... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban: Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka

Foto: Delegasi Taliban dalam sebuah perundingan di Doha, Qatar. (Aljazeera)

KIBLAT.NET, Kabul – Anggota senior tim negosiator Taliban, Sher Muhammad Abbas Stanikzai, Rabu (18/09/2019), mengumumkan bahwa pintu-pintu untuk melanjutkan negoisasi damai dengan AS masih terbuka. Pernyataan ini datang beberapa jam setelah Taliban meluncurkan dua serangan mematikan di dua provinsi.

Stanikzai mendukung peningkatan operasi para pejuang Taliban setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi pada bulan ini. Jika AS mengecam operasi Taliban selama negosiasi, Washington dan pemerintah bonekanya juga mengakui menewaskan banyak pejuang selama itu.

“Amerika juga mengakui pembunuhan ribuan anggota Taliban ketika pembicaraan sedang berlangsung dan kami tidak melakukan kesalahan dengan melanjutkan pertempuran bersamaan dengan berlangsungnya negosiasi,” kata Stanikzai kepada BBC.

“Bagi kami, pintu-pintu untuk negosiasi masih terbuka,” lanjutnya.

Trump mengatakan, Amerika Serikat akan menghentikan perundingan setelah hampir satu tahun upaya diplomatik yang berkesinambungan untuk membuka jalan bagi penarikan pasukan AS dari Afghanistan setelah perang 18 tahun.

Pada 10 September, presiden AS mengumumkan bahwa perundingan telah menjadi “mati”.

Tetapi pemerintahannya, yang tidak merahasiakan keinginannya untuk mengirim pasukan AS pulang, belum menutup pintu untuk perundingan, meskipun Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memperingatkan bahwa Taliban harus menunjukkan “komitmen yang signifikan” sebelum pembicaraan dapat dilanjutkan.

Setidaknya 26 orang tewas pada Selasa (17/09/2019) di dekat markas kompleks pemilihan milik petahana Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di provinsi tengah Parwan, sementara satu bom lainnya meledak di markas pasukan keamanan di Kabul, sekitar satu jam kemudian, yang menewaskan 22 orang.

BACA JUGA  Trump Kunjungi Pasukannya di Afghanistan dan Janjikan Gencatan Senjata

Ini merupakan serangan paling mematikan di Afghanistan sejak pembicaraan gagal. Pertempuran juga berkobar di banyak wilayah.

Lebih banyak lagi kekerasan diperkirakan terjadi di Afghanistan dalam beberapa hari mendatang ketika pemilihan presiden yang jatuh pada 28 September.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah serangan pada Selasa itu, “Kami telah memperingatkan orang-orang untuk tidak menghadiri demonstrasi pemilihan. Jika mereka menderita kerugian, mereka bertanggung jawab.”

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pakar Pidana: Imam Nahrawi Harus Segera Ditahan

, Suparji Ahmad menegaskan bahwa Menpora Imam Nahrawi segera ditahan KPK.

Rabu, 18/09/2019 19:04 0

Indonesia

Menpora Jadi Tersangka KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora.

Rabu, 18/09/2019 18:56 0

Indonesia

MUI: Ada Liberalisasi di Film The Santri

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Didin Hafiduddin menanggapi polemik film The Santri. Menurutnya, film tersebut menyebarkan paham liberal.

Rabu, 18/09/2019 17:53 0

Editorial

Editorial: Asap Semakin Pekat, Kebijakan Malah Jalan di Tempat

Kebakaran hutan pada musim panas 2019 ini telah memicu bencana asap yang sungguh membahayakan bagi warga.

Rabu, 18/09/2019 14:58 0

Indonesia

Komisi VIII: Sudah Ada RUU KUHP, Tak Perlu Lagi RUU P-KS

"Apa yang menjadi muatan materi ini, sudah ada di yang lain. Misalnya UU perkawinan, human trafficking, kekerasan," sambungnya.

Rabu, 18/09/2019 14:55 0

Indonesia

Nasyiatul Aisyiah Ungkapkan Keprihatinan Atas Kondisi KPK

Aisyiah mengingatkan agar pemerintah dan DPR-RI untuk menguatkan KPK dalam revisi undang-undang yang akan datang, bukan malah melemahkannya.

Selasa, 17/09/2019 17:02 0

Indonesia

Terkait Kebakaran Hutan, Pemerintah Dinilai Bermain-main Statistik

WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) mengkritisi pernyataan pemerintah yang menyebut kebakaran hutan yang kini terjadi tidak lebih besar dari yang terjadi pada tahun 2015.

Selasa, 17/09/2019 16:52 0

Indonesia

KH Luthfi Bashori: Saya Garda Depan Boikot Film The Santri

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori menegaskan bahwa dirinya siap di barisan depan dalam menolak adanya film The Santri.

Selasa, 17/09/2019 16:05 1

Indonesia

Aliansi BEM-SI Kritisi Sikap Pemerintah Terkait Kebakaran Hutan Riau

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dianggap mencari muka agar menjabat lagi di periode mendatang.

Selasa, 17/09/2019 15:46 0

Indonesia

KH Luthfi Bashori Tegaskan Film The Santri Coreng Nama Pesantren

KH Luthfi Bashori Tegaskan Film The Santri Coreng Pesantren

Selasa, 17/09/2019 15:43 0

Close