... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hukum Perang Islam Ternyata Tak Menyelisihi Hukum Perang Internasional

Foto: Penasihat hukum Komite Palang Merah Internasional, Dr. Ahmed Al-Dawody. (Qoid/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Penasihat hukum Komite Palang Merah Internasional, Dr. Ahmed Al-Dawody mengungkap adanya kesesuaian antara International Humanitarian Law (Hukum Perang Internasional) atau IHL dengan hukum perang dalam Islam.

Al-Dawoody menjelaskan, secara definisi IHL adalah seperangkat aturan yang dengan alasan kemanusiaan, bertujuan untuk membatasi efek konflik bersenjata. IHL juga melindungi orang-orang yang tidak atau tidak lagi berpartisipasi dalam permusuhan atau konflik dan membatasi cara dan metode dalam berperang.

Dari definisi itu, ia menyimpulkan bahwa IHL mengakomodir hal yang sama seperti hukum perang dalam Islam. Padahal kedua hukum tersebut tidak terbentuk di tempat dan waktu yang sama. Hukum Islam berasal dari Al-Quran dan Sunnah, sedangkan IHL disusun oleh negara-negara Barat secara bertahap dari abad ke 19 hingga abad ke 20.

“Sama seperti smartphone kalian, mereknya berbeda, sistem operasinya berbeda, tetapi fungsinya sama,” katanya saat mengisi Studium General bertajuk “Hubungan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam dalam Konflik Bersenjata” di FISIP UIN Syarif Hidayatullah pada Selasa (10/09/2019).

Ia kemudian menyebut beberapa poin yang sama-sama dimiliki oleh hukum Islam dan IHL. Dalam penjelasannya, Al-Dawoody menyebutkan tiga hal yang menjadi focus utama dalam IHL. Yang pertama, adalah pengkategorian yang membedakan antara warga sipil dan kombatan dan antara bangunan sipil dan objek militer. Yang kedua adalah pertimbangan manfaat, dalam sebuah operasi militer manfaat yang diterima militer harus lebih besar atau minimal sepadan dengan kerugian warga sipil, baik itu korban maupun kerusakan properti.

BACA JUGA  Menpora Jadi Tersangka KPK

Sedangkan yang terakhir adalah prinsip kehati-hatian yang terbagi menjadi tiga poin, yaitu memastikan bahwa target serangan adalah objek militer, pembatasan waktu dan lokasi tempur, dan larangan penggunaan metode atau strategi perang yang menyebabkan kerusakan lingkungan jangka panjang yang luas.

Menurutnya, semua itu cocok dengan hukum perang dalam Islam. Dalam Islam sendiri, ada 8 prinsip yang harus ditaati dalam berperang. Yang pertama adalah perlindungan terhadap warga sipil dan non-kombatan.

Al-Dawoody menerangkan bahwa dalam Islam ada lima kategori yang dianggap sebagai warga sipil dan non-kombatan. Yaitu perempuan, anak-anak, orang tua, pemuka agama, dan golongan Al-‘Usafa’ (orang buta, orang yang tidak mampu berperang, orang gila, petani, pedagang dan pengrajin atau pandai besi).

“Meski begitu, jika salah seorang dari lima kategori tersebut memiliki andil dalam perang, maka ia kehilangan imunitasnya dan boleh untuk dibunuh,” tuturnya.

Professor di Geneva Academy Of Humanitarian Law itu menambahkan, dalam prinsip hukum perang dalam Islam, juga mengakomodir pelarangan penggunaan senjata yang menyebabkan kerusakan massal seperti manjanik, racun, dan panah api. Selain itu, Islam juga melarang serangan membabi buta tanpa pandang bulu.

Prinsip-prinsip lain dari hukum perang dalam Islam yaitu larangan perusakan properti, larangan mutilasi, perlakuan baik terhadap tawanan perang, jaminan keamanan kepada warga musuh yang tidak terlibat perang atau apabila musuh menyerah, dan menjaga martabat manusia di medan perang dengan memberikan hak-haknya sebagai manusia seperti penguburan yang layak bagi yang mati.

BACA JUGA  Fahira Idris: Masyarakat Letih, Kebakaran Hutan Sudah Seperti Sinetron

Al-Dawoody menekankan bahwa kedua hukum tersebut mempunyai tujuan yang sama untuk membatasi dampak peperangan dan sama-sama mengandung nilai-nilai kemanusiaan.

“Inilah pentingnya belajar, agar tidak ada kesalahpahaman. Karena kesalahpahaman ini berpotensi menghilangkan nyawa tak berdosa,” ujarnya.

Reporter: Qoidul Mujahidin
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Puluhan Jurnalis Terluka Karena Agresi Israel di Jalur Gaza

Pada periode 2018, dua jurnalis lain yang bekerja untuk organisasi media lainnya di Gaza terbunuh.

Rabu, 11/09/2019 10:52 0

Irak

Insiden Desak-desakan di Perayaan Asyura di Karbala, 31 Tewas dan 71 Terluka

Korban tewas diperkirakan akan bertambah mengingat 10 korban luka dalam kondisi kritis.

Rabu, 11/09/2019 08:59 0

Amerika

AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Hamas, Al-Qaidah, ISIS dan Garda Iran

"Sejak serangan 9/11 yang mengerikan, pemerintah AS telah memfokuskan kembali upaya kontraterorismenya pada adaptasi konstan terhadap ancaman," kata Menteri Keuangan Stephen Mnuchin.

Rabu, 11/09/2019 08:03 0

Opini

Saat Kampus Terpenjara Isu Radikalisme

Penggunaan isu radikalisme secara serampangan sebenarnya karena minimnya pengetahuan tentang radikalisme itu sendiri.

Selasa, 10/09/2019 15:13 0

Artikel

Kedudukan Hari Asyura dalam Islam

Disini kita tidak sedang membahas perihal hukum terkait puasa di tanggal 10 Muharram atau yang masyhur kita sebut sebagai puasa Asyura. Karena hal itu telah berseliweran di berbagai broadcast di media sosial dan maupun situs-situs Islam lainnya.

Selasa, 10/09/2019 14:27 0

Arab Saudi

Arab Saudi Ingin Perkaya Uranium untuk Tenaga Nuklir

Eksportir minyak utama dunia itu mengatakan ingin menggunakan logam tersebut untuk mendiversifikasi campuran energinya.

Selasa, 10/09/2019 12:40 0

Irak

Diserang Jet Tempur Asing, Gudang Amunisi Milisi Syiah Irak Terbakar

Gudang amunisi kelompok milisi Syiah Hashd al-Shaabi di Irak terbakar. Demikian laporan media setempat, Selasa (10/09/2019).

Selasa, 10/09/2019 12:12 0

Amerika

Dipandang Indah, Lampu Peringatan 9/11 WTC Ternyata Bahayakan Burung

Lampu-lampu itu mungkin terlihat bagus. Namun, ternyata itu menjadi aksesoris pembunuh burung.

Selasa, 10/09/2019 10:57 0

Turki

IM Gelar Konferensi Internasional di Turki Bahas Idelogi Terkini

Hal utama yang dibahas dalam konferensi ini terkait dengan watak dakwah IM, yaitu: Siapa kami? apa yang kami inginkan? pandangan IM terhadap reformasi dan perubahan di masyarakat, pertengahan dan moderat sebagai tiang pondasi manhaj dan ideologi jamaah, manhaj IM dalam amal jama’I serta cara untuk membangun tarbiyah individu dan masyarakat.

Selasa, 10/09/2019 10:26 0

Palestina

Hamas: Saudi Tangkap Pemimpin Senior Kami di Jeddah

Kami sudah berupaya diam dalam kurun waktu lima bulan terakhir untuk mediasi pembebasan pemimpin kami Al-Khadori. Namun upaya itu tak ditanggapi

Selasa, 10/09/2019 09:01 0

Close