... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB Umumkan Pembentukan Komisi Konstitusi Suriah

Foto: Sekjen PBB Antonio Guterres

KIBLAT.NET, New York – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (23/09/2019) mengumumkan pembentukan Komisi Konstitusi Suriah yang terdiri dari perwakilan rezim, oposisi dan masyarakat sipil. Pembentukan komisi ini bertujuan meninjau kembali konstitusi dan menemukan solusi politik untuk mengakhiri konflik bersenjata yang sudah berjalan delapan tahun.

“Saya sangat percaya bahwa pembentukan komisi konstitusi yang dipimpin dan diorganisir oleh Suriah sendiri dapat menandai awal jalan politik menuju solusi,” kata Guterres kepada wartawan di markas besar PBB di New York.

Akan tetapi, para analis memperingatkan dan bertanya-tanya bagaimana terobosan apa pun dapat dicapai ketika Presiden Bashar al-Assad yang didukung Rusia memperketat cengkeraman kekuasaan pada setiap bulan yang berlalu.

Guterres menambahkan di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB ke-74 di New York bahwa utusan saya (ke Suriah selain Pederson) akan membentuk komisi konstitusi dalam beberapa pekan mendatang.

Komisi tersebut, jelasnya, terdiri dari 150 anggota, dengan rincian 50 anggota dari rezim di Damaskus, 50 dari kubu oposisi, dan 50 lainnya Utusan Khusus PBB. Tujuan pembentukan ini untuk memperhitungkan pandangan para pakar dan perwakilan masyarakat sipil.

Departemen Luar Negeri AS menyambut pengumuman Guterres ini. Dalam pernyataannya, Deplu AS engatakan, “ini adalah langkah yang menggembirakan menuju solusi politik untuk konflik Suriah. Akan tetapi masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, menyerukan Assad untuk menerima keinginan rakyat Suriah untuk hidup dalam damai.”

Menteri Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini menyambut baik pengumuman itu dan mengatakan “memberi harapan lagi kepada Suriah.”

“Kami menantikan pertemuan pertama Komisi Konstitusi pada kesempatan paling awal, dan kami mengharapkannya untuk mewakili proses yang pada akhirnya akan mengarah pada perdamaian yang jelas-jelas dibutuhkan dan layak diterima oleh Suriah,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman ini datang setelah Guterres mengatakan pekan lalu bahwa kesepakatan telah dicapai pada “komposisi komisi”.

Sementara itu, milisi Kurdi yang mengontrol wilayah luas di Suriah timur tidak masuk dalam komisi ini.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Nasir Djamil Minta Pemerintah Tetapkan Kabut Asap Sebagai Bencana Nasional

Nasir Djamil Minta Pemerintah Tetapkan Kabut Asap Sebagai Bencana Nasional

Selasa, 24/09/2019 00:15 0

Indonesia

IJTI: RKUHP Ancam Kebebasan Pers

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menolak revisi Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP)

Senin, 23/09/2019 16:48 0

Indonesia

PKB Minta Pemerintah Umumkan Pelaku Pembakaran Hutan

PKB Minta Pemerintah Umumkan Pelaku Pembakaran Hutan

Senin, 23/09/2019 15:11 0

Indonesia

Asap Pontianak Masih Sesak dan Ini Sama Sekali Tidak Lebay

Asap Pontianak masih sesak dan ini sama sekali tidak lebay.

Senin, 23/09/2019 14:32 0

Indonesia

Kasus Karhutla, Pejabat Pemerintah Diminta Berhenti Saling Lempar Tanggungjawab

Yati Andriani juga mengimbau agar pemerintah membangun kerjasama antar wilayah untuk penanganan kasus kebakaran hutan.

Senin, 23/09/2019 14:22 0

Indonesia

Kasus Kebakaran Hutan Bentuk Kejahatan Ekosida

Yati Andriani menegaskan bahwa kabut asap yang terjadi merupakan kejahatan ekosida.

Senin, 23/09/2019 13:45 0

Indonesia

Hafal Al-Quran 30 Juz Dalam Waktu 60 Hari, Santri SMP Dimsa Diwisuda

Sebanyak 36 Santri SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) mengikuti wisuda Program Daruroh Tahfidz 30 juz

Senin, 23/09/2019 11:54 0

Artikel

Mengapa Jurnalisme Islam (Harus) Ada? Sebuah Tanggapan untuk Muhamad Heychael

Tentu saja, jurnalisme Islam tidak bersifat tertutup, bahkan sangat terbuka dengan gagasan-gasan dalam dunia jurnalisme. Gagasan tersebut nantinya akan dilihat dari sudut pandang Islam sebagai satu pandangan hidup.

Sabtu, 21/09/2019 14:39 0

Indonesia

Pakar Pidana Kritik Perbedaan Sikap Jokowi Soal RKUHP dan RUU KPK

Presiden tidak meminta agar RUU KPK ditunda karena menuai kontroversi.

Sabtu, 21/09/2019 14:22 0

Indonesia

Sebut RUU P-KS Akan Selesai Dalam Tiga Hari, AILA: Panja Inkonsisten

Ketua Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA), Rita Soebagyo menilai ada inskonsistensi dalam ucapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat,

Jum'at, 20/09/2019 20:23 0

Close