... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahira Idris: Masyarakat Letih, Kebakaran Hutan Sudah Seperti Sinetron

Foto: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Komite I DPD RI yang membidangi persoalan Politik, Hukum, HAM dan Pemerintahan Dalam Negeri, Fahira Idris mengatakan bahwa rakyat di beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera harus kembali sengsara akibat kabut asap yang tidak hanya membahayakan jiwa tetapi juga menganggu semua sendi kehidupan. Terus berulangnya terjadi kebakaran hutan menandakan kebijakan dan aksi nyata pemerintah belum optimal dan komprehensif.

“Padahal mencegah kebakaran hutan harus jadi prioritas utama pemerintahan Jokowi saat ini dan ke depan. Sangat banyak kerugian yang dialami bangsa ini jika tidak ada terobosan untuk benar-benar mencegah dan menghentikan kebakaran hutan. Harusnya setelah terjadi selama bertahun-tahun, pemerintah tidak lagi gamang dalam mencegah dan mengatasi kebakaran hutan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Sabtu (14/09/2019).

Ia menegaskan bahwa Indonesaia butuh pemimpin tanpa beban untuk atasi kebakaran hutan. Salah satunya tidak terbebani untuk segera menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah memvonis pemerintah bersalah atas kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2015 lalu.

“Harusnya poin-poin hukuman dari MA segera dilaksanakan, bukan malah berniat mengajukan PK (Peninjuan Kembali),” tuturnya,

Fahira mengungkapkan, poin-poin hukuman dari MA antara lain kewajiban menerbitkan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan melibatkan peran serta masyarakat; menerbitkan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden yang menjadi dasar hukum terbentuknya tim gabungan; dan membuat roadmap (peta jalan) pencegahan dini, penanggulangan dan pemulihan korban kebakaran hutan dan lahan serta pemulihan lingkungan adalah terobosan yang sangat baik untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan. Hukuman dari MA ini seharusnya tidak menjadi beban dan harus segera dilaksanakan.

BACA JUGA  JITU Bagikan Gratis Buku Mengetuk Pintu Langit di Reuni 212

“Memimpin tanpa beban tidak harus di periode kedua, tetapi saat ini sudah bisa mulai diperlihatkan. Beban berat rakyat yang terpapar langsung kabut asap sudah sangat berat. Mohon segera diangkat beban tersebut dan pindahkan ke pundak Pemerintah. Segeralah buat terobosan. Masyarakat letih, kebakaran hutan ini sudah seperti sinetron yang banyak episodenya,” pungkas Senator Jakarta ini.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Kapal Bomber AS Berlayar di Laut China Selatan, Beijing Marah

Sementara itu, kata Komando Tiongkok Selatan dalam sebuah pernyataan mengatakan bahw kapal bomber AS memasuki perairan dekat Paracel tanpa izin dari pemerintah China.

Sabtu, 14/09/2019 08:30 0

Inggris

Sekelompok Muslim Serukan Penarikan Investasi Sektor Minyak dan Gas

Ketiga organisasi itu juga mengatakan komunitas Muslim harus berkomitmen untuk bertindak atas perubahan iklim.

Jum'at, 13/09/2019 14:18 0

Amerika

Kecanduan Vape, Paru-paru Remaja Ini Seperti Usia 70 Tahun

Akhir bulan lalu, mahasiswa berusia 18 tahun di Gurnee, Illinois, itu dirawat di rumah sakit setelah menggunakan vape selama lebih dari satu setengah tahun.

Jum'at, 13/09/2019 11:17 2

Afghanistan

Pengamat: AS Memberikan Janji-janji Palsu di Afghanistan

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, juga menyatakan bahwa AS menggunakan dalih terorisme di Afghanistan sebagai alasan untuk tetap di negara itu.

Jum'at, 13/09/2019 11:00 0

Afghanistan

Taliban: Trump, Hati-hati! Anda Tak Tau Siapa yang Anda Perangi

Imarah Islam Afghanistan (Taliban) memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertindak hati-hati.

Jum'at, 13/09/2019 09:22 0

Opini

Slogan NKRI Harga Mati (Masih) Menjadi Alat Gebuk

Slogan NKRI harga mati memang masih populer hingga saat ini, bahkan sangat melambung di media sosial.

Kamis, 12/09/2019 18:01 1

News

BJ Habibie, Profil Muslim Jenius yang Dikhianati

Pelopor tidak diterimanya pertanggungjawaban Habibie justru dari Fraksi Golkar. Golkar saat itu dipimpin Akbar Tanjung, yang pernah menjadi Ketum PB HMI. Padahal Habibie sendiri dari Golkar.

Kamis, 12/09/2019 16:37 1

Artikel

Ali Syari’ati: Pemikir Syiah yang Dibenci Syiah

Secara garis besar, gagasan Syari’ati mencoba membongkar kemapanan doktrin-doktrin Syi’ah yang telah berakar dan melembaga di Iran. Otoritas ulama-ulama Syi’ah digoyang oleh gagasan-gagasan Syari’ati yang revolusioner dan lebih menekankan pada aspek perlawanan pada penindasan dan menitikberatkan pada keadilan sosial.

Kamis, 12/09/2019 15:10 0

India

Kashmir yang Terdampar

Sekitar 8 juta warga Kashmir masih terisolasi dari dunia luar hingga saat ini.

Kamis, 12/09/2019 15:01 0

Lebanon

Pengungsi Palestina di Lebanon “Lirik” Australia dan Negeri Eropa

Aktivis di kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon telah melakukan aksi protes yang ketiga pada hari Rabu (11/09/2019). Mereka menuntut dipindahkan ke negara ketiga.

Kamis, 12/09/2019 13:01 0

Close