... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Foto: Ilustrasi ngambek.

KIBLAT.NET – Risak-merisak dan asal main tuduh yang semula hanya dikenal di dunia politik dan kekuasaan, kini mulai merambah dunia perbukuan. Perhelatan Indonesian International Book Festival (IIBF) di Jakarta digaduhkan oleh Goenawan Mohammad yang memprotes keikutsertaan Ustadz Felix Siauw sebagai salah satu pembicara.

“Dalam acara Indonesian International Book Festival, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menghadirkan Felix Siauw, orang yg menentang asas NKRI. Acara itu dibiayai dana publik yg dikelola NKRI. Sebuah hipokrisi,” sebagaimana ia kicaukan di akunnya, @gm_gm.

Di IIBF, Ustadz Felix dijadwalkan membedah bukunya berjudul “Wanita Berkarir Surga”, pada Rabu, 4 September 2019. Sedangkan Goenawan Mohammad diundang sebagai pembicara dalam panel diskusi pada Jumat, 6 September 2019. Pria yang akrab disebut GM itu ngambek, lantas membatalkan kehadirannya.

Ketua Panitia IIBF, Djaja Subagdja menjelaskan, kehadiran Ustadz Felix dalam kapasitas sebagai pembicara dalam bedah buku karyanya sendiri. Isinya mengenai empat tokoh wanita di dunia, keempatnya adalah Fatimah putri Nabi Muhammad SAW, Maryam ibunda Nabi Isa, Siti Khadijah, dan Istri Firaun, tutur Djaja sebagaimana dikutip dari tempo.co.

Dalam akun Facebook-nya, Praktisi Perbukuan Nasional, Bambang Trimansyah berpendapat, “Felix Siauw hadir membedah bukunya, bukan membedah HTI atau khilafah, ya sah-sah saja dalam forum seperti IIBF.”

Menurutnya, jika dibenturkan mengapa IIBF yang sudah didanai pemerintah justru mengundang tokoh dari organisasi yang sudah dilarang pemerintah, mari kita cermati lebih dalam soal buku dan gagasan pemikiran di baliknya. “Buku harus disterilkan dari sikap politik dan mestinya ajang perbukuan adalah perjumpaan intelektualitas yang mendamaikan,” tulisnya.

BACA JUGA  BJ Habibie dan Kontribusi ICMI di Masa Orde Baru

Sikap ngambek GM ini terkesan kekanak-kanakan. Mungkin dalam benaknya, setiap kali tampil di publik Ustadz Felix hanya mempunyai satu propaganda: khilafah dan HTI. Dari situ kemudian ditambahi bumbu tuduhan anti-NKRI dan berbagai stigma basi lainnya.

Sayang, sepertinya GM masih asyik dengan utopia dan tuduhan yang kini peminatnya kian menyusut. Dari berbagai kegaduhan politik dan gangguan keamanan, di Papua misalnya, yang terjadi akhir-akhir ini, publik semakin pandai memilah mana fakta, mana pepesan kosong.

Sikap GM ini juga dapat membawa dampak negatif Indonesia di mata internasional. Sebagai catatan GM, sedianya diundang hadir bersama Jürgen Bosch, Direktur Frankfurt Book Festival. Pembatalan kehadiran dengan alasan yang sangat politis itu dapat mencoreng nama baik IKAPI selaku penyelenggara IIBF.

Di ujung kicauannya, GM juga menyindir soal hipokrisi yang sepertinya dialamatkan ke IKAPI selaku penyelenggara. Tuduhan itu seolah berbalik kepada dirinya sendiri. Sebut saja bagaimana ketika diskusi buku Irshad Manji yang diprotes FPI karena dianggap mengajarkan paham gay dan lesbian.

Dengan enteng, saat itu GM mengatakan, “Saya baca bukunya, tidak ada soal gay dan lesbian. Ini soal menafsirkannya saja. Tuduhan itu fitnah dan salah sangka,” sebagaimana dikutip detik.com.  Lalu bagaimana kemudian hari ini GM mengaitkan buku tentang wanita-wanita teladan dalam Islam dengan Khilafah, HTI dan barang asongan berupa anti-NKRI?

BACA JUGA  Akhir Nasib Penguasa Tiran

Seorang kawan menyampaikan dugaan mengapa GM jadi ngambek seperti itu. Dia tidak sampai hati mengaitkan GM dengan hipokrisi. “Dia sudah tua. Biasanya orang yang sudah tua akan kembali sifat kekanak-kanakannya,” kata teman saya. Setelah saya renungi, ada benarnya ucapan itu. Salah satu sifat kanak-kanak itu suka ngambek.

Penulis: Tony Ahmad, bekerja sebagai editor di sebuah penerbitan buku Islam.

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Berikut Kronologi Pembunuhan Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan

KIBLAT.NET, Cirebon – Muhammad Rozian (17), santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat meninggal...

Senin, 09/09/2019 12:26 0

Indonesia

Dituduh Radikal, Dikeluarkan dari Kampus, Mahasiswa Ini Malah Dibanjiri Tawaran Kerja

Ketika idealisme lebih bernilai ketimbang selembar ijazah.

Senin, 09/09/2019 11:46 0

Suriah

Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

Wartawan AFP yang berada di dekat lokasi juga melihat dua helikopter terbang di atas daerah itu.

Senin, 09/09/2019 11:11 0

Wilayah Lain

Korea Utara Dilanda Topan, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Topan Lingling, yang disebut Topan-13 di Korea Utara, menghantam negara bersenjata nuklir pimpinan Kim Jong Un itu pada Sabtu sore.

Senin, 09/09/2019 09:25 0

Malaysia

Pulangkan Warganya di Suriah, Malaysia Gandeng Intelijen Asing

Inspektur Jenderal Polisi Abdul Hamid Bador pada Ahad (08/09/2019), mengatakan bahwa kerja sama itu sedang berlangsung, meskipun polisi Malaysia menghadapi beberapa kendala.

Senin, 09/09/2019 09:09 0

Indonesia

Komitmen Satu Barisan, FUI Sulteng Gelar Pertemuan Koordinasi

"Kami tidak punya kepentingan apa-apa selain kepentingan hadirnya tatanan masyarakat yang lebih," terang Harun

Senin, 09/09/2019 09:03 0

Afrika

Uni Afrika Cabut Penangguhan Keanggotaan Sudan

"Mencabut penangguhan partisipasi #Sudan dalam kegiatan #Uni Afrika, sekarang #Sudan telah mendirikan Pemerintahan sipil," tulis akun tersebut.

Senin, 09/09/2019 08:50 0

Indonesia

Terungkap! Papua Barat Ikuti Turnamen Sepakbola Sebagai Negara

Mereka mempunyai dan mengenakan logo serta jersey kebanggan sendiri.

Sabtu, 07/09/2019 14:48 0

Malaysia

Malaysia Kirim Nota Diplomatik terkait Kebakaran Hutan di Sumatra-Kalimantan

Citra satelit dari sehari sebelumnya menunjukkan total 1.393 titik panas di Indonesia - 306 di Sumatra dan 1.087 di Kalimantan - dikombinasikan dengan 17 di Malaysia.

Sabtu, 07/09/2019 13:37 0

Afghanistan

Dituduh Anggota ISIS, Empat Bersaudara Afghan Dibunuh Agen CIA

Abdul Qadir Siddiq (30), Abdul Qadeer Bahar (28), Jehanzib Omar Zakhilwal (26) dan Saboor Zakhilwal (24) dipukuli dan kemudian ditembak mati di rumah mereka oleh para agen.

Sabtu, 07/09/2019 12:21 0

Close