... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rakyat Mesir Turun ke Jalan, Tuntut Al-Sisi Mundur

Foto: Demo Mesir

KIBLAT.NET, Kairo – Tekanan politik yang dikombinasikan dengan kemunduran ekonomi telah mendorong rakyat Mesir mengorganisir demonstrasi massa melawan Presiden Abdul-Fattah al-Sisi, yang memimpin kudeta berdarah pada tahun 2013.

Pada 2011, ketika Musim Semi Arab menyapu kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Mesir menjadi negara sentral dalam protes terhadap mantan pemimpin otokratis Hosni Mubarak, yang telah memerintah negara itu selama tiga dekade.

Lapangan Tahrir yang terkenal di dunia adalah tempat jutaan orang berkumpul dari berbagai sisi politik dan ekonomi untuk menantang pemerintahan Mubarak.

Sebagai salah satu dari sedikit keberhasilan Musim Semi Arab, orang Mesir berhasil beralih ke demokrasi. Pemilihan diadakan tahun berikutnya, menghasilkan kemenangan demokratis mantan Presiden Muhammed Mursi.

Namun, Mesir sekali lagi menderita ketika presiden saat ini, al-Sisi, yang saat itu kepala pasukan, mengatur kudeta berdarah terhadap presiden pertama yang dipilih secara bebas di negara itu. Ribuan orang menolak langkah tentara dan berdemonstrasi.

Tapi hasilnya memalukan. Ribuan orang tewas di Lapangan Rabaa dalam satu malam dengan alasan bahwa tentara harus membubarkan para pengunjuk rasa untuk menjaga ketertiban. Itu adalah awal dari mimpi buruk yang panjang bagi Mesir dan rakyatnya.

Selain Ikhwanul Muslimin, yang dicap sebagai organisasi teror oleh rezim baru, para pembangkang politik lainnya juga dibungkam. Kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa ribuan orang dipenjara tanpa dakwaan yang tepat dan ratusan orang meninggal karena penyiksaan dan kondisi buruk.

Mursi meninggal dua bulan lalu dalam salah satu persidangan. Pendukungnya mengklaim bahwa ia membutuhkan perawatan untuk penyakitnya tetapi tidak mendapat akses ke fasilitas medis.

Pada saat yang sama, Mesir terseret ke dalam kekacauan ekonomi. Pemodal utama kudeta dan rezim saat ini adalah negara-negara Teluk tertentu, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Namun, aliran uang tidak cukup untuk membuat kemajuan ekonomi, sementara negara itu harus mengatasi pemberontakan di wilayah Sinai dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

Tekanan politik, bersama dengan kemunduran ekonomi, telah memaksa rakyat Mesir turun ke jalan. Pengusaha Mesir, Mohammad Ali, memainkan peran penting dalam memicu protes melalui videonya di YouTube.

Dia menyatakan telah menyaksikan penyalahgunaan dana publik karena pengeluaran mewah al-Sisi dan pejabat yang dekat dengannya. Ali bahkan menyebut al-Sisi menghabiskan dana publik untuk membangun sebuah makam untuk ibunya, yang meninggal pada tahun 2014.

Menanggapi protes, al-Sisi telah memerintahkan pasukan keamanan untuk membubarkan para demonstran. Polisi menggunakan gas air mata. Meskipun tidak ada korban yang dilaporkan, orang-orang khawatir karena pasukan keamanan Mesir telah menunjukkan bahwa mereka tidak menahan diri untuk menembak orang mereka sendiri.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

IJTI: RKUHP Ancam Kebebasan Pers

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menolak revisi Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP)

Senin, 23/09/2019 16:48 0

Indonesia

PKB Minta Pemerintah Umumkan Pelaku Pembakaran Hutan

PKB Minta Pemerintah Umumkan Pelaku Pembakaran Hutan

Senin, 23/09/2019 15:11 0

Indonesia

Asap Pontianak Masih Sesak dan Ini Sama Sekali Tidak Lebay

Asap Pontianak masih sesak dan ini sama sekali tidak lebay.

Senin, 23/09/2019 14:32 0

Indonesia

Kasus Karhutla, Pejabat Pemerintah Diminta Berhenti Saling Lempar Tanggungjawab

Yati Andriani juga mengimbau agar pemerintah membangun kerjasama antar wilayah untuk penanganan kasus kebakaran hutan.

Senin, 23/09/2019 14:22 0

Indonesia

Kasus Kebakaran Hutan Bentuk Kejahatan Ekosida

Yati Andriani menegaskan bahwa kabut asap yang terjadi merupakan kejahatan ekosida.

Senin, 23/09/2019 13:45 0

Indonesia

Hafal Al-Quran 30 Juz Dalam Waktu 60 Hari, Santri SMP Dimsa Diwisuda

Sebanyak 36 Santri SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) mengikuti wisuda Program Daruroh Tahfidz 30 juz

Senin, 23/09/2019 11:54 0

Artikel

Mengapa Jurnalisme Islam (Harus) Ada? Sebuah Tanggapan untuk Muhamad Heychael

Tentu saja, jurnalisme Islam tidak bersifat tertutup, bahkan sangat terbuka dengan gagasan-gasan dalam dunia jurnalisme. Gagasan tersebut nantinya akan dilihat dari sudut pandang Islam sebagai satu pandangan hidup.

Sabtu, 21/09/2019 14:39 0

Indonesia

Pakar Pidana Kritik Perbedaan Sikap Jokowi Soal RKUHP dan RUU KPK

Presiden tidak meminta agar RUU KPK ditunda karena menuai kontroversi.

Sabtu, 21/09/2019 14:22 0

Indonesia

Sebut RUU P-KS Akan Selesai Dalam Tiga Hari, AILA: Panja Inkonsisten

Ketua Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA), Rita Soebagyo menilai ada inskonsistensi dalam ucapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat,

Jum'at, 20/09/2019 20:23 0

Indonesia

PKS Perjuangkan Aspirasi Ulama dan Ormas Islam Dalam Undang-Undang Pesantren

RUU Pesantren akan disahkan oleh DPR dalam waktu dekat.

Jum'at, 20/09/2019 18:41 0

Close