Bin Salman Bahas Penempatan Pasukan AS di Arab Saudi

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Pertahanan AS Mark Esper membahas mobilisasi pasukan Amerika ke Arab Saudi dengan Pangeran Mahkota Muhammad bin Salman melalui telepon pada Rabu (25/09/2019). Demikian dilaporkan kantor berita resmi kerajaan, SPA.

Presiden Donald Trump mengizinkan penempatan ratusan tentara Amerika ke kerajaan awal bulan ini, setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi pada 14 September.

Menurut pernyataan SPA, Esper mengatakan kepada bin Salman bahwa Washington akan melakukan “semua yang diperlukan untuk membantu kerajaan mempertahankan diri”.

Pemberontak Syiah Hutsi Yaman telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi pejabat AS dan Saudi bersikeras bahwa Iran berada di balik insiden itu – tuduhan yang dibantah Teheran.

“Menteri Pertahanan AS menekankan bahwa kebijakan agresif Iran, yang mengacaukan kawasan itu, harus diatasi,” kata pernyataan SPA.

“Putra mahkota menggambarkan serangan terhadap fasilitas minyak Saudi sebagai tindakan berbahaya bagi dunia.”

Sebelumnya pada hari Rabu, diplomat senior Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kerajaan tahu “pasti” bahwa senjata yang digunakan dalam serangan itu adalah “buatan Iran”.

Berbicara pada pertemuan anti-Iran di New York, Jubeir menyebut Iran merencanakan pembunuhan dan berusaha menghancurkan negara-negara Arab, termasuk Yaman.

Jubeir mengatakan Riyadh masih mempertimbangkan tanggapan terhadap serangan terhadap fasilitas minyak dan akan mengambil keputusan setelah penyelidikan berakhir.

“Ada serangkaian opsi yang akan kami pertimbangkan, dan kami akan membuat keputusan yang tepat, yang mencakup opsi diplomatik, yang mencakup opsi ekonomi dan itu termasuk opsi militer,” kata Jubeir.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat