Di Medan Perang, Lembaga Kemanusiaan Tak Bisa Dituding Membantu Teroris

KIBLAT.NET, Jakarta – Penasihat Hukum Komite Palang Merah Indonesia, Dr. Ahmed Al-Dawoody menegaskan bahwa dalam hukum perang internasional maupun hukum perang dalam Islam, pihak yang melakukan kegiatan kemanusiaan atau kegiatan diplomatik memiliki hak yang sama seperti masyarakat sipil dan non-militer. Tidak boleh dilukai.

Ia menjelaskan, NGO yang sedang bertugas juga tidak bisa dituduh membantu musuh ataupun teroris di medan perang. Jika ada kecurigaan mengarah kepada hal itu, maka harus dilakukan pengkajian menyeluruh terlebih dahulu.

“Apabila lembaga kemanusiaan dituduh (membantu musuh/teroris) maka orang yang melakukan ini berhak medapat celaan, karena harus dikaji agar jangan sampai lembaga ini mendapat perlakuan tidak adil,” kata Dawoody kepada kiblat.net saat ditemui dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu.

“Jika personal dari lembaga kemanusiaan ini terbukti terlibat dalam aksi militer atau intelejen, maka harus diselidiki oleh lembaga peradilan. Seluruh perkara ini arus dibahas sesuai porsinya hingga betul-betul terbukti,” sambungnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam menyikapi pelanggaran terhadap IHL, Komite Palang Merah Internasional lebih menggunakan cara persuasif kepada negara-negara yang bersangkutan agar hukum itu tetap ditaati.

“Dalam konteks ini Palang Merah Internasional terlibat dalam diskusi dan pembicaraan yang bersifat rahasia dan tidak dipublish. Palang merah mengadakan pembicaraan dengan negara-negara ini dan menjelaskan pelanggaran-pelanggaran terhadap IHL dan meminta negara-negara ini untuk menghentikan pelanggaran dan menghormati IHL. Inilah peran Palang Merah Internasional,” ucapnya.

BACA JUGA  Terduga Pembakar Bendera PDIP Terima Penangguhan Penahanan

Menurutnya, cara tersebut berhasil meningkatkan kesadaran dalam menaati IHL. Palang Merah Internasional berupaya sebaik mungkin dengan aktif terlibat dalam diskusi bersama semua pihak yang terlibat dalam perang, baik itu negara adidaya maupun bukan.

“Dan upaya-upaya ini dimulai baik di dunia akademik bersama para mahasiswa, tentara, polisi dan dengan semua pihak hingga pada akhirnya mereka mentaati IHL,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat