... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

17 Ribu Pengungsi Kerusuhan Wamena Tunggu Antrean Evakuasi

KIBLAT.NET, Sentani – Tenaga medis dari lembaga Para Relawan Indonesia (PRI), Hisbullah Amin, mengabarkan kondisi terkini di Kabupaten Wamena, Papua, pasca kerusuhan. Ia yang sempat ditugaskan di sana menyebut wilayah kantor Bupati habis dibakar para perusuh.

“Kondisi di Wamena, itu kantor pemerintahan sudah terbakar semua, pak bupatinya sekarang ngantor di gedung yang masih bisa digunakan. Kemudian pasar-pasar sudah berfungsi, namun masih banyak yang tidak,” ujar Hisbullah saat dihubungi Kiblat.net, Rabu (02/10/2019).

Namun, aparat keamanan masih terus mengawasi dan mengamankan titik-titik daerah masyarakat, yang salah satunya adalah pasar yang mulai ada aktifitas warga. Selain itu, Hisbullah mengabarkan setidaknya ada beberapa titik pengungsian di Wamena, seperti Masjid, Gereja, Kantor DPRD, Polres dan Kodim.

Secara bertahap, masyarakat Wamena, baik pendatang maupun Orang Asli Papua (OAP) masih mengantre untuk dievakuasi ke luar Wamena.

“Mereka sedang menunggu antrean untuk dievakuasi dari Wamena menuju Sentani. Mereka mendaftar ke TNI AU secara berkelompok 120-150 orang, mereka harus terdaftar dalam kelompok melampirkan KTP dan KK, baru bisa diangkut,” jelasnya.

Sesampainya di Sentani, para pengungsi kemudian diarahkan ke beberapa titik pengungsian, baik di Lapangan Udara TNI AU, Batalyon 751 Raider dan Rindam, Masjid Al Aqso Sentani, dan ada beberapa paguyuban daerah.

Menurut Hisbullah, sedikitnya 3000 pengungsi sudah dievakuasi, dan menurut masyarakat di Wamena, setidaknya masih ada 17.000 orang yang masih antre untuk dievakuasi.

BACA JUGA  PKS: Dr. Ahzami Ulama yang Aktif Dakwah Membimbing Umat

“Karena di Wamena sendiri, ada 5000 sampai 8000 orang. Dan masih ada dari Tolikara, dan daerah di dekatnya. Karena mereka masih merasa sewaktu-waktu bisa terjadi kejadian serupa di Wamena. Mereka masih merasa terancam,” ujarnya.

Evakuasi sendiri, jelas Hisbullah, dilakukan dengan pesawat Hercules milik TNI. Namun, ia mengatakan penerbangan komersil sudah mulai dibuka, sehingga masyarakat bisa pergi secara mandiri.

Bahkan, berdasarkan penuturan masyarakat di sana, di awal kerusuhan Wamena, evakuasi warga juga menggunakan pesawat kargo. Namun, beberapa hari terakhir sudah tidak dilakukan lagi, karena memang pesawat kargo bukan untuk mengangkut orang.

“Sampai kapan gelombang pengungsi tidak bisa diprediksi, karena rasa takut sangat subjektif. Namun, antrean untuk dievakuasi masih ada itu datanya di Lanud,” tukasnya.

Wamena, selama beberapa pekan terakhir, dilanda tragedi kemanusiaan. Dikabarkan, sudah puluhan orang meninggal, ratusan terluka, dan ribuan warga pendatang terpaksa mengungsi, karena diusir dan diancam oleh sebagian besar warga setempat yang sebelumnya melakukan unjuk rasa disertai perusakan, pembakaran, bahkan pembunuhan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Mali: 25 Tentara Tewas dan 60 Hilang Akibat Serangan Kelompok “Ekstremis”

Sebelumnya pemerintah mengatakan bahwa lokasi militer di Polkisi dan Mondoro di Mali tengah diserang, tetapi tidak mengatakan berapa banyak yang terbunuh atau terluka.

Rabu, 02/10/2019 10:12 0

Irak

Protes Anti Pemerintah Meletus di Irak, 2 Tewas Ratusan Cedera

Basis protes berada di ibukota Baghdad. Warga di kota-kota lainnya juga menggelar aksi protes dengan tuntutan serupa.

Rabu, 02/10/2019 09:16 0

Tarbiyah Jihadiyah

Surat Yusuf, Penyambung Asa Perjuangan Umat Islam

Ketika intimidasi terhadap dakwah terus menguat, Allah berikan kepada para wali Allah sebuah penawar duka dan penyambung asa, Surat Yusuf adalah kisah sarat hikmah dan pelajaran dalam untaian kalam mulia di dalam Al-Quran

Selasa, 01/10/2019 21:00 1

Artikel

Refleksi 1 Oktober: Behind The Scene Kesaktian Pancasila

Sejauh mana kesaktian Pancasila?

Selasa, 01/10/2019 15:55 0

China

Di HUT ke-70, China Pamerkan “Senjata Pamungkas”

Dongfeng-41, rudal balistik antarbenua yang dikatakan memiliki jangkauan paling jauh dari semua rudal nuklir dan dapat mencapai Amerika Serikat dalam 30 menit.

Selasa, 01/10/2019 15:32 0

Wilayah Lain

Warga Haiti Tuntut PBB Karena Dianggap Penyebab Wabah Kolera

Para korban wabah kolera 2010 di Haiti mengajukan petisi ke pengadilan tertinggi AS pada Selasa (01/09/2019), meminta pertanggungjawaban PBB karena membawa penyakit ke negara mereka.

Selasa, 01/10/2019 14:45 0

Palestina

Masih Ingat Bocah Palestina Ini? Penembaknya Belum Juga Diadili

Ayahnya, Jamal, yang mencoba melindungi putranya dari hujan peluru, terluka dalam insiden itu.

Selasa, 01/10/2019 13:25 0

Turki

Konferensi Pers di Turki, Oposisi Politik Suriah Seru Perangi HTS

Seruan pejabat tinggi oposisi politik Suriah ini datang dalam konferensi pers yang diadakannya di Istanbul, Turki, pada Senin (30/09/2019).

Selasa, 01/10/2019 09:47 0

Irak

Perlintasan Irak-Suriah Kembali Dibuka, Keuntungan Bagi Iran

Di sisi wilayah Irak, saat ini dikendalikan oleh milisi-milisi Syiah lokal yang bersekutu dengan Iran. Milisi yang dikenal dengan koalisi Al-Hasd Al-Syakbi itu mengontrol sepanjang perbatasan dan memiliki lokasi yang tidak jauh dari pangkalan militer yang menampung tentara AS.

Selasa, 01/10/2019 08:43 0

Afrika

Al-Shabaab Somalia Serang Pangkalan AS dan Konvoi Militer Italia

Gerakan Al-Shabaab Mujahidin Somalia menyerang pangkalan udara AS dan konvoi penasihat militer Uni Eropa dalam dua serangan terpisah pada Senin (30/09/2019).

Selasa, 01/10/2019 07:41 0

Close