... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Teror Masjid, Selandia Baru Kembangkan RUU Persenjataan

Foto: Masjid Al Noor Christchurch, Selandia Baru yang menjadi sasaran serangan teroris

KIBLAT.NET, Wellington – Enam bulan pasca serangan teroris supremasi kulit putih di sebuah masjid di Cristcurch, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengenalkan RUU Persenjataan baru ke Parlemen.

RUU Persenjataan ini merupakan rangkaian reformasi senjata kedua di Selandia Baru. Sebelumnya, pihak pemerintah hampir mendapat dukungan penuh di parlemen ketika mengeluarkan undang-undang larangan kepemilikan senjata api semi otomatis ala militer (MSSA) pada reformasi senjata pertama, beberapa minggu usai tragedi Cristcurch.

Lemahnya undang-undang persenjataan di Selandia Baru dinilai sebagai alasan utama teroris penyerang masjid bisa mendapatkan senjata semi otomatis yang kemudian ia gunakan untuk menembaki jamaah shalat jumat hingga menewaskan 51 orang.

“Memiliki senjata api adalah hak istimewa bukan hak,” kata Ardern dalam pernyataannya saat mengumumkan RUU baru pada Jumat (13/09/2019).

“Serangan itu mengungkap kelemahan dalam undang-undang yang sebenarnya kita mampu memperbaikinya. Kami tidak akan menjadi pemerintah yang bertanggung jawab jika kami tidak mengatasinya,”imbuhnya.

Diketahui, RUU baru tersebut akan mencakup registrasi untuk memantau dan melacak setiap senjata api legal yang ada di Selandia Baru. Selain itu, RUU ini juga memperketat aturan lain bagi para penjual senjata dan bagi individu untuk mendapatkan dan menjaga lisensi senjata api. Perpanjangan lisensi untuk perorangan juga dikurangi menjadi lima tahun dari sebelumnya sepuluh tahun.

Reporter: Qoid
Sumber: Reuters

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Kecanduan Vape, Paru-paru Remaja Ini Seperti Usia 70 Tahun

Akhir bulan lalu, mahasiswa berusia 18 tahun di Gurnee, Illinois, itu dirawat di rumah sakit setelah menggunakan vape selama lebih dari satu setengah tahun.

Jum'at, 13/09/2019 11:17 2

Afghanistan

Pengamat: AS Memberikan Janji-janji Palsu di Afghanistan

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, juga menyatakan bahwa AS menggunakan dalih terorisme di Afghanistan sebagai alasan untuk tetap di negara itu.

Jum'at, 13/09/2019 11:00 0

Afghanistan

Taliban: Trump, Hati-hati! Anda Tak Tau Siapa yang Anda Perangi

Imarah Islam Afghanistan (Taliban) memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertindak hati-hati.

Jum'at, 13/09/2019 09:22 0

Opini

Slogan NKRI Harga Mati (Masih) Menjadi Alat Gebuk

Slogan NKRI harga mati memang masih populer hingga saat ini, bahkan sangat melambung di media sosial.

Kamis, 12/09/2019 18:01 1

News

BJ Habibie, Profil Muslim Jenius yang Dikhianati

Pelopor tidak diterimanya pertanggungjawaban Habibie justru dari Fraksi Golkar. Golkar saat itu dipimpin Akbar Tanjung, yang pernah menjadi Ketum PB HMI. Padahal Habibie sendiri dari Golkar.

Kamis, 12/09/2019 16:37 1

Artikel

Ali Syari’ati: Pemikir Syiah yang Dibenci Syiah

Secara garis besar, gagasan Syari’ati mencoba membongkar kemapanan doktrin-doktrin Syi’ah yang telah berakar dan melembaga di Iran. Otoritas ulama-ulama Syi’ah digoyang oleh gagasan-gagasan Syari’ati yang revolusioner dan lebih menekankan pada aspek perlawanan pada penindasan dan menitikberatkan pada keadilan sosial.

Kamis, 12/09/2019 15:10 0

India

Kashmir yang Terdampar

Sekitar 8 juta warga Kashmir masih terisolasi dari dunia luar hingga saat ini.

Kamis, 12/09/2019 15:01 0

Lebanon

Pengungsi Palestina di Lebanon “Lirik” Australia dan Negeri Eropa

Aktivis di kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon telah melakukan aksi protes yang ketiga pada hari Rabu (11/09/2019). Mereka menuntut dipindahkan ke negara ketiga.

Kamis, 12/09/2019 13:01 0

Eropa

Penyelidik PBB: Koalisi AS, Rusia, Suriah dan Milisi Kurdi Lakukan Kejahatan Perang

Komisi Penyelidikan PBB mengatakan bahwa koalisi internasional pimpinan AS, Rusia, rezim Suriah dan milisi Kurdi melakukan pelanggaran yang bisa masuk dalam kejahatan perang.

Kamis, 12/09/2019 11:08 0

Palestina

Tingkat Kecanduan Narkoba Warga Israel di Dekat Gaza Meningkat

Surat kabar Israel Maariv melaporkan kemarin bahwa tingkat konsumsi obat penenang di antara orang Israel di daerah sekitar Jalur Gaza meningkat

Kamis, 12/09/2019 11:06 0

Close