... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Saat Kampus Terpenjara Isu Radikalisme

Foto: Radikalisme (ilustrasi)

KIBLAT.NET – Isu radikalisme tak henti-hentinya digunakan untuk menyerang pihak yang dianggap tidak sependapat. Ia menjadi senjata ampuh untuk melumpuhkan orang yang dianggap musuh. Bahkan, lingkungan kampus tak luput dari penggunaan isu radikalisme yang cenderung serampangan.

Kampus IAIN Kendari menjadi sorotan pasca dikeluarkannya salah satu mahasiswanya yaitu Hikma Sanggala. Mahasiswa tersebut menerima dua surat sekaligus yaitu surat dari Dewan Kehormatan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa nomor : 003/DK/VIII/2019 tentang Usulan Penjatuhan Terhadap Pelanggaran Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa IAIN Kendari. Dan surat Keputusan Rektor IAIN Kendari Nomor 0653 Tahun 2019 Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Sebagai Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kendari.

Menurut pengacara Hikma dari LBH Pelita Umat, Hikma dikeluarkan dari kampus karena dianggap berafiliasi dengan aliran sesat dan paham radikalisme. Sementara itu, pihak kampus menuding bahwa Hikma menyebarkan paham yang bertentangan dengan Pancasila. Meskipun tidak diperinci paham seperti apa yang disebarkan oleh Hikma. Hikma sendiri merupakan mahasiswa yang aktif dalam menolak pelarangan cadar, UU Ormas dan Kebangkitan PKI.

Sebenarnya menjadi ambigu ketika kampus yang notabene adalah tempat untuk berdialog, justru terpenjara dengan isu radikalisme. Bertukar argumen seharusnya menjadi budaya bagi civitas akademika. Kebebasan berbicara dan berpendapat dipangkas dengan tudingan-tudingan tidak jelas. Padahal, kebebasan berpendapat merupakan ciri dan watak dari kampus.

BACA JUGA  RDP Dengan DPRD Soal Hikma Sanggala, IAIN Kendari Dinilai Tak Bahas Substansi Masalah

Perlu juga dijelaskan oleh pihak kampus apa paham radikal yang disebarkan oleh Hikma. Jika paham Kominisme yang memang sudah dilarang oleh negara, pemberhentian tidak hormat memang pantas dilakukan. Tapi jika misalnya Hikma dikeluarkan karena banyak bicara tentang khilafah, pemberhentian ini dipertanyakan. Atas dasar apa hal itu dilakukan? Apakah berbicara khilafah adalah pelanggaran hukum? Jika demikian, produk hukum seperti apa yang mengatur hal itu?

Penggunaan isu radikalisme secara serampangan sebenarnya karena minimnya pengetahuan tentang radikalisme itu sendiri. Masyarakat terlalu mudah menelan isu radikalisme secara mentah-mentah tanpa mempertimbangkan aspek tekstual dan kontekstual. Main tuding radikal juga tidak bisa dilepaskan dari sikap para elit negara yang terlalu mudah menggunakan kata tersebut untuk justifikasi.

Akibatnya, alih-alih menjadi waspada, masyarakat menjadi saling curiga. Orang bercadar dianggap radikal, bahkan di beberapa kampus melarang cadar dengan 1001 alasan yang tidak masuk akal. Isu ini tak pernah berhenti jika masyarakat tidak memiliki budaya literasi yang tinggi. Mudah terpengaruh, terprovokasi dan memvonis orang lain.

Jika kampus juga turut demikian, maka pendidikan kita sebenarnya sudah mati. Sumber Daya Manusia (SDM) yang sebenarnya mampu berkembang di kampus pun akhirnya malah mengalami degradasi intelektual. Semua argumen ditolak dan pintu dialog ditutup karena tudingan radikalisme. Universitas yang digadang mampu melahirkan generasi emas malah takluk dengan vonis tak jelas.

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Penulis: Taufiq Ishaq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Kedudukan Hari Asyura dalam Islam

Disini kita tidak sedang membahas perihal hukum terkait puasa di tanggal 10 Muharram atau yang masyhur kita sebut sebagai puasa Asyura. Karena hal itu telah berseliweran di berbagai broadcast di media sosial dan maupun situs-situs Islam lainnya.

Selasa, 10/09/2019 14:27 0

Indonesia

Polisi Tetapkan 85 Orang Tersangka Kerusuhan Papua

Polisi Tetapkan 85 Orang Tersangka Kerusuhan Papua

Selasa, 10/09/2019 13:21 0

Arab Saudi

Arab Saudi Ingin Perkaya Uranium untuk Tenaga Nuklir

Eksportir minyak utama dunia itu mengatakan ingin menggunakan logam tersebut untuk mendiversifikasi campuran energinya.

Selasa, 10/09/2019 12:40 0

Irak

Diserang Jet Tempur Asing, Gudang Amunisi Milisi Syiah Irak Terbakar

Gudang amunisi kelompok milisi Syiah Hashd al-Shaabi di Irak terbakar. Demikian laporan media setempat, Selasa (10/09/2019).

Selasa, 10/09/2019 12:12 0

Amerika

Dipandang Indah, Lampu Peringatan 9/11 WTC Ternyata Bahayakan Burung

Lampu-lampu itu mungkin terlihat bagus. Namun, ternyata itu menjadi aksesoris pembunuh burung.

Selasa, 10/09/2019 10:57 0

Turki

IM Gelar Konferensi Internasional di Turki Bahas Idelogi Terkini

Hal utama yang dibahas dalam konferensi ini terkait dengan watak dakwah IM, yaitu: Siapa kami? apa yang kami inginkan? pandangan IM terhadap reformasi dan perubahan di masyarakat, pertengahan dan moderat sebagai tiang pondasi manhaj dan ideologi jamaah, manhaj IM dalam amal jama’I serta cara untuk membangun tarbiyah individu dan masyarakat.

Selasa, 10/09/2019 10:26 0

Palestina

Hamas: Saudi Tangkap Pemimpin Senior Kami di Jeddah

Kami sudah berupaya diam dalam kurun waktu lima bulan terakhir untuk mediasi pembebasan pemimpin kami Al-Khadori. Namun upaya itu tak ditanggapi

Selasa, 10/09/2019 09:01 0

Amerika

CNN: AS Terpaksa Tarik Agen Penting di Rusia Akibat Kesalahan Trump

Kesalahan itu saat Trump memberikan informasi intelijen mengenai ISIS yang diberikan oleh Israel kepada Rusia pada 2017 silam.

Selasa, 10/09/2019 08:05 0

Info Event

Soft Launching, KAMMI Turki Gelar Diskusi Pemindahaan Ibukota Indonesia

“Saya mendukung pemecahan fungsi Jakarta dalam rencana pemindahan ibukota. Saat ini semua beban menumpuk di Jakarta baik sebagai kota administrasi politik, kota bisnis ataupun hub internasional,” pantik Fauzi mengawali diskusi.

Selasa, 10/09/2019 07:05 0

Indonesia

Ribuan Anggota IJABI dan ABI Rayakan Hari Asyuro di Gelora Bung Karno

Ribuan Orang Rayakan Hari Asyuro Syiah di Gelora Bung Karno

Senin, 09/09/2019 18:39 3

Close