Buat Disertasi Seks di Luar Nikah, DSKS Minta IAIN Surakarta Pecat Abdul Aziz

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) melakukan audiensi dengan pihak IAIN Surakarta terkait dengan disertasi seks di luar nikah oleh Abdul Aziz. Dalam kesempatan itu, Ketua DSKS Ustadz Muinudillah Basyri menegaskan bahwa Abdul Aziz salah dalam menafsirkan makda budak dalam Al-Quran.

“Salah memahami/menafsirkan makna budak di beberapa ayat dalam Al-Quran. Abdul Aziz memperluas makna budak dengan menjadi semua yang orang yang diikat oleh kontrak hubungan seksual,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (09/09/2019).

Ia juga menegaskan bahwa pengambilan referensi dalam disertasi tersebut bukan dari ahli agama (ulama), mengingat muhammad Syahrur berkompeten di bidang teknik. Selain itu, Ustadz Muin juga memaparkan bahwa disertasi tidak sesuai dengan UU Perkawinan no 1 tahun 1974.

“Disertasi yang membolehkan kumpul kebo, mut’ah dan mengarah pada perzinahan,” sambungnya.

Untuk, DSKS meminta kepada Rektor IAIN Surakarta agar membentuk Tim Khusus untuk membentengi penyebaran paham sesat di lingkungan IAIN Surakarta. Menurutnya, IAIN Surakarta harus membatasi gerak semua pihak yang diduga pelaku penebaran paham menyimpang yang bertentangan dengan ajaran islam dan Pancasila maupun aturan yang berlaku di NKRI.

Bahkan, DSKS juga menuntut agar kampus memberi sanksi tegas terhadap semua pihak di lingkunan IAIN Surakarta yang telah menyebarkan paham bertentangan dengan ajaran Islam yang telah meresahkan masyarakat. Termasuk memberhentikan tidak hormat kepada Abdul Aziz selaku dosen atas disertasi yang telah dinyatakan menyimpang oleh MUI Pusat.

BACA JUGA  PKS Konsisten Perjuangkan RUU Minuman Beralkohol

“Dan mengganti dengan Dosen yang kredibel dari sisi akademis dan mmempunyai kepekaan sosial serta memiliki tanggungjawab moral terhadap bangsa dan negara,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat