... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Pidana Kritik Perbedaan Sikap Jokowi Soal RKUHP dan RUU KPK

Foto: Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad (sumber: Radar Bogor)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar, Suparji Ahmad mempertanyakan sikap Presiden Jokowi yang meminta agar pengesahan RKUHP ditunda. Sebab, Presiden tidak meminta agar RUU KPK ditunda karena menuai kontroversi.

“Ada apa dengan Presiden ini, kalau alasananya menyaring aspirasi masyarakat kenapa (RUU) KPK kemarin tidak menunda juga. Ada perbedaan sikap, kalau alasannya mendengar masukan dari publik,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (21/09/2019).

Menurutnya, dari sisi materi RKUHP ada yang baik. Misalnya pasal yang mengatur kumpul kebo. Ia menyebutkan bahwa selama ini kumpul kebo tidak dilarang dan tidak termasuk perzinahan.

“Menurut KUHP seseorang yang sudah nikah lalu melakukan hubungan dengan orang lain baru perzinahan. Kalau belum menikah dan saling suka dianggap biasa,” paparnya.

“Itu kan bertentangan dengan agama, moral, nilai yang ada. Kalau di kampung kan kumpul kebo malah diarak, itu kan malah tidak baik,” sambungnya.

Suparji menyebutkan bahwa seandainya DPR menyetujui supaya menunda salah satu yang dihapus pasal penghinaan presiden. Sebab, ia tak menampik pasal ini memang terkesan pasal karet.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta DPR RI menunda mengesahkan RKUHP yang sudah direncanakan pada Selasa 24 September mendatang, karena derasnya penolakan dari masyarakat.

“Saya perintahkan Menkumham untuk sampaikan sikap ini pada DPR yaitu agar pengesahan RUU KUHP ditunda,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 20 September kemarin.

BACA JUGA  Indonesia Terpilih Kembali Menjadi Anggota Dewan HAM PBB

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Tak Sampai Lima Jam, 34 Juta Orang Akan Mati Jika Terjadi Perang Nuklir

Sebuah simulasi mengungkapkan kekacauan mengerikan yang akan terjadi jika AS dan Rusia berperang.

Jum'at, 20/09/2019 17:45 0

Yaman

Koalisi Saudi Luncurkan Operasi Baru terhadap Pemberontak Hutsi

Ini menjadi operasi pertama sejak serangan terhadap industri minyak kerajaan.

Jum'at, 20/09/2019 16:04 0

Arab Saudi

Terkena Stroke, Eks Presiden Tunisia Ben Ali Meninggal di Arab Saudi

Jatuhnya Ben Ali memicu pemberontakan serupa terhadap para pemimpin otoriter lainnya di seluruh wilayah Arab, memicu penggulingan Hosni Mubarak Mesir dan Moammar Gadhafi Libya pada tahun yang sama.

Jum'at, 20/09/2019 14:43 0

Afghanistan

Drone AS Rudal Kumpulan Petani Afghan yang Sedang Istirahat, 30 Tewas

"Para pekerja menyalakan api dan mereka duduk bersama ketika sebuah drone menargetkan mereka," kata Malik Rahat Gul, seorang pemimpin suku di distrik Tangi kepada Reuters melalui sambungan telepon.

Jum'at, 20/09/2019 08:41 0

Amerika

AS Keluarkan Visa untuk Presiden dan Menlu Iran Berkunjung ke New York

Visa itu mengizinkan Rouhani dan Zarif hadir dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB, pekan depan, di New York.

Jum'at, 20/09/2019 08:16 0

Amerika

Ketiga Belas Kalinya, Rusia Veto Proposal terkait Suriah di DK PBB

China juga menggunakan hak veto untuk mendukung sikap Rusia tersebut dalam pemungutan suara pada Kamis (19/09/2019) itu. Ini merupakan kali ketujuh China memveto resolusi terhadap konflik Suriah di DK PBB.

Jum'at, 20/09/2019 07:24 0

Analisis

Hamzah Bin Ladin, Ikon Jihadis Milenial dan Masa Depan Al-Qaidah

“Hamzah adalah tokoh penting karena nasab keluarga dan usianya,” kata Hoffman. Sebagai anak muda, Hamzah menjadi ikon yang menarik bagi sesamanya, generasi milenial yang lahir setelah era 1990-an dan awal 2000-an.

Kamis, 19/09/2019 21:44 0

Suriah

Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Sistem rudal pertahanan udara S-300 dan S-400 Rusia, yang dianggap sebagai salah satu senjata pertahanan udara paling canggih di dunia, gagal mendeteksi pesawat tempur Israel yang terbang di atas Damaskus.

Kamis, 19/09/2019 18:25 0

Asia

Waspadai Krisis Pangan, WFP Dorong Bantuan untuk Pengungsi Rohingya

Stok diperkirakan akan habis dalam dua bulan.

Kamis, 19/09/2019 17:14 0

Mesir

Tuntut Al-Sisi Mundur, Warga Mesir Angkat Tagar “Cukup Pak Presiden”

Ratusan ribu orang Mesir mendesak Abdel Fattah El-Sisi mundur dari jabatannya. Mereka mengangkat hastag "Cukup Pak Presiden"

Kamis, 19/09/2019 16:07 0

Close