... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MUI: Ada Liberalisasi di Film The Santri

Foto: Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Didin Hafiduddin. (Taufiq/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Didin Hafiduddin menanggapi polemik film The Santri. Menurutnya, film tersebut menyebarkan paham liberal.

“Kita lihat ada liberalisasi dalam film tersebut. Misalnya soal adegan pacaran,” ujarnya di Gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat pada Rabu (18/09/2019).

Ia menyayangkan bahwa dalam film tersebut pacaran digambarkan sebagai hal biasa biasa padahal sesuatu yang tabu. Kita, lanjut Didin, kritisi film itu karena bukan budaya santri.

“Isinya bukan budaya santri. Pasti ada santri yang pacaran, tapi (di film, red.) seolah menjadi kebiasaan. Maka ini bertentangan dengan budaya di pesantren,” tegasnya.

Sebelumnya, Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH. Luthfi Bashori menegaskan bahwa dirinya siap di barisan terdepan dalam menolak film The Santri. Maka, ia setuju jika ada gerakan untuk memboikot film tersebut.

“Saya pasti terang-terangan memboikot, saya di front terdepan tidak masalah. Karena itu pelecehan terhadap pesantren, juga pelecehan terhadap kyai, pesantren, dan santri. Saya keberatan karena saya mengasuh sebuah pesantren,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Waktunya Tiba, Pejuang Bangsamoro Serahkan Senjata ke Pemerintah Filipina

"Biarkan saya tegaskan bahwa kita tidak menyerah," kata Murad, seraya menambahkan bahwa proses penonaktifan hanya menunjukkan "komitmen tulus dan penuh kami untuk memenuhi bagian dari perjanjian damai."

Rabu, 18/09/2019 17:20 1

Amerika

Sejak 2014, Tercatat 10 Ribu Lebih Kasus Anti-Muslim di AS

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) telah mencatat 10.015 kasus anti-Muslim sejak 2014. Demikian tertuang dalam laporan yang dirilis pada Senin (16/09/2019)

Rabu, 18/09/2019 16:45 0

Editorial

Editorial: Asap Semakin Pekat, Kebijakan Malah Jalan di Tempat

Kebakaran hutan pada musim panas 2019 ini telah memicu bencana asap yang sungguh membahayakan bagi warga.

Rabu, 18/09/2019 14:58 0

China

China: AS Gunakan Apple untuk Mata-mata

Perusahaan itu membantu Washington memata-matai pengguna biasa dan para pemimpin negara "selama 10 tahun”.

Rabu, 18/09/2019 10:38 0

Eropa

Laporan PBB: 600 Ribu Muslim di Arakan Masih Terancam Genosida Massal

"Kebijakan penganiayaan terhadap muslim di Myanmar berlanjut," kata pejabat PBB itu dalam laporannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 orang.

Rabu, 18/09/2019 09:04 0

Turki

Saudi Jual Gedung Konsulat Tempat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Menurut media tersebut, gedung itu dijual dengan harga sepertiga dari nilai sebenarnya bangunan itu.

Rabu, 18/09/2019 08:29 0

Rusia

Usai Serangan di Fasilitas Minyak, Putin Tawarkan Senjata ke Saudi

"Mereka perlu membuat keputusan cerdas, seperti yang dilakukan Iran dengan membeli S300 kami, seperti yang dilakukan Erdogan dengan memutuskan untuk membeli sistem pertahanan udara S400 paling canggih," tambahnya.

Selasa, 17/09/2019 19:10 0

Arab Saudi

Citra Satelit Menunjukkan Akurasi Serangan ke Fasilitas Minyak Saudi

Satu foto menunjukkan tanda serangan serupa pada empat tangki bulat di kilang, menunjukkan target yang tepat.

Selasa, 17/09/2019 18:40 0

Arab Saudi

Indonesia: Janji Kampanye Netanyahu Langgar Hukum Internasional

Netanyahu berjanji untuk menganeksasi lembah Jordan di Tepi Barat, Palestina jika ia terpilih.

Selasa, 17/09/2019 17:29 0

Afghanistan

Lagi, NATO Umumkan Tentara AS Tewas di Afghanistan

“Seorang prajurit tewas saat menjalankan tugasnya hari ini di Afghanistan," kata pernyataan misi NATO seperti dilansir AFP pada Senin.

Selasa, 17/09/2019 09:20 0

Close