... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MUI Minta Korban Asap Karhutla Gelar Sholat Istisqa

Foto: Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Didin Hafiduddin. (Taufiq/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Didin Hafiddudin mengatakan bahwa pihaknya prihatin dengan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus serius menangani masalah tersebut.

“MUI sudah memberikan catatan soal kejadian tersebut. Menurut kami pemerintah pusat dan daerah harus serius menangani ini karena dampaknnya sangat signifikan bagi masyarakat,” katanya di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (18/09/2019).

Prof. Didin juga menekankan bahwa pemerintah harus menggerakkan lagi relawan dari Pusat dan Pemda serta menganggap ini bukan massalah biasa. Menurutnya, penegak hukum juga bukan sekedar memperhatikan pelakunya baik korporasi atau perorangan.

“Tetapi bagaimana pemerintah fokus pada dampak dari kebakaran hutan tersebut. Karena asap jelas berimbas pada aktivitas masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, MUI Pusat juga mengimbau kepada MUI Daerah untuk turut andil menangani peristiwa Karhutla ini. Misalnya menggelar sholat Istisqa. “MUI daerah ikut terlibat melakukan kegiatan yang dibutuhkan, misalnya sholat istisqa (minta hujan.red),” ujarnya.

Selain itu, Wasekjen MUI Ustadz Zaitun Rasmin menegaskan bahwa penegak hukum harus memberikan sanksi tegas bagi pelaku kebakaran hutan. “Kalau ada pihak yang sengaja membakar itu harus dicari ditemukan dihukum seberat beratnya menimbulkan kerugian besar bagi kita,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban: Kami Hanya Punya Dua Cara Lawan Penjajah; Jihad dan Dialog

“Jika Trump ingin menghentikan negosiasi, maka kami akan menempuh cara pertama. Dan mereka akan segera menyesal,” lanjut Mujahid mengancam.

Kamis, 19/09/2019 10:48 0

Amerika

DK PBB Akan Voting Dua Proposal terkait Idlib

Proposal pertama diajukan oleh Kuwait, Jerman dan Belgia. Proposal kedua diajukan oleh Rusia dan didukung China

Kamis, 19/09/2019 09:03 0

Afghanistan

Taliban: Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka

Hal itu dikatakan setelah Taliban meluncurkan dua serangan mematikan

Kamis, 19/09/2019 07:31 0

Philipina

Waktunya Tiba, Pejuang Bangsamoro Serahkan Senjata ke Pemerintah Filipina

"Biarkan saya tegaskan bahwa kita tidak menyerah," kata Murad, seraya menambahkan bahwa proses penonaktifan hanya menunjukkan "komitmen tulus dan penuh kami untuk memenuhi bagian dari perjanjian damai."

Rabu, 18/09/2019 17:20 1

Amerika

Sejak 2014, Tercatat 10 Ribu Lebih Kasus Anti-Muslim di AS

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) telah mencatat 10.015 kasus anti-Muslim sejak 2014. Demikian tertuang dalam laporan yang dirilis pada Senin (16/09/2019)

Rabu, 18/09/2019 16:45 0

Editorial

Editorial: Asap Semakin Pekat, Kebijakan Malah Jalan di Tempat

Kebakaran hutan pada musim panas 2019 ini telah memicu bencana asap yang sungguh membahayakan bagi warga.

Rabu, 18/09/2019 14:58 0

China

China: AS Gunakan Apple untuk Mata-mata

Perusahaan itu membantu Washington memata-matai pengguna biasa dan para pemimpin negara "selama 10 tahun”.

Rabu, 18/09/2019 10:38 0

Eropa

Laporan PBB: 600 Ribu Muslim di Arakan Masih Terancam Genosida Massal

"Kebijakan penganiayaan terhadap muslim di Myanmar berlanjut," kata pejabat PBB itu dalam laporannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 orang.

Rabu, 18/09/2019 09:04 0

Turki

Saudi Jual Gedung Konsulat Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Menurut media tersebut, gedung itu dijual dengan harga sepertiga dari nilai sebenarnya bangunan itu.

Rabu, 18/09/2019 08:29 0

Rusia

Usai Serangan di Fasilitas Minyak, Putin Tawarkan Senjata ke Saudi

"Mereka perlu membuat keputusan cerdas, seperti yang dilakukan Iran dengan membeli S300 kami, seperti yang dilakukan Erdogan dengan memutuskan untuk membeli sistem pertahanan udara S400 paling canggih," tambahnya.

Selasa, 17/09/2019 19:10 0

Close