... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

WALHI Menduga Pemerintah Lindungi Aktor Kebakaran Hutan Kalimantan

Foto: WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia)

KIBLAT.NET, Jakarta – Beberapa waktu lalu Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto menyebut peladang sebagai penyebab kebakaran hutan dan kabut asap yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Menanggapi hal itu, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menyayangkan pernyataan Wiranto tersebut.

“Ini disampaikan oleh pejabat publik, kami tentu menyayangkan pernyataan serampangan itu,” kata Eksekutif Nasional WALHI, Khalisah Khalid saat ditemui di kantor WALHI, Jakarta pada Senin (16/09/2019).

Khalisah pun mengaku mulai meragukan pemahaman Wiranto terhadap undang-undang, khususnya UU Nomor 32 Tahun 2009. Ia menjelaskan, dalam UU itu disebutkan bahwa masyarakat adat diperbolehkan membakar lahan untuk dijadikan ladang dengan beberapa ketentuan.

“Itu dijamin dalam UU nomor 32 Tahun 2009. Jangan-jangan yang bersangkutan tidak paham dengan UU itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak tahun 1997 stigma negatif selalu disematkan kepada masyarakat adat terkait kebakaran hutan. Khalisah menyebut, stigma itu direkatkan oleh pemerintah dengan upaya terselubung, yaitu melindungi aktor sebenarnya.

“Siapa aktor sebenarnya? Temuan kami menunjukkan bahwa sebagian besar titik api berada di lahan milik korporasi. Jadi itu sebenarnya hanya pengalihan dari siapa yang sebenarnya bertanggungjawab,” pungkasnya.

Reporter: Qoidul Mujahidin
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Pasca Serangan di Ladang Minyak Aramco, AS Tawari Saudi Bantuan Keamanan

Serangan terhadap ladang minyak di Hijra Khurais dan fasilitas pemrosesan minyak mentah di Abqaiq terjadi pada Sabtu (14/09/2019).

Senin, 16/09/2019 13:29 0

Arab Saudi

OKI: Tak Ada Perdamaian Kecuali Penjajahan Israel Berakhir

Para menteri luar negeri negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyatakan, Ahad (15/09/2019), menolak deklarasi kedaulatan Israel atas Tepi Barat yang diduduki.

Senin, 16/09/2019 09:18 0

Turki

Konferensi Internasional IM 2019 Ditutup, Ini Rokemendasi yang Dilahirkan

Konferensi itu menegaskan bahwa IM adalah bagian dari jamaah muslimin, bukan jamaah (khilafah) muslimin.

Senin, 16/09/2019 07:39 0

Afghanistan

Taliban Kembali Izinkan ICRC Beroperasi di Wilayahnya

Taliban memutus kerjasama dengan ICRC dan WHO pada 11 April 2019. Kedua lembaga itu dituduh tidak memperbaiki kinerjanya yang buruk, di samping munculnya aktivitas mencurigakan dari para petugas dua lembaga internasional itu.

Senin, 16/09/2019 06:14 0

Artikel

BJ Habibie dan Kontribusi ICMI di Masa Orde Baru

“Kalau saya ditanya, Habibie siapa, insinyur, muslim, ataukah Indonesia, saya jawab bahwa Habibie adalah Muslim."

Ahad, 15/09/2019 14:08 0

Turki

Erdogan Jadwalkan Ketemu Trump Bahas Pembelian Rudal Patriot

Pembicaraan ini dalam rangka mengatasi ketegangan setelah Ankara melakukan pembelian sistem pertahanan udara Rusia.

Sabtu, 14/09/2019 14:46 0

Arab Saudi

Fasilitas Minyak Terbesar di Saudi Diserang Drone

Serangan drone menargetkan fasilitas minyak Saudi Aramco dan ladang minyak utama di Arab Saudi timur pada Sabtu (14/09/2019).

Sabtu, 14/09/2019 14:20 0

India

Jadi Muallaf, Wanita India Mengaku Akan Dibunuh Orang Tuanya

Seorang wanita berusia 24 tahun mengaku bahwa orangtuanya mengancam akan membunuhnya karena ia pindah ke agama Islam.

Sabtu, 14/09/2019 13:25 0

China

Kapal Bomber AS Berlayar di Laut China Selatan, Beijing Marah

Sementara itu, kata Komando Tiongkok Selatan dalam sebuah pernyataan mengatakan bahw kapal bomber AS memasuki perairan dekat Paracel tanpa izin dari pemerintah China.

Sabtu, 14/09/2019 08:30 0

Inggris

Sekelompok Muslim Serukan Penarikan Investasi Sektor Minyak dan Gas

Ketiga organisasi itu juga mengatakan komunitas Muslim harus berkomitmen untuk bertindak atas perubahan iklim.

Jum'at, 13/09/2019 14:18 0

Close