Puluhan Santri Meninggal Akibat Pesantren Terbakar

KIBLAT.NET, Paynesville – Puluhan anak meninggal dalam kebakaran yang terjadi di sebuah pesantren Islam di Paynesville, pinggiran ibukota Monrovia, Liberia pada Rabu (18/09/2019). Pihak kepolisian menuturkan, kebakaran terjadi sekitar tengah malam dan melahap sebuah asrama dan gedung sekolah.

Pemerintah Liberia menyatakan bahwa kebakaran ini menewaskan setidaknya 26 santri dan 2 guru. Sementara itu pihak kepolisisan menyatakan ada 27 santri yang meninggal. Mereka berusia antara 10 hingga 20 tahun.

“Anak-anak sedang belajar Al-Quran ketika kebakaran terjadi,” kata juru bicara kepolisian, Moses Carter.

Penyebab kebakaran ini pun tengah diselidiki. Tim SAR yang menggunakan masker dan sarung tangan memasukkan jasad anak-anak ke dalam kantong mayat dan mengeluarkannya dari gedung yang telah terbakar. Sesampainya diluar, mereka disambut oleh kerumunan orang dan kerabat yang memenuhi lokasi.

Para orang tua korban yang berada di lokasi tak kuasa menahan tangis saat polisi menghalau mereka agar ambulans dapat mengevakuasi jasad para santri tersebut.

Pastor Emmanuel Herbert dari gereja terdekat yang merupakan salah seorang saksi mata mengatakan bahwa ia dan jemaatnya bangun karena suara api dan teriakan minta tolong.

“Ketika saya berbalik untuk menengoknya, seluruh tempat itu berwarna merah. Ketika saya melihat melalui jendela. Saya melihat seluruh tempat tengah dilahap api,” katanya.

Pendeta itu mangatakan, si jago merah begitu kuat sehingga tidak ada jalan untuk memasuki gedung-gedung pesantren. Pasca kejadian, Presiden George Weah pun turut mengunjungi tempat kejadian di Paynesville.

BACA JUGA  Hidayat Nur Wahid Kritik Pembukaan Layanan Visa Bagi Israel

“Kami di sini untuk menguatkan orang tua para korban yang kehilamgan anak mereka dengan cara menyakitkan seperti ini,”kata Weah kepada wartawan saat mengunjungi tempat kejadian.

“Kami menghaturkan belasungkawa kepada keluarga yang berduka. Kami belum tahu penyebab kebakaran itu, tetapi kami akan mendorong investigator kami untuk menemukan penyebabnya,”tambahnya.

Diketahui, pihak berwenang Liberia sering berurusan dengan kebakaran. kebanyakan kebakaran yang terjadi disebabkan malfungsi generator. Namun juru bicara kepresidenan, Isaac Solo Kelgbeh mengatakan bahwa malfungsi generator tidak mungkin menyebabkan kebakaran sehebat ini.

Reporter: Qoid
Sumber: Aljazeera

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat