KH Sobri Lubis Dipanggil Polisi Soal Dugaan Kasus Makar

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Front Pembela Islam KH Sobri Lubis rencananya akan dipanggil kepolisian terkait dugaan makar. Dalam surat Panggilan bernomor : SPgl/9325/IX/2019/Ditreskrimum, Sobri dipanggil sebagai saksi pada Rabu (11/09/2019) ke Polda Metro Jaya.

“Belum tau detailnya karena kasus apa, besok baru dipanggil panggilan pertama,” ujar Aziz Yanuar, Kuasa Hukum Sobri Lubis dari Bantuan Hukum Front (BHF) melalui sambungan telepon, Selasa (10/09/2019) sore.

Aziz mengungkapkan, Laporan dugaan makar terhadap Ketua Umum FPI ini dibuat oleh Suriyanto. Menurutnya, Suriyanto beberapa waktu lalu juga melaporkan para pihak yang dinilai kontra dengan pemerintah saat ini.

“Si pembuat laporan ini sering digunakan – dengan tanda kutip- untuk membidik aktifis islam. Pelapor ini juga melaporkan kalau saya tidak salah melaporkan Eggy Sudjana, juga melaporkan Prabowo Subianto,” ujar Aziz.

Ia menyebut, pelaporan dan pemanggilan KH Sobri Lubis ini untuk mengalihkan isu mengenai Papua yang masih hangat belakangan ini. Aziz pun menduga, awal mula pelaporan ini karena ada ceramahnya KH Sobri Lubis yang dinilai tidak tepat. “Dugaan kita karena ceramahnya dia (Sobri.red),” ujar Aziz.

Untuk kehadiran yang bersangkutan besok di Polda Metro Jaya, Aziz mengungkapkan Ketua Umum FPI ini kemungkinannya tidak akan hadir.

Surat pemanggilan terhadap KH Sobri Lubis dikeluarkan Ditreskrimum bertanggal 9 September 2019 di Jakarta. Sobri diminta hadir ke Unit I Subditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada hari Rabu (11/09/2019) pada pukul 10.00 WIB.

BACA JUGA  Menag Minta MUI Jadi Teladan Soal Kesejukan dan Toleransi

Dalam surat pemanggilan itu, Sobri diminta menjadi saksi terhadap dugaan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap, sebagaimana dimaksud dalam pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 KUHP juncto pasal 87 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (20) dan atau pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946, tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut surat panggilan itu, dugaan tindak pidana makar itu terjadi pada tanggal 17 April 2019 di jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat