... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Laporan PBB: 600 Ribu Muslim di Arakan Masih Terancam Genosida Massal

Foto: Warga Rohingya mengungsi untuk menghindari genosida militer Myanmar [foto: AFP]

KIBAT.NET, Jenewa – Tim investigasi PBB untuk kekerasan di Myanmar mengatakan pada Selasa (17/09/2019) bahwa sekitar 600.000 warga muslim di negara bagian Arakan/Rakhine masih menghadapi ancaman “genosida”.

Pernyataan ini datang dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada sesi ke 42 Dewan HAM oleh ketua tim, Marzouki Darusman, di Kantor PBB di Jenewa, Swiss tentang kondisi warga di wilayah Arakan Myanmar.

“Total 600.000 muslim di Myanmar, termasuk 120.000 yang tinggal di kamp-kamp di provinsi Arakan, masih menghadapi risiko pemusnahan,” kata Darusman, seperti dinukil adari Anadou Agency.

“Kebijakan penganiayaan terhadap muslim di Myanmar berlanjut,” kata pejabat PBB itu dalam laporannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia yang beranggotakan 47 orang.

Dia mencatat bahwa Myanmar secara sistematis menganiaya warga muslim di Arakan. Ia menekankan bahwa kekerasan yang dilakukan pemerintah terhadap mereka “dilakukan dengan tujuan genosida.”

Darusman menjelaskan bahwa Myanmar belum memenuhi kewajibannya untuk mencegah genosida di bawah perjanjian internasional. Risiko berulangnya eksodus warga muslim tetap ada.

Dia meminta masyarakat internasional untuk menekan pemerintah Myanmar.

Ia menambahkan tidak ada kemauan politik dari pihak Dewan Keamanan untuk memobilisasi komunitas internasional untuk mengakhiri pelanggaran oleh Myanmar terhadap muslim.

Pada Senin, misi pencarian fakta PBB tentang pelanggaran di Myanmar mengumumkan bukti baru yang mengkonfirmasi bahwa kekerasan pemerintah Myanmar terhadap muslim Arakan telah terjadi “dengan tujuan genosida.”

BACA JUGA  Kecam Serangan ke Wilayah Kurdi Suriah, Kanada Tangguhkan Izin Ekspor ke Turki

Sumber: Anadolu Agency
Redakur: Sulhi El-Izzi

Dia menjelaskan bahwa pada bulan September 2018, Muslim Arakan menjadi sasaran 4 dari 5 praktik yang merupakan bagian dari genosida.

Dia mencatat bahwa Rohingya tetap rentan terhadap banyak pelanggaran oleh Pemerintah dan militer, seperti pembunuhan, pemerkosaan, pemerkosaan massal, penyiksaan, pemindahan dan pelanggaran hak asasi manusia serius lainnya yang termuat dalam laporan Misi tahun 2018.

Dia menunjukkan bahwa pemerintah Myanmar, yang tidak berupaya mencegah genosida, tidak menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban, dan bertanggung jawab atas tindakan genosida terhadap Muslim Arakan.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Nasyiatul Aisyiah Ungkapkan Keprihatinan Atas Kondisi KPK

Aisyiah mengingatkan agar pemerintah dan DPR-RI untuk menguatkan KPK dalam revisi undang-undang yang akan datang, bukan malah melemahkannya.

Selasa, 17/09/2019 17:02 0

Indonesia

Terkait Kebakaran Hutan, Pemerintah Dinilai Bermain-main Statistik

WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) mengkritisi pernyataan pemerintah yang menyebut kebakaran hutan yang kini terjadi tidak lebih besar dari yang terjadi pada tahun 2015.

Selasa, 17/09/2019 16:52 0

Indonesia

KH Luthfi Bashori: Saya Garda Depan Boikot Film The Santri

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori menegaskan bahwa dirinya siap di barisan depan dalam menolak adanya film The Santri.

Selasa, 17/09/2019 16:05 1

Indonesia

Aliansi BEM-SI Kritisi Sikap Pemerintah Terkait Kebakaran Hutan Riau

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dianggap mencari muka agar menjabat lagi di periode mendatang.

Selasa, 17/09/2019 15:46 0

Indonesia

KH Luthfi Bashori Tegaskan Film The Santri Coreng Nama Pesantren

KH Luthfi Bashori Tegaskan Film The Santri Coreng Pesantren

Selasa, 17/09/2019 15:43 0

Indonesia

Ada Seruan Boikot Film The Santri, Yusuf Mansur: Pasti Jadi Kebaikan

Film The Santri yang dibintangi Wirda Mansur mendapat kecaman dari masyarakat. B

Selasa, 17/09/2019 15:25 0

Indonesia

Kebakaran Bisa Saja Dicegah Bila Pemerintah Tak Ajukan PK Dalam Gugatan CLS

Mahkamah Agung memenangkan warga dalam gugatan Citizen Law Suit (CLS) atas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah pada 2015 lalu.

Selasa, 17/09/2019 15:03 0

Indonesia

Mengapa Materi Perang dalam Kurikulum Sejarah Itu Penting?

Penghapusan materi perang dikhawatirkan malah mengaburkan peristiwa sejarah.

Selasa, 17/09/2019 14:19 0

Indonesia

Akibat Kebakaran Hutan, Ribuan Warga Kalteng Terjangkit ISPA

Akibat Kebakaran Hutan, Ribuan Warga Kalteng Terjangkit ISPA

Selasa, 17/09/2019 13:58 0

Indonesia

Korporasi dan Pemerintah Dinilai Punya Andil Dalam Kebakaran Hutan

Koalisi Masyarakat Sipil memaparkan adanya kemungkinan untuk membawa peristiwa kebakaran hutan di Indonesia ke ranah Internasional.

Selasa, 17/09/2019 13:47 0

Close