... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tiga Orang Dikeroyok di India Karena Menyembelih Sapi, Satu Meninggal

Foto: Sapi dianggap sebagai hewan suci di India.

KIBLAT.NET, Ranchi – Massa di India membunuh seorang pria yang dituduh telah menyembelih seekor sapi. Di India yang mayoritas beragama Hindu, sapi merupakan hewan yang dianggap suci.

Pejabat senior kepolisian di negara bagian Jharkhand Timur, M.L. Meena mengatakan bahwa sebanyak 10 hingga 15 orang mengeroyok tiga orang yang dituduh menyembelih sapi di hutan yang berjarak sekitar 50 km dari Ibukota negara bagian Ranchi.

“Penduduk desa memukuli mereka dengan keras,” kata Meena dalam pernyataannya pada hari Senin (23/09/2019), dikutip dari kantor berita Reuters.

Salah satu dari mereka meninggal dan yang lain menderita luka-luka. Satu pria masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara satu korban lainnya menderita luka ringan.

Polisi kini telah menahan delapan orang yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri hingga merenggut nyawa di distrik Khunti itu.

“Polisi sedang menyelidiki masalah ini. Kami sedang menangani kasus pembunuhan ini,” kata Meena.

Diketahui, di India sering terjadi serangan terhadap mereka yang dituduh membunuh sapi untuk daging atau kulitnya, terutama orang-orang dari komunitas muslim minoritas atau mereka yang berada di anak tangga rendah dalam sistem kasta kuno India.

Namun, korban penyerangan kali ini bukan berasal dari komunitas muslim.

“Tiga orang yang diserang massa pada hari Minggu bukan muslim,” tambah Meena.

Sumber: Reuters
Penulis: Qoidul Mujahidin
Editor: Rusydan Abdul Hadi

BACA JUGA  Cabut Otonomi Sepihak, India Bagi Kashmir Jadi Dua Wilayah

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Nasir Djamil Minta Pemerintah Tetapkan Kabut Asap Sebagai Bencana Nasional

Nasir Djamil Minta Pemerintah Tetapkan Kabut Asap Sebagai Bencana Nasional

Selasa, 24/09/2019 00:15 0

Indonesia

IJTI: RKUHP Ancam Kebebasan Pers

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menolak revisi Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP)

Senin, 23/09/2019 16:48 0

Indonesia

PKB Minta Pemerintah Umumkan Pelaku Pembakaran Hutan

PKB Minta Pemerintah Umumkan Pelaku Pembakaran Hutan

Senin, 23/09/2019 15:11 0

Indonesia

Asap Pontianak Masih Sesak dan Ini Sama Sekali Tidak Lebay

Asap Pontianak masih sesak dan ini sama sekali tidak lebay.

Senin, 23/09/2019 14:32 0

Indonesia

Kasus Karhutla, Pejabat Pemerintah Diminta Berhenti Saling Lempar Tanggungjawab

Yati Andriani juga mengimbau agar pemerintah membangun kerjasama antar wilayah untuk penanganan kasus kebakaran hutan.

Senin, 23/09/2019 14:22 0

Indonesia

Kasus Kebakaran Hutan Bentuk Kejahatan Ekosida

Yati Andriani menegaskan bahwa kabut asap yang terjadi merupakan kejahatan ekosida.

Senin, 23/09/2019 13:45 0

Indonesia

Hafal Al-Quran 30 Juz Dalam Waktu 60 Hari, Santri SMP Dimsa Diwisuda

Sebanyak 36 Santri SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) mengikuti wisuda Program Daruroh Tahfidz 30 juz

Senin, 23/09/2019 11:54 0

Artikel

Mengapa Jurnalisme Islam (Harus) Ada? Sebuah Tanggapan untuk Muhamad Heychael

Tentu saja, jurnalisme Islam tidak bersifat tertutup, bahkan sangat terbuka dengan gagasan-gasan dalam dunia jurnalisme. Gagasan tersebut nantinya akan dilihat dari sudut pandang Islam sebagai satu pandangan hidup.

Sabtu, 21/09/2019 14:39 0

Indonesia

Pakar Pidana Kritik Perbedaan Sikap Jokowi Soal RKUHP dan RUU KPK

Presiden tidak meminta agar RUU KPK ditunda karena menuai kontroversi.

Sabtu, 21/09/2019 14:22 0

Indonesia

Sebut RUU P-KS Akan Selesai Dalam Tiga Hari, AILA: Panja Inkonsisten

Ketua Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA), Rita Soebagyo menilai ada inskonsistensi dalam ucapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat,

Jum'at, 20/09/2019 20:23 0

Close