... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Demonstrasi Anti-Pemerintah Irak Meluas, Rezim Berlakukan Jam Larangan Keluar

KIBLAT.NET, Baghdad – Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengumumkan jam larangan keluar di Baghdad pada Rabu malam (02/10/2019). Jam ini berlaku mulai Kamis (03/010/2019) pukul lima pagi waktu setempat dan berakhir sampai pemberitahuan lebih lanjut.

“Pernyataan panglima angkatan bersenjata Irak: larangan keluar total di Baghdad dari jam 5 pagi pada hari Kamis sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Abdul Mahdi dalam sebuah pernyataannya.

Larangan ini, lanjut Abdul Mahdi, tidak berlaku bagi warga yang hendak menuju bandara, ambulan dan kondisi darurat akibat sakit. Mereka dikecualikan juga para pekerja di departemen layanan seperti rumah sakit, listrik dan layanan pencairan.

Ia menambahkan bahwa gubernur bertanggung jawab membuat keputusan untuk mengumumkan jam malam di provinsi masing-masing.

Jam larangan keluar ini diberlakukan setelah dua hari aksi protes besar-besaran anti pemerintah di Baghdad dan berbagai provinsi lainnya. Massa terlibat bentrok dengan pasukan keamanan di banyak lokasi.

AFP melaporkan, setidaknya lima demonstran tewas tertembak pada Rabu malam di provinsi Dhi Qar. Sehari sebelumnya, dua orang demonstran juga tewas akibat peluru tajam. Sementara korban cedera sudah mencapai ratusan.

Aksi protes kian meluas di hari hari kedua, khususnya di ibukota. Tercatat setidaknya enam lingkungan di ibukota menyaksikan protes anti-pemerintah. Massa melakukan aksi bakar ban dan menutup jalan-jalan utama.

Para pengunjuk rasa berupaya mencapai Lapangan At-Tahrir di pusat ibukota. Lokasi ini kerap menjadi tujuan demontran. Daerah ini bersebelahan dengan Kawasan Hijau yang berisi pusat pemerintahan dan kedutaan asing. Sejak Selasa, pasukan keamanan memperketat penjagaan ke kawasan vital tersebut.

Dewan Provinsi Baghdad meliburkan kerja para staf dan pegawai di bawah lembaganya pada Kamis. Hal ini memberikan ruang besar bagi pasukan keamanan untuk memperkuat diri dalam menghadapi demonstran.

Warga turun ke jalan untuk memprotes banyaknya pengangungguran, buruknya layanan publik dan korupsi di pemerintahan. Demonstrasi ini meletus secara alamiyah, bukan karena seruan para pemuka agama seperti aksi-aksi yang pernah terjadi di Irak.

Irak yang kelelahan akibat perang mengalami pemadaman listrik kronis dan air minum selama bertahun-tahun dan berada di peringkat ke-12 dalam daftar negara-negara paling korup di dunia, menurut Transparency International.

Laporan resmi menunjukkan bahwa sejak jatuhnya rezim Saddam Hussein pada tahun 2003, sekitar $ 450 miliar dana publik hilang, empat kali lipat dari anggaran negara, dan lebih dari dua kali lipat produk domestik bruto Irak.

Sumber: Reuters, AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Para Perusuh Teridentifikasi Bukan Warga Asli Wamena

Para perusuh di Wamena, Papua, diidentifikasi bukan warga asli Wamena, melainkan dari daerah lain.

Kamis, 03/10/2019 06:51 1

Indonesia

Demonstrasi Tanpa Henti Mengancam Investasi

Mahasiswa turun ke jalan, pengusaha pun deg-degan.

Kamis, 03/10/2019 06:32 0

Kiblatorial

Editorial: Wamena, Merdeka, dan Darah Saudara Kita

Ada darah sesama muslim yang tertumpah di tengah seruan Papua merdeka.

Rabu, 02/10/2019 13:10 0

Opini

Hukum yang Terbaik

Oleh: Princess Deaan, ibu rumah tangga, tinggal di Lampung KIBLAT.NET – Tujuan diturunkannya syariat atau...

Rabu, 02/10/2019 12:39 0

Indonesia

Wagub Sumbar: Ada Warga Minang di Wamena yang Pura-pura Mati Supaya Selamat

Wagub Sumbar: Ada Warga Minang di Wamena yang Pura-pura Mati Supaya Selamat

Rabu, 02/10/2019 11:52 0

Indonesia

17 Ribu Pengungsi Kerusuhan Wamena Tunggu Antrean Evakuasi

"Mereka sedang menunggu antrian untuk dievakuasi dari Wamena menuju Sentani. Mereka mendaftar ke TNI AU secara berkelompok 120-150 orang, mereka harus terdaftar dalam kelompok melampirkan KTP dan KK, baru bisa diangkut," jelasnya.

Rabu, 02/10/2019 11:36 0

Indonesia

Gubernur Sumbar Sebut Tidak Ada Konflik Etnik di Wamena

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengklaim bahwa tidak ada konflik etnik di Wamena, Papua.

Rabu, 02/10/2019 11:32 0

Indonesia

Ini Pesan UAS untuk Warga Minang Korban Kerusuhan Wamena

"Oleh sebab itu, Minang mesti bangkit. Kau jihad awak kini (ini jihad kita), tapi jihad awak ndak bantuak urang sabalah membaka (tapi jihad kita tidak seperti orang sebelah, membakar), jihad awak manolong (jihad kita menolong). Maka, buatlah posko-posko," ujar UAS serak.

Rabu, 02/10/2019 11:19 0

Indonesia

Gubernur Sumbar Gelar Penggalangan Dana untuk Warga Minang Korban Kerusuhan Wamena

Pemerintah Daerah Sumatera barat bersama masyarakat Minang yang berada di Jakarta menggelar penggalangan dana untuk korban kekerasan di Wamena.

Rabu, 02/10/2019 11:14 0

Indonesia

KLHK Akan Kejar Pelaku Karhutla ke Mana Pun

“Ini kejahatan yang sangat serius," lanjutnya.

Rabu, 02/10/2019 11:02 0

Close
CLOSE
CLOSE