... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisi VIII DPR dan MUI Tegaskan Produk Impor Harus Berlabel Halal

Foto: Label halal

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong menegaskan bahwa label halal dari produk impor harus tetap ada jika masuk ke Indonesia. Sebab, produk halal untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat Islam.

“Konsistensi menjalankan UU tentang produk halal itu supaya bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan ekonomi kita. UU produk halal jangan dilihat dari sisi Islam semata-mata tapi sebenarnya peningkatan kualitas kehidupan umat itu yang penting,” katanya di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (18/09/2019).

“Termasuk di dalamnya kualitas makanan, kualitas higenitas yang luar biasa penting,” sambungnya.

Ali menceritakan bahwa ia berturut-turut berkunjung ke Selandia baru. Di negara tersebut, kata dia, meskipun umat Islamnya tidak sampai dua persen 41 persen agama Nasrani sisanya tidak beragama tapi produk halal menjadi pilihan.

“Karena memang prosesnya itu. Dari penyembelihan, pengemasan, penggunaan sampai konsumsi diatur sehingga kualitas higenitas dijaga dnegan baik. Jadi bukan semata-mata untuk kepentingan umat Islam. Tapi untuk menjaga mutu gizi bagi orang uang mengonsumsi termasuk barang dan obat-obatan,” ujarnya.

Senada dengan Ali, Wakil Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Didin Hafiddudin menekankan bahwa jaminan produk halal tetap harus ada. Sebab, ini menjadi bentuk perlindungan negara kepada umat Islam.

“Negara harus melindungi umat Islam dengan mencantumkan label halal. Maka, sebaiknya Permendag nomor 29 tahun 2019 itu direvisi,” tuturnya.

BACA JUGA  Berikut Lima Prioritas Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban: Kami Hanya Punya Dua Cara Lawan Penjajah; Jihad dan Dialog

“Jika Trump ingin menghentikan negosiasi, maka kami akan menempuh cara pertama. Dan mereka akan segera menyesal,” lanjut Mujahid mengancam.

Kamis, 19/09/2019 10:48 0

Amerika

DK PBB Akan Voting Dua Proposal terkait Idlib

Proposal pertama diajukan oleh Kuwait, Jerman dan Belgia. Proposal kedua diajukan oleh Rusia dan didukung China

Kamis, 19/09/2019 09:03 0

Afghanistan

Taliban: Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka

Hal itu dikatakan setelah Taliban meluncurkan dua serangan mematikan

Kamis, 19/09/2019 07:31 0

Philipina

Waktunya Tiba, Pejuang Bangsamoro Serahkan Senjata ke Pemerintah Filipina

"Biarkan saya tegaskan bahwa kita tidak menyerah," kata Murad, seraya menambahkan bahwa proses penonaktifan hanya menunjukkan "komitmen tulus dan penuh kami untuk memenuhi bagian dari perjanjian damai."

Rabu, 18/09/2019 17:20 1

Amerika

Sejak 2014, Tercatat 10 Ribu Lebih Kasus Anti-Muslim di AS

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) telah mencatat 10.015 kasus anti-Muslim sejak 2014. Demikian tertuang dalam laporan yang dirilis pada Senin (16/09/2019)

Rabu, 18/09/2019 16:45 0

Editorial

Editorial: Asap Semakin Pekat, Kebijakan Malah Jalan di Tempat

Kebakaran hutan pada musim panas 2019 ini telah memicu bencana asap yang sungguh membahayakan bagi warga.

Rabu, 18/09/2019 14:58 0

China

China: AS Gunakan Apple untuk Mata-mata

Perusahaan itu membantu Washington memata-matai pengguna biasa dan para pemimpin negara "selama 10 tahun”.

Rabu, 18/09/2019 10:38 0

Eropa

Laporan PBB: 600 Ribu Muslim di Arakan Masih Terancam Genosida Massal

"Kebijakan penganiayaan terhadap muslim di Myanmar berlanjut," kata pejabat PBB itu dalam laporannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 orang.

Rabu, 18/09/2019 09:04 0

Turki

Saudi Jual Gedung Konsulat Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Menurut media tersebut, gedung itu dijual dengan harga sepertiga dari nilai sebenarnya bangunan itu.

Rabu, 18/09/2019 08:29 0

Rusia

Usai Serangan di Fasilitas Minyak, Putin Tawarkan Senjata ke Saudi

"Mereka perlu membuat keputusan cerdas, seperti yang dilakukan Iran dengan membeli S300 kami, seperti yang dilakukan Erdogan dengan memutuskan untuk membeli sistem pertahanan udara S400 paling canggih," tambahnya.

Selasa, 17/09/2019 19:10 0

Close