... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Erdogan Jadwalkan Ketemu Trump Bahas Pembelian Rudal Patriot

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu dengan Presiden AS Donald Trump (kanan) dalam KTT Pemimpin G20 di Buenos Aires, Argentina pada 1 Desember 2018 [PRESIDENSI TURKI / MURAT CETINMUHURDAR / / HANDOUTAnadolu Agency]

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan akan membahas pembelian rudal Patriot AS dengan Presiden Donald Trump bulan ini. Pembicaraan ini dalam rangka mengatasi ketegangan setelah Ankara melakukan pembelian sistem pertahanan udara Rusia.

Pembelian Turki atas sistem rudal S-400 Rusia pada bulan Juli meningkatkan prospek sanksi AS. Departemen Luar Negeri mengatakan tawaran untuk menjual sistem pertahanan rudal Patriot Raytheon Co ke Ankara telah berakhir.

Namun, Erdogan mengatakan kepada Reuters bahwa dia telah mendiskusikan pembelian Patriot melalui telepon dengan Trump dua minggu lalu. Ia akan menindaklanjuti ketika mereka bertemu di Majelis Umum PBB, yang dibuka minggu depan.

“Saya mengatakan apa pun paket … S-400 yang kami dapatkan, kami dapat membeli dari Anda sejumlah Patriot,” kata Erdogan pada Jumat (13/09/2019).

“Tapi saya katakan kita harus melihat kondisi yang setidaknya cocok dengan S-400,” kata Erdogan. Dia mengisyaratkan kemungkinan produksi bersama dan persyaratan pinjaman yang menguntungkan.

“Dia (Trump) berkata: ‘Apakah kamu serius?’ Saya berkata: ‘Ya’,” kata Erdogan. Dia mengaku telah memberi tahu Trump bahwa hal itu akan dibahas secara lebih rinci ketika bertemu.

Ditanya apakah ia juga akan meminta Trump untuk mencegah Departemen Keuangan AS menjatuhkan denda besar pada Halkbank milik negara terutama Turki karena melanggar sanksi AS terhadap Iran, Erdogan mengatakan ia yakin dapat menghindari upaya tersebut.

BACA JUGA  Erdogan: Turki Akan Keluar dari Suriah Jika Negara-negara Lain Pergi

“Menurut saya, negara seperti AS tidak akan mau melukai sekutunya, Turki. Ini bukan perilaku rasional,” katanya dalam sebuah wawancara di kompleks istana Ottoman Dolmabahce di Bosphorus di Istanbul.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PKS: Kebakaran Hutan Setiap Tahun Terjadi, Seharusnya Pemerintah Bisa Antisipasi

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menegaskan bahwa kebakaran hutan di Provinsi Riau berdampak serius bagi masyarakat setempat.

Sabtu, 14/09/2019 14:38 0

Indonesia

Di Medan Perang, Lembaga Kemanusiaan Tak Bisa Dituding Membantu Teroris

NGO yang sedang bertugas juga tidak bisa dituduh membantu musuh ataupun teroris di medan perang.

Sabtu, 14/09/2019 12:57 0

Indonesia

Fahira Idris: Masyarakat Letih, Kebakaran Hutan Sudah Seperti Sinetron

Fahira Idris mengatakan bahwa rakyat di beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera harus kembali sengsara akibat kabut asap

Sabtu, 14/09/2019 11:47 0

Indonesia

Spanduk Tolak RUU P-KS Nampang di Hotel Fairmount Jakarta, Begini Bunyinya

Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) memasang spanduk yang berisi penolakan terhadap RUU P-KS dan beberapa poin RKUHP di Hotel Fairmount

Jum'at, 13/09/2019 21:56 0

Indonesia

Kelebihan Hukum Islam Menurut Komite Palang Merah Internasional

hukum islam mempunya kelebihan dari hukum-hukum lain. Salah satunya adalah soal keterikatan hamba dengan tuhannya.

Jum'at, 13/09/2019 16:14 1

Indonesia

Pasca Teror Masjid, Selandia Baru Kembangkan RUU Persenjataan

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengenalkan RUU Persenjataan baru ke Parlemen.

Jum'at, 13/09/2019 14:13 0

Indonesia

AILA: Nikah Mut’ah Rugikan Perempuan

Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Rita Soebagyo menilai prosesi nikah mut'ah sangat merugikan perempuan.

Jum'at, 13/09/2019 14:05 0

Opini

Slogan NKRI Harga Mati (Masih) Menjadi Alat Gebuk

Slogan NKRI harga mati memang masih populer hingga saat ini, bahkan sangat melambung di media sosial.

Kamis, 12/09/2019 18:01 1

Indonesia

Pakar Psikologi Forensik: RUU P-KS Banyak Masalah, Jangan Buru-buru Disahkan

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai bahwa masih banyak pasal yang bermasalah dalam RUU P-KS.

Kamis, 12/09/2019 15:36 0

Indonesia

35 Tahun Tragedi Tanjung Priok, Keadilan Tak Kunjung Datang

Tepat pada hari ini, Peristiwa Tanjung Priok sudah memasuki 3,5 dekade.

Kamis, 12/09/2019 15:22 0

Close