... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat: AS Memberikan Janji-janji Palsu di Afghanistan

Foto: Pasukan AS di Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Wahidullah Ghazikhail, pengamat di Pusat Studi dan Penelitian think tank di Kabul, mengatakan bahwa para pemimpin AS telah memberikan janji palsu kepada rakyat Afghanistan untuk membenarkan invasi.

“Delapan belas tahun kemudian, situasinya tidak seperti yang diharapkan warga Afghanistan di awal. Hak-hak perempuan, kebebasan berbicara dan kebebasan media adalah pembenaran atas invasi Amerika. Pasukan kami lemah dan tanpa NATO dan pasukan Amerika mereka tidak bisa membela kami,” ujarnya.

Dia mengatakan rakyat Afghanistan perlu tahu mengapa kehadiran AS terus berlanjut, namun Taliban telah menjadi kuat kembali. Kelompok-kelompok militan lainnya seperti ISIS juga telah muncul dalam beberapa tahun terakhir.

AS melakukan invasi ke Afghanistan setelah serangan 11 September, yang dilakukan oleh sekelompok Al-Qaidah yang menerbangkan pesawat ke menara kembar World Trade Center di New York, dan Pentagon di Washington. Invasi dilakan dengan dalih memerangi teroris yang bersembunyi di negara itu.

Namun mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, yang berkuasa dengan bantuan AS setelah jatuhnya Taliban pada 2003, telah menyatakan bahwa Washington menggunakan dalih terorisme di Afghanistan sebagai alasan untuk tetap di negara itu.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Slogan NKRI Harga Mati (Masih) Menjadi Alat Gebuk

Slogan NKRI harga mati memang masih populer hingga saat ini, bahkan sangat melambung di media sosial.

Kamis, 12/09/2019 18:01 1

Indonesia

Pakar Psikologi Forensik: RUU P-KS Banyak Masalah, Jangan Buru-buru Disahkan

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai bahwa masih banyak pasal yang bermasalah dalam RUU P-KS.

Kamis, 12/09/2019 15:36 0

Indonesia

35 Tahun Tragedi Tanjung Priok, Keadilan Tak Kunjung Datang

Tepat pada hari ini, Peristiwa Tanjung Priok sudah memasuki 3,5 dekade.

Kamis, 12/09/2019 15:22 0

Artikel

Ali Syari’ati: Pemikir Syiah yang Dibenci Syiah

Secara garis besar, gagasan Syari’ati mencoba membongkar kemapanan doktrin-doktrin Syi’ah yang telah berakar dan melembaga di Iran. Otoritas ulama-ulama Syi’ah digoyang oleh gagasan-gagasan Syari’ati yang revolusioner dan lebih menekankan pada aspek perlawanan pada penindasan dan menitikberatkan pada keadilan sosial.

Kamis, 12/09/2019 15:10 0

Indonesia

Haedar Nasir: BJ Habibie Sosok Moralis yang Memadukan Imtaq dan Iptek

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Mantan Presiden RI Ke-3, BJ Habibie.

Kamis, 12/09/2019 13:55 0

Indonesia

RUU P-KS Dinilai Mengabaikan Adat

Salah satu alasan ditolaknya Rancangan Undang-undang P-KS (Penghapusan Kekerasan Seksual) adalah karena bertentangan dengan nilai Islam dan norma yang berlaku di masyarakat.

Kamis, 12/09/2019 13:39 0

Indonesia

Indonesia Kecam Netanyahu Atas Janji Kampanye Caplok Lembah Yordania

Pemerintah Indonesia pun langsung angkat suara, mengecam pernyataan kontroversial tersebut.

Kamis, 12/09/2019 07:28 0

Indonesia

MUI: Bangsa Indonesia Berduka Atas Meninggalnya BJ Habibie

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menegaskan bahwa bangsa Indonesia merasa kehilangan atas wafatnya BJ. Habibie.

Rabu, 11/09/2019 21:01 0

Indonesia

BJ Habibie Wafat, Ulama dan Tokoh Sampaikan Duka Cita

Meninggalnya BJ Habibie mendapat perhatian dari banyak kalangan.

Rabu, 11/09/2019 20:16 0

Indonesia

Presiden RI Ke- 3 BJ Habibie Meninggal Dunia

Presiden RI ke-3, BJ Habibie meninggal dunia.

Rabu, 11/09/2019 19:59 0

Close