... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Psikologi Forensik: RUU P-KS Banyak Masalah, Jangan Buru-buru Disahkan

Foto: Pakar psikologi forensik reza Indragiri.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai bahwa masih banyak pasal yang bermasalah dalam RUU P-KS. Maka, ia mengimbau kepada DPR agar RUU ini tidak segera disahkan.

“Jangan terburu-buru mengesahkan RUU ini menjadi UU pada bulan ini juga, tunggulah. Berikan kesempatan pada waktu, pada kita bersama untuk mencari merumuskan pasal-pasal mana saja yang perlu pembenahan, penguatan, yang harus kita buang,” ujarnya dalam diskusi publik RUU P-KS di Hotel Gren Alia, Cikini Jakarta Pusat, Kamis (12/09/2019).

Salah satu pasal yang paling merisaukan Reza adalah pasal Pemaksaan Pelacuran, yang merupakan salah satu dari sembilan bentuk tindak kekerasan seksual. Pasal Pemaksaan Pelacuran ini termasuk yang paling merisaukan, dan percabangannya juga yang paling luas.

“Dari namanya saja, tentu mengandung prasangka karena jika pelacuran dilakukan tanpa pemaksaan dan tanpa unsur kekerasan, maka tidak masalah. Sehingga jika dimaknai dari undang-undang ini bukan pelacurannya, tapi kekerasannya. Terbayang oleh saya jika artis prostitusi online tidak ditindak, malah yang ditindak justru manajernya,” jelasnya.

Ia juga menyebut, para pengusung RUU P-KS ini mengibaratkan orang yang mengeksploitasi pelacuran dapat dikenakan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Padahal, jelas Reza, pemaksaan pelacuran dan pelacuran yang dilakukan tanpa paksaan serta kekerasan adalah dua hal yang berbeda.

“Tidak ada persamaan antara pelacur yang dipaksa dengan hasil hanya ratusan ribu dengan pelacur profesional yang omsetnya puluhan bahkan ratusan juta. Justru, pasal-pasal seperti ini memberi ruang bagi pelacur online untuk terus bergelimang,” katanya.

BACA JUGA  Sebelum Aksi Tuntut Perppu KPK, Rumah Ketua BEM UPNVJ Didatangi Polisi

Reza menjelaskan, pelacuran yang diatur dalam UU TPPO adalah pelacuran yang dipaksa dan diperdagangkan secara bebas. Menurut dia, hingga hari ini Indonesia sedang mengalami kevakuman hukum dalam menindak pelacur profesional, baik laki-laki maupun perempuan.

“Seperti definisi zina dalam KUHP dan definisi zina sesuai perkembangan di masyarakat itu beda. Karena yang diatur dalam KUHP hanya untuk pria yang sudah memiliki istri, tapi kalau perjaka atau perawan yang melakukan kontak seksual, tidak ada persoalan,” ujarnya.

Lebih jauh, mengenai hubungan sesama jenis ia juga menyayangkan dalam RUU P-KS hal tersebut tidak dilarang selama tidak ada unsur pemaksaan atau kekerasan. “Orientasi seksual disitu tidak dimasalahkan, yang dimasalahkan lagi-lagi kekerasannya,” katanya.

Di satu sisi ia pun tidak memungkiri ada yang patut diapresiasi dari RUU P-KS ini seperti permasalahan terhadap korban. “Maka langkah yang menurut saya realistis adalah ayo kita benahi, kita sempurnakan sama-sama. Karena perlu kita benahi, jangan tergesa-gesa kita sahkan secepat mungkin,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Ali Syari’ati: Pemikir Syiah yang Dibenci Syiah

Secara garis besar, gagasan Syari’ati mencoba membongkar kemapanan doktrin-doktrin Syi’ah yang telah berakar dan melembaga di Iran. Otoritas ulama-ulama Syi’ah digoyang oleh gagasan-gagasan Syari’ati yang revolusioner dan lebih menekankan pada aspek perlawanan pada penindasan dan menitikberatkan pada keadilan sosial.

Kamis, 12/09/2019 15:10 0

India

Kashmir yang Terdampar

Sekitar 8 juta warga Kashmir masih terisolasi dari dunia luar hingga saat ini.

Kamis, 12/09/2019 15:01 0

Lebanon

Pengungsi Palestina di Lebanon “Lirik” Australia dan Negeri Eropa

Aktivis di kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon telah melakukan aksi protes yang ketiga pada hari Rabu (11/09/2019). Mereka menuntut dipindahkan ke negara ketiga.

Kamis, 12/09/2019 13:01 0

Eropa

Penyelidik PBB: Koalisi AS, Rusia, Suriah dan Milisi Kurdi Lakukan Kejahatan Perang

Komisi Penyelidikan PBB mengatakan bahwa koalisi internasional pimpinan AS, Rusia, rezim Suriah dan milisi Kurdi melakukan pelanggaran yang bisa masuk dalam kejahatan perang.

Kamis, 12/09/2019 11:08 0

Palestina

Tingkat Kecanduan Narkoba Warga Israel di Dekat Gaza Meningkat

Surat kabar Israel Maariv melaporkan kemarin bahwa tingkat konsumsi obat penenang di antara orang Israel di daerah sekitar Jalur Gaza meningkat

Kamis, 12/09/2019 11:06 0

Amerika

Ribuan Penyintas dan Petugas Penyelamatan Serangan 9/11 Terserang Kanker

"Kita harus mengakui bahwa ada korban selain mereka yang meninggal pada 11 September," kata Joanna Reisman,

Kamis, 12/09/2019 09:26 0

Afghanistan

Pertempuran di Afghanistan Kembali Berkobar

pertempuran meletus di setidaknya 10 provinsi.

Kamis, 12/09/2019 08:14 0

Wilayah Lain

Heroik, Kakek Ini Gagalkan Serangan Teroris di Masjid dengan Tangan Kosong

Seorang teroris kulit putih berusia 20 tahun masuk ke dalam Masjid di kota Baerum, dekat ibu kota Oslo, dengan 2 senapan dan 1 pistol di tangan.

Rabu, 11/09/2019 15:43 0

Arab Saudi

Lagi, Ulama Saudi Ditangkap Setelah Kritik Otoritas Hiburan Umum

"Penangkapan itu mengingatkan semua orang bahwa tim yang sama yang menargetkan ayah saya sebelumnya, dan menargetkan minoritas, dan menargetkan aktivis .. dan mendalangi pembunuhan Khashoggi, masih menjalankan semua file keamanan!" tulis Abdullah.

Rabu, 11/09/2019 14:23 0

India

India Dituntut Akhiri Kekerasan di Jammu dan Kashmir

KIBLAT.NET, Jakarta – Lebih dari lima puluh negara di PBB serta Organisasi Kerjasama Islam (OKI)...

Rabu, 11/09/2019 13:57 0

Close