... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perlintasan Irak-Suriah Kembali Dibuka, Keuntungan Bagi Iran

Foto: Perlintasan Al-Qaim

KIBLAT.NET, Baghdad – Irak membuka kembali perlintasan perbatasan Al-Qaim, pintu penghubung Irak dan Suriah, pada Senin (30/09/2019). Perlintasan ini ditutup selama delapan tahun menyusul konflik di kedua negara. Pembukaan jalur penyeberangan ini menguntungkan sekutu kedua negara, Iran.

Para pejabat Irak mengumumkan bahwa perlintasan Al-Qaim telah dibuka untuk pelancong dan perdagangan. Perlintasan ini dianggap sangat penting bagi upaya Iran untuk mengkonsolidasikan pengaruhnya yang tumbuh di koridor darat yang membentang dari Teheran ke Beirut.

Menteri Dalam Negeri Suriah Mohammad Khaled Al-Rahman mengatakan, pembukaan penyeberangan ini merupakan “hasil kemenangan rakyat kami di Suriah dan Irak atas organisasi teroris dengan berbagai nama, yang dipimpin oleh ISIS.”

Kepala Badan Penyeberangan Perbatasan, Kazem Al-Oqabi, mengatakan dalam upacara pembukaan bahwa langkah ini akan menghidupkan kembali kerja sama ekonomi antara Suriah dan Irak

Pada November 2017, pemerintah Irak mengambil alih kembali Al-Qaim yang terletak di provinsi barat Anbar dari Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS). Al-Qaim yang berarak 300 km sebelah barat Baghdad itu merupakan kota paling akhir yang dikontrol ISIS di Irak.

Al-Qaim bersebelahan dengan kota Albukamal di Suriah, yang sebelumnya juga basis ISIS. Kedua kota itu berada pada rute pasokan strategis. Perlintasan ini dibuka hanya untuk lalu lintas pemerintah dan militer sejak 2011.

Pemerintah Suriah dengan dukungan kuat milisi-milisi bentukan Iran berhasil merebut kembali Albukamal yang dilintasi Sungai Eufrat itu dari cengkeraman ISIS menjelang akhir 2017.

BACA JUGA  Loyalis Sadr Mulai Serang Demonstran Irak, 5 Orang Tewas

Di sisi wilayah Irak, saat ini dikendalikan oleh milisi-milisi Syiah lokal yang bersekutu dengan Iran. Milisi yang dikenal dengan koalisi Al-Hasd Al-Syakbi itu mengontrol sepanjang perbatasan dan memiliki lokasi yang tidak jauh dari pangkalan militer yang menampung tentara AS.

Sebuah sumber keamanan di Al-Qaim mengatakan kepada Reuters bahwa Al-Hasd Al-Syakbi akan terlibat dalam mengamankan perlintasan.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS mengendalikan wilayah Suriah di sisi lain di kota Albukamal di tepi timur Sungai Eufrat.

Ketegangan AS-Iran

Kehadiran sekutu Iran di kedua sisi perbatasan, dan di dekat posisi pasukan AS dan faksi-faksi sekutunya, meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, yang terkunci dalam kebuntuan atas program nuklir Teheran dan kegiatan di wilayah tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat, tahun lalu, menarik diri dari perjanjian nuklir yang ditandatangani antara Teheran dan negara-negara besar pada 2015 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

ISIS merebut wilayah luas di Irak dan Suriah pada tahun 2014. Mereka juga mengumumkan berdirinya “kekhalifahan” di wilayah yang mereka kendalikan di kedua negara.

Irak menyatakan kemenangan penuh atas kelompok itu pada 2017, dan ISIS kehilangan kantong terakhir mereka di Suriah awal tahun ini.

Irak baru-baru ini menyerukan Suriah untuk melanjutkan keanggotaan di Liga Arab setelah ditangguhkan pada 2011 setelah penumpasan terhadap pengunjuk rasa pada awal perang saudara.

BACA JUGA  AS Mulai Kosongkan 15 Pangkalan Militer di Irak

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulh El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Antara Natsir, Soekarno, dan Komunisme

Natsir mewakili Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dengan penuh percaya diri menyatakan kehendaknya supaya negara Republik Indonesia ini berdasarkan Islam.

Senin, 30/09/2019 16:27 0

Indonesia

PKS: Presiden Harus Lakukan Langkah Cepat Selesaikan Rusuh Wamena

PKS: Presiden Harus Lakukan Langkah Cepat Selesaikan Rusuh Wamena

Senin, 30/09/2019 15:01 0

Indonesia

Kerusuhan di Wamena, Fraksi PKS Sesalkan Pemerintah Tak Mampu Deteksi Dini

Kerusuhan di Wamena, Fraksi PKS Sesalkan Pemerintah Tak Mampu Deteksi Dini

Senin, 30/09/2019 14:29 0

Indonesia

Aksi Anti-Islamofobia di Jerman Diserang Oknum Bersenjata Tajam

Sebuah aksi kampanye anti-Islamofobia yang digelar di Jerman pada Sabtu lalu (28/09/2019) mendapat serangan kekerasan.

Senin, 30/09/2019 14:00 0

Indonesia

Sekjen MUI: Pembantaian di Wamena Biadab

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan adanya kerusuhan yang terjadi di Wamena.

Senin, 30/09/2019 11:56 0

Download

Agama dan Kitab Suci

Bagaimana kondisi objektif agama-agama yang berlaku di Indonesia beserta kitab sucinya?

Ahad, 29/09/2019 06:19 0

Munaqosyah

Telaah Sanad Hadits “Tetap Taat Meski Punggungmu Dipukul” (Bagian 2)

Jikalau sebelumnya kita membahas riwayat dan redaksi yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin al-Yaman, maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas redaksi dan riwayat serupa yang berasal dari Ubadah bin ash-Shamit.

Sabtu, 28/09/2019 17:48 1

Indonesia

Puluhan Warga Meninggal Pasca Gempa Ambon

20 korban dinyatakan meninggal dunia pascagempa

Sabtu, 28/09/2019 17:03 0

Indonesia

Ada Korban Meninggal, Komisi III DPR Minta Polri Tangani Aksi Massa Sesuai Prosedur

Ada Korban Meninggal, Komisi III DPR Minta Polri Tangani Aksi Massa Sesuai Prosedur

Sabtu, 28/09/2019 15:52 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Kekerasan di Wamena Seharusnya Bisa Diantisipasi Pemerintah

Din Syamsuddin: Kekerasan di Wamena Seharusnya Bisa Diantisipasi Pemerintah

Sabtu, 28/09/2019 14:59 0

Close