... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komentari RKUHP, Komnas HAM: Kejahatan Kemanusiaan Jangan Diecer

Foto: Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam (jundi/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai Paradigma RKUHP berbeda dengan prinsip HAM menurut hukum internasional. Dalam konteks pelanggaran HAM berat, kejahatan diproduksi oleh kekuasaan atau kebijakan yang korbannya adalah masyarakat sipil. Hal ini disebut sebagai the most serious crime di mana yang diatur dalam RKUHP adalah genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Element of crime dari pelanggaran HAM berat tersebut tidak bisa disamakan dengan kejahatan biasa karena harus ada pertanggungjawaban dari pembuat kebijakan. Oleh karena itu, pemidanaan pelanggaran HAM berat tidak bisa disamakan dengan pemidanaan pada tindak pidana biasa,” ujar Komisioner Komnas HAM bidang pengkajian dan penelitian, Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Latuharhary, Jakarta Selatan, Kamis (19/09/2019).

Anam menilai dalam RKUHP, element of crime akan diberi sanksi berbeda-beda. Ia mencontohkan jika menggunakan RKUHP ini, ada kejahatan yang basisnya seksualitas diancam hukuman minimal 5-15 tahun, pembunuhan diancam 10-20 tahun, dan lain sebagainya.

“Ini paradigma yang benar-benar salah. Ada kejahatan terhadap kemanusiaan, harusnya kejahatannya yang melahirkan berapa ancaman, bukan element of crime nya. Jadi jangan diecer,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan kualitas kejahatan seharusnya ditentukan oleh putusan hakim, bukan ditentukan oleh rumusan undang-undang. Karena kejahatan kemanusiaan, bentuk kejahatan di dalamnya ada pembunuhan, pengusiran paksa, pemerkosaan, perbudakan, dan lainnya.

BACA JUGA  Ini Susunan Sidang Paripurna MPR Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

“Yang dihukum itu harusnya kejahatan kemanusiannya, bukan element of crime nya. Kenapa bisa muncul, karena paradigma yang digunakan adalah paradigma pidana biasa. Itu yang menurut kami salah kaprah, salah dalam paradigmanya,” ujarnya.

Konsekuensinya jika disandingkan dengan Undang-undang nomor 26 tahun 2000, hukuman RKUHP lebih rendah. Ia mencontohkan dalam UU 26 itu pelaku Genosida dapat dikenai hukuman 10 sampai 25 tahun kurungan penjara. Namun di RKUHP, pelaku Genosida ada yang ancaman hukuman 5-25 tahun, ada 5-15 tahun, tergantung element of crime.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Tak Sampai Lima Jam, 34 Juta Orang Akan Mati Jika Terjadi Perang Nuklir

Sebuah simulasi mengungkapkan kekacauan mengerikan yang akan terjadi jika AS dan Rusia berperang.

Jum'at, 20/09/2019 17:45 0

Yaman

Koalisi Saudi Luncurkan Operasi Baru terhadap Pemberontak Hutsi

Ini menjadi operasi pertama sejak serangan terhadap industri minyak kerajaan.

Jum'at, 20/09/2019 16:04 0

Arab Saudi

Terkena Stroke, Eks Presiden Tunisia Ben Ali Meninggal di Arab Saudi

Jatuhnya Ben Ali memicu pemberontakan serupa terhadap para pemimpin otoriter lainnya di seluruh wilayah Arab, memicu penggulingan Hosni Mubarak Mesir dan Moammar Gadhafi Libya pada tahun yang sama.

Jum'at, 20/09/2019 14:43 0

Afghanistan

Drone AS Rudal Kumpulan Petani Afghan yang Sedang Istirahat, 30 Tewas

"Para pekerja menyalakan api dan mereka duduk bersama ketika sebuah drone menargetkan mereka," kata Malik Rahat Gul, seorang pemimpin suku di distrik Tangi kepada Reuters melalui sambungan telepon.

Jum'at, 20/09/2019 08:41 0

Amerika

AS Keluarkan Visa untuk Presiden dan Menlu Iran Berkunjung ke New York

Visa itu mengizinkan Rouhani dan Zarif hadir dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB, pekan depan, di New York.

Jum'at, 20/09/2019 08:16 0

Amerika

Ketiga Belas Kalinya, Rusia Veto Proposal terkait Suriah di DK PBB

China juga menggunakan hak veto untuk mendukung sikap Rusia tersebut dalam pemungutan suara pada Kamis (19/09/2019) itu. Ini merupakan kali ketujuh China memveto resolusi terhadap konflik Suriah di DK PBB.

Jum'at, 20/09/2019 07:24 0

Analisis

Hamzah Bin Ladin, Ikon Jihadis Milenial dan Masa Depan Al-Qaidah

“Hamzah adalah tokoh penting karena nasab keluarga dan usianya,” kata Hoffman. Sebagai anak muda, Hamzah menjadi ikon yang menarik bagi sesamanya, generasi milenial yang lahir setelah era 1990-an dan awal 2000-an.

Kamis, 19/09/2019 21:44 0

Suriah

Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Sistem rudal pertahanan udara S-300 dan S-400 Rusia, yang dianggap sebagai salah satu senjata pertahanan udara paling canggih di dunia, gagal mendeteksi pesawat tempur Israel yang terbang di atas Damaskus.

Kamis, 19/09/2019 18:25 0

Asia

Waspadai Krisis Pangan, WFP Dorong Bantuan untuk Pengungsi Rohingya

Stok diperkirakan akan habis dalam dua bulan.

Kamis, 19/09/2019 17:14 0

Mesir

Tuntut Al-Sisi Mundur, Warga Mesir Angkat Tagar “Cukup Pak Presiden”

Ratusan ribu orang Mesir mendesak Abdel Fattah El-Sisi mundur dari jabatannya. Mereka mengangkat hastag "Cukup Pak Presiden"

Kamis, 19/09/2019 16:07 0

Close