... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM: Di RKUHP, Pemberi Perintah Pelanggaran HAM Berat Tak Bisa Dipidana

Foto: Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam

KIBLAT.NET, Jakarta – Komnas HAM memberi catatan soal RKUHP yang sedang digodok di DPR. Salah satu poin yang dikritisi Komnas HAM adalah pasal yang mengatur soal pelanggaran HAM berat.

“Catatan kami soal RKUHP, yang paling besar sifatnya mendasar, pertama terkait pengaturan khusus pelanggaran HAM berat. Kami melihat soal pelanggaran HAM berat ini memiliki paradigma yang berbeda, kalau tidak mau dikatakan salah dengan prinsip hukum internasional,” ujar Komisioner Komnas HAM bidang pengkajian dan penelitian, Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Latuharhary, Jakarta Selatan, Kamis (19/09/2019).

Anam mengatakan, perubahan paradigma mendasar itu terdapat dalam pasal 599 dan pasal 600 RKUHP, dimana ada frasa “Dipidana karena genosida -Setiap Orang- yang dengan maksud menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis, atau agama”. Menurut Anam, frasa Setiap Orang dalam pasal ini sangat berpengaruh mengubah tindakan penghukumannya.

“Ada satu kesalahan yang paling mendasar adalah, ini perumusan kejahatannya diletakkan pada orang. Itu jauh berbeda dengan visi Hukum Internasional. Dalam Hukum Internasional itu bukan setiap orang, tapi setiap tindakan,” ujarnya.

Anam menjelaskan, jika pelanggaran HAM dilekatkan pada ‘setiap orang’, maka akan sulit ditarik bahwa kasus pelanggaran HAM berat ini lahir dari kekuasaan atau kebijakan. Sehingga yang akan dihukum adalah para pelaku di lapangan, bukan para penguasa yang bertanggung jawab, atau pembuat kebijakan.

BACA JUGA  Ratusan Gempa Susulan Dirasakan Warga Maluku

“Kata ‘setiap orang’ itu menyeret kita pada pelaku lapangan. Jadi tidak ada bedanya nanti antara pelanggaran HAM berat sama tindak pidana biasa, karena paradigma yang berbeda,” jelasnya.

Selain itu, karena ada frasa tersebut, maka dalam pidana biasa, frasa itu menuntut mensrea atau niat jahat. Anam mengatakan, pelaku lapangan bisa jadi tidak ada niat jahat, melainkan hanya menuruti perintah dari atasannya.

Diketahui, Pasal 599 RKUHP berbunyi “Dipidana karena genosida Setiap Orang yang dengan maksud menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis, atau agama, dengan cara:

a. membunuh anggota kelompok;
b. mengakibatkan penderitaan fisik atau mental berat terhadap anggota kelompok;
c. menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang diperhitungkan akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik, baik seluruh maupun sebagian;
d. memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran dalam kelompok; atau
e. memindahkan secara paksa anak‑anak dari kelompok ke kelompok lain,

Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Terkena Stroke, Eks Presiden Tunisia Ben Ali Meninggal di Arab Saudi

Jatuhnya Ben Ali memicu pemberontakan serupa terhadap para pemimpin otoriter lainnya di seluruh wilayah Arab, memicu penggulingan Hosni Mubarak Mesir dan Moammar Gadhafi Libya pada tahun yang sama.

Jum'at, 20/09/2019 14:43 0

Afghanistan

Drone AS Rudal Kumpulan Petani Afghan yang Sedang Istirahat, 30 Tewas

"Para pekerja menyalakan api dan mereka duduk bersama ketika sebuah drone menargetkan mereka," kata Malik Rahat Gul, seorang pemimpin suku di distrik Tangi kepada Reuters melalui sambungan telepon.

Jum'at, 20/09/2019 08:41 0

Amerika

AS Keluarkan Visa untuk Presiden dan Menlu Iran Berkunjung ke New York

Visa itu mengizinkan Rouhani dan Zarif hadir dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB, pekan depan, di New York.

Jum'at, 20/09/2019 08:16 0

Amerika

Ketiga Belas Kalinya, Rusia Veto Proposal terkait Suriah di DK PBB

China juga menggunakan hak veto untuk mendukung sikap Rusia tersebut dalam pemungutan suara pada Kamis (19/09/2019) itu. Ini merupakan kali ketujuh China memveto resolusi terhadap konflik Suriah di DK PBB.

Jum'at, 20/09/2019 07:24 0

Analisis

Hamzah Bin Ladin, Ikon Jihadis Milenial dan Masa Depan Al-Qaidah

“Hamzah adalah tokoh penting karena nasab keluarga dan usianya,” kata Hoffman. Sebagai anak muda, Hamzah menjadi ikon yang menarik bagi sesamanya, generasi milenial yang lahir setelah era 1990-an dan awal 2000-an.

Kamis, 19/09/2019 21:44 0

Suriah

Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Sistem rudal pertahanan udara S-300 dan S-400 Rusia, yang dianggap sebagai salah satu senjata pertahanan udara paling canggih di dunia, gagal mendeteksi pesawat tempur Israel yang terbang di atas Damaskus.

Kamis, 19/09/2019 18:25 0

Asia

Waspadai Krisis Pangan, WFP Dorong Bantuan untuk Pengungsi Rohingya

Stok diperkirakan akan habis dalam dua bulan.

Kamis, 19/09/2019 17:14 0

Mesir

Tuntut Al-Sisi Mundur, Warga Mesir Angkat Tagar “Cukup Pak Presiden”

Ratusan ribu orang Mesir mendesak Abdel Fattah El-Sisi mundur dari jabatannya. Mereka mengangkat hastag "Cukup Pak Presiden"

Kamis, 19/09/2019 16:07 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Dakwah Tauhid, Upaya Menundukkan Manusia kepada Aturan Allah

laailaha illallah adalah konten dakwah para Nabi. Karena mendakwahkan inilah para Nabi mendapat penolakan, pengusiran bahkan pembunuhan dari kaumnya. Dan tidaklah para Nabi diutus oleh Allah SWT melainkan membawa misi menjaga dan mendakwahkan tauhid.

Kamis, 19/09/2019 15:13 0

Afghanistan

Taliban: Kami Hanya Punya Dua Cara Lawan Penjajah; Jihad dan Dialog

“Jika Trump ingin menghentikan negosiasi, maka kami akan menempuh cara pertama. Dan mereka akan segera menyesal,” lanjut Mujahid mengancam.

Kamis, 19/09/2019 10:48 0

Close