 02/10/2019 15:34 0

Kiblatorial

Editorial: Wamena, Merdeka, dan Darah Saudara Kita

Ada darah sesama muslim yang tertumpah di tengah seruan Papua merdeka.

Rabu, 02/10/2019 13:10 0

Opini

Hukum yang Terbaik

Oleh: Princess Deaan, ibu rumah tangga, tinggal di Lampung KIBLAT.NET – Tujuan diturunkannya syariat atau...

Rabu, 02/10/2019 12:39 0

Afrika

Mali: 25 Tentara Tewas dan 60 Hilang Akibat Serangan Kelompok “Ekstremis”

Sebelumnya pemerintah mengatakan bahwa lokasi militer di Polkisi dan Mondoro di Mali tengah diserang, tetapi tidak mengatakan berapa banyak yang terbunuh atau terluka.

Rabu, 02/10/2019 10:12 0

Irak

Protes Anti Pemerintah Meletus di Irak, 2 Tewas Ratusan Cedera

Basis protes berada di ibukota Baghdad. Warga di kota-kota lainnya juga menggelar aksi protes dengan tuntutan serupa.

Rabu, 02/10/2019 09:16 0

Tarbiyah Jihadiyah

Surat Yusuf, Penyambung Asa Perjuangan Umat Islam

Ketika intimidasi terhadap dakwah terus menguat, Allah berikan kepada para wali Allah sebuah penawar duka dan penyambung asa, Surat Yusuf adalah kisah sarat hikmah dan pelajaran dalam untaian kalam mulia di dalam Al-Quran

Selasa, 01/10/2019 21:00 1

Artikel

Refleksi 1 Oktober: Behind The Scene Kesaktian Pancasila

Sejauh mana kesaktian Pancasila?

Selasa, 01/10/2019 15:55 0

China

Di HUT ke-70, China Pamerkan “Senjata Pamungkas”

Dongfeng-41, rudal balistik antarbenua yang dikatakan memiliki jangkauan paling jauh dari semua rudal nuklir dan dapat mencapai Amerika Serikat dalam 30 menit.

Selasa, 01/10/2019 15:32 0

Wilayah Lain

Warga Haiti Tuntut PBB Karena Dianggap Penyebab Wabah Kolera

Para korban wabah kolera 2010 di Haiti mengajukan petisi ke pengadilan tertinggi AS pada Selasa (01/09/2019), meminta pertanggungjawaban PBB karena membawa penyakit ke negara mereka.

Selasa, 01/10/2019 14:45 0

Palestina

Masih Ingat Bocah Palestina Ini? Penembaknya Belum Juga Diadili

Ayahnya, Jamal, yang mencoba melindungi putranya dari hujan peluru, terluka dalam insiden itu.

Selasa, 01/10/2019 13:25 0

Close