... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kesaksian Mahasiswi Asal Riau: Dalam 12 Jam, 2 Kali Masuk Rumah Sakit Karena Asap

Foto: Ilustrasi kebakaran hutan.

KIBLAT.NET, Jakarta – Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengadakan demonstrasi di depan Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senayan pada Selasa (18/09/2019). Dalam demonstrasi yang dihadiri sekitar seratusan mahasiswa dari berbagai kampus itu menghadirkan orator asli Riau.

Dalam kesempata tersebut, Aulia Mutiara, mahasiswi semester tujuh Institut Pertanian Bogor asli Pekanbaru, Riau turut memberikan orasi. Aulia menceritakan pengalamannya ketika merasakan Pekanbaru terdampak kebakaran hutan.

“Tadi yang disampaikan (ketika orasi) adalah fakta yang ada di Riau, selama ini orang tidak banyak tau bahwa sebenarnya kebakaran hutan itu sebenarnya adalah dibakar, bukan terbakar,” ujar Aulia di sela demonstrasi.

Secara spesifik, Aulia menceritakan pengalamannya pada tahun 2015 silam, saat ia akan melaksanakan Ujian Nasional kelulusan SMA. Saat itu, kebakaran hutan tidak separah sekarang, namun cukup menganggu aktivitas belajar.

“Waktu itu ketika 2015 masih sekolah SMA kelas 3, mau UN. Kita diliburkan beberapa hari, Kamis masuk, kemudian dipulangkan, diliburkan lagi. Jadi selama menjelang UN dan Try Out, waktu itu memang sangat tidak maksimal (belajar), dan kami tidak pernah mendapatkan pelajaran intensif di Sekolah,” kenangnya.

Bahkan, suatu hari, ia pernah merasakan dampak yang sangat parah karena asap kebakaran hutan semakin bertambah. Aulia menuturkan, dalam waktu 12 jam, ia pernah dirawat di 2 rumah sakit yang berbeda. Pagi hari, ia dirawat dan sempat diperbolehkan pulang. Namun, tidak lama setelah itu, ia kembali dilarikan ke rumah sakit lagi karena kondisi udara di luar semakin buruk.

BACA JUGA  Indonesia Terpilih Kembali Menjadi Anggota Dewan HAM PBB

“Pada pagi hari, masuk rumah sakit kemudian keluar, namun tidak memungkinkan tinggal di luar. Akhirnya saya dibawa lagi ke rumah sakit jadi kami bertahan hidup murni memprebutkan oksigen,” ujarnya.

Hingga kini, keluarga Aulia masih berada di Pekanbaru. Ia yang terakhir kali mengunjungi pulang pada bulan Juni lalu mendapat kabar bahwa pemerintah menaikkan statusnya Riau menjadi Siaga Darurat.

“Jarak pandang di sana sangat pendek sekali, kalau menurut keluarga kami di sana, (jarak pandang) sangat terbatas, jika sampai 500 meter itu sudah syukur. Jadi ketika pagi hari, masih bener-bener kaya Silent Hill, jalanan itu tidak terlihat lagi,” tuturnya.

Sebagai putri daerah Riau, kata dia, saya mengharap pemerintah tanggap terhadap isu ini. Menurutnya, hukum dan peraturan sudah ada, tinggal ditegakkan. Sebab, selama hukum tidak ditegakkan, maka kebakaran hutan dan lahan tahun-tahun berikutnya akan tetap ada.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban: Kami Hanya Punya Dua Cara Lawan Penjajah; Jihad dan Dialog

“Jika Trump ingin menghentikan negosiasi, maka kami akan menempuh cara pertama. Dan mereka akan segera menyesal,” lanjut Mujahid mengancam.

Kamis, 19/09/2019 10:48 0

Amerika

DK PBB Akan Voting Dua Proposal terkait Idlib

Proposal pertama diajukan oleh Kuwait, Jerman dan Belgia. Proposal kedua diajukan oleh Rusia dan didukung China

Kamis, 19/09/2019 09:03 0

Afghanistan

Taliban: Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka

Hal itu dikatakan setelah Taliban meluncurkan dua serangan mematikan

Kamis, 19/09/2019 07:31 0

Philipina

Waktunya Tiba, Pejuang Bangsamoro Serahkan Senjata ke Pemerintah Filipina

"Biarkan saya tegaskan bahwa kita tidak menyerah," kata Murad, seraya menambahkan bahwa proses penonaktifan hanya menunjukkan "komitmen tulus dan penuh kami untuk memenuhi bagian dari perjanjian damai."

Rabu, 18/09/2019 17:20 1

Amerika

Sejak 2014, Tercatat 10 Ribu Lebih Kasus Anti-Muslim di AS

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) telah mencatat 10.015 kasus anti-Muslim sejak 2014. Demikian tertuang dalam laporan yang dirilis pada Senin (16/09/2019)

Rabu, 18/09/2019 16:45 0

Editorial

Editorial: Asap Semakin Pekat, Kebijakan Malah Jalan di Tempat

Kebakaran hutan pada musim panas 2019 ini telah memicu bencana asap yang sungguh membahayakan bagi warga.

Rabu, 18/09/2019 14:58 0

China

China: AS Gunakan Apple untuk Mata-mata

Perusahaan itu membantu Washington memata-matai pengguna biasa dan para pemimpin negara "selama 10 tahun”.

Rabu, 18/09/2019 10:38 0

Eropa

Laporan PBB: 600 Ribu Muslim di Arakan Masih Terancam Genosida Massal

"Kebijakan penganiayaan terhadap muslim di Myanmar berlanjut," kata pejabat PBB itu dalam laporannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 orang.

Rabu, 18/09/2019 09:04 0

Turki

Saudi Jual Gedung Konsulat Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Menurut media tersebut, gedung itu dijual dengan harga sepertiga dari nilai sebenarnya bangunan itu.

Rabu, 18/09/2019 08:29 0

Rusia

Usai Serangan di Fasilitas Minyak, Putin Tawarkan Senjata ke Saudi

"Mereka perlu membuat keputusan cerdas, seperti yang dilakukan Iran dengan membeli S300 kami, seperti yang dilakukan Erdogan dengan memutuskan untuk membeli sistem pertahanan udara S400 paling canggih," tambahnya.

Selasa, 17/09/2019 19:10 0

Close