Sembilan Tahanan Ricuh 21-22 Mei Bebas, BHF: Mereka Bukan Kriminal

KIBLAT.NET, Jakarta – Sembilan tahanan kasus kericuhan di depan gedung Bawaslu pada 21-22 Mei bebas. Tahanan itu dibebaskan usai menjalani hukuman dari Majelis hakim berupa kurungan penjara selama tiga bulan dipotong masa tahanan selama persidangan.

“Hari ini, ada sembilan tahanan yang menghirup udara bebas setelah majelis hakim memutus perkara mereka di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa lalu,” ujar Aziz Yanuar, Ketua tim Kuasa Hukum BHF FPI melalui rilisnya, Ahad (15/09/2019).

Aziz menerangkan, lima dari sembilan tahanan yang bebas adalah klien BHF FPI. Sembilan tahanan itu dihukum Majelis Hakim selama 3 bulan 21 hari karena melanggar Pasal 218 KUHP.

Pasal 218 sendiri berbunyi, barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.”

Menurut Aziz, kliennya tersebut bukanlah perusuh atau kriminal seperti yang distigmakan selama ini. Melainkan, kata dia, mereka adalah aktivis demokrasi yang menyuarakan aspirasinya.

“Ke lima orang klien kami ini bukan perusuh apalagi kriminal, pasal yang digunakan kepada klien kami adalah Pasal 218 KUHP yang sering digunakan kepada para aktivis.” Tutup Aziz.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat