Kelebihan Hukum Islam Menurut Komite Palang Merah Internasional

KIBLAT.NET, Jakarta – Penasihat Hukum Komite Internasional Palang Merah, Ahmed al-Dawoody memaparkan adanya kesesuaian antara hukum perang dalam Islam dan Hukum Humaniter Internasional atau Hukum Perang Internasional (IHL).

Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa hukum islam mempunya kelebihan dari hukum-hukum lain. Salah satunya adalah soal keterikatan hamba dengan tuhannya.

Al-Dawoody menjelaskan, umat islam berkeyakinan bahwa mereka akan mendapat pahala dengan menjalankan hukum Allah, termasuk hukum perang. Karenanya, umat islam menjalankan hukum perang dengan sukarela. Hal itu berbeda dengan negara-negara barat yang menaati IHL dengan keterpaksaan atas kesepakatan internasional.

“Pada dasarnya hukum Islam memiliki kelebihan dari hukum-hukum yang lain, yang kita namakan kesukarelaan dalam menerapkannya. Yaitu seorang tentara muslim memiliki keinginan dari diri sendiri untuk mentaati hukum ini, karena dengan dengan mentaati ini mereka mencari ridho Allah,”katanya kepada kiblat.net saat ditemui di Ciputat pada Selasa (10/09/2019).

Menurutnya, keselarasan antara Hukum Humaniter Internasional dengan Hukum Islam membuat kaum muslimin dengan senang hati menerima konsep dan metode IHL yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga nyawa masyarakat sipil.

Al-Dawoody menambahkan, hukum perang dalam Islam juga memiliki kaitan yang erat dengan kesadaran beragama bagi umat Islam. Oleh karena itu tidak ada cara untuk menyadarkan kaum muslimin tentang hukum perang Islam kecuali dengan mengarahkan mereka pada ajaran agama yang benar.

BACA JUGA  KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI 2020-2025

“Banyak lembaga kemanusian internasional dan universitas-universitas mengkaji kemiripan antara hukum (perang Islam) dengan IHL. Karena pada akhirnya ini akan memberikan kontribusi terhadap kemanusiaan dan Islam datang dengan nilai-nilai yang luhur, yang pada akhirnya bermanfaat untuk kemanusiaan dan untuk memakmurkan bumi yang Allah ciptakan kita untuk itu,”pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat