... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

India Dituntut Akhiri Kekerasan di Jammu dan Kashmir

KIBLAT.NET, Jakarta – Lebih dari lima puluh negara di PBB serta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyerukan agar India segera mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan negara mayoritas Hindu tersebut di wilayah Jammu dan Kashmir yang warganya mayoritas muslim.

“Memburuknya hak asasi manusia dan situasi kemanusiaan di wilyah Jammu & Kashmir terutama setelah keputusan India untuk mencabut hak otonomi wilyah tersebut pada 5 Agustus 2019 membutuhkan perhatian mendesak oleh Dewan Hak Asasi Manusia dan mekanisme Hak Asasi Manusia,” kata para perwakilan negara tersebut dalam pernyataan bersama yang dirilis pada hari Selasa (10/09/2019), dikutip dari kantor berita Anadolu.

Pernyataan bersama itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi berbicara kepada Dewan HAM PBB di Jenewa. Sebagai komitmen terhadap Piagam PBB, resolusi Dewan Keamanan, dan standar hak asasi manusia serta hukum internasional, negara negara itu meminta agar hak asasi manusia mendasar dari rakyat Jammu dan Kashmir dilindungi dan dihormati.

“Terutama hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan,” lanjut pernyataan tersebut.

Mereka juga menyerukan pencabutan jam malam, mengakhiri penghentian komunikasi, dan pembebasan tahanan politik di Jammu dan Kashmir sesegera mungkin.

India juga dituntut untuk segera mengakhiri kekerasan berlebihan, terutama penggunaan senapan angin. Negara-negara itu juga menuntut agar kelompok-kelompok hak asasi manusia dan media internasional diberikan akses tanpa hambatan ke wilayah itu.

BACA JUGA  Cabut Otonomi Sepihak, India Bagi Kashmir Jadi Dua Wilayah

Mereka juga meminta PBB untuk membentuk Komisi Penyelidikan untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi yang terjadi, sebagaimana rekomendasi Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).

“Kami juga mendukung resolusi damai dari perselisihan Jammu dan Kashmir melalui implementasi resolusi DK PBB,” tegas pernyataan tersebut.

Sumber: Anadolu
Penulis: Qoidul Mujahidin
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hukum Perang Islam Ternyata Tak Menyelisihi Hukum Perang Internasional

Dr. Ahmed Al-Dawody mengungkap adanya kesesuaian antara International Humanitarian Law (Hukum Perang Internasional) atau IHL dengan hukum perang dalam Islam.

Rabu, 11/09/2019 12:59 0

Indonesia

Untuk Menangkap Veronica, Polri Akan Minta Bantuan Interpol

Salah satu ancaman untuk Veronica adalah UU ITE pasal 160.

Rabu, 11/09/2019 12:25 0

Indonesia

KH Sobri Lubis Dipanggil Polisi Soal Dugaan Kasus Makar

Sobri dipanggil sebagai saksi pada Rabu (11/09/2019) ke Polda Metro Jaya.

Selasa, 10/09/2019 17:54 1

Indonesia

Hikma Sanggala Akan Rapat Dengar Pendapat Bersama DPRD Kendari

RDP ini akan membahas tindakan IAIN Kendari yang mengeluarkan Hikma dari kampus.

Selasa, 10/09/2019 17:48 0

Indonesia

Hikma Sanggala: Tuduhan Saya Radikal Hingga Saat Ini Tidak Terbukti

Dikeluarkan dari Kampus IAIN Kendari, Hikma Sanggala: Saya Tidak Diberi Kesempatan Klarifikasi

Selasa, 10/09/2019 17:30 0

Opini

Saat Kampus Terpenjara Isu Radikalisme

Penggunaan isu radikalisme secara serampangan sebenarnya karena minimnya pengetahuan tentang radikalisme itu sendiri.

Selasa, 10/09/2019 15:13 0

Artikel

Kedudukan Hari Asyura dalam Islam

Disini kita tidak sedang membahas perihal hukum terkait puasa di tanggal 10 Muharram atau yang masyhur kita sebut sebagai puasa Asyura. Karena hal itu telah berseliweran di berbagai broadcast di media sosial dan maupun situs-situs Islam lainnya.

Selasa, 10/09/2019 14:27 0

Indonesia

Polisi Tetapkan 85 Orang Tersangka Kerusuhan Papua

Polisi Tetapkan 85 Orang Tersangka Kerusuhan Papua

Selasa, 10/09/2019 13:21 0

Info Event

Soft Launching, KAMMI Turki Gelar Diskusi Pemindahaan Ibukota Indonesia

“Saya mendukung pemecahan fungsi Jakarta dalam rencana pemindahan ibukota. Saat ini semua beban menumpuk di Jakarta baik sebagai kota administrasi politik, kota bisnis ataupun hub internasional,” pantik Fauzi mengawali diskusi.

Selasa, 10/09/2019 07:05 0

Indonesia

Ribuan Anggota IJABI dan ABI Rayakan Hari Asyuro di Gelora Bung Karno

Ribuan Orang Rayakan Hari Asyuro Syiah di Gelora Bung Karno

Senin, 09/09/2019 18:39 3

Close