... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Malaysia Kirim Nota Diplomatik terkait Kebakaran Hutan di Sumatra-Kalimantan

Foto: Deputi Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Isnaraissah Munirah Majilis. (Foto: Bernama) Read more at https://www.channelnewsasia.com/news/asia/malaysia-indonesia-diplomatic-note-haze-forest-fires-sarawak-11880450

KIBLAT.NET, Sarawak – Malaysia akan mengirim nota diplomatik ke Indonesia untuk segera melakukan tindakan memadamkan kebakaran hutan di Indonesia. Hal ini karena kualitas udara semakin memburuk di beberapa bagian Sarawak.

Deputi Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Isnaraissah Munirah Majilis pada Jumat (06/09/2019), mengatakan bahwa citra satelit dari sehari sebelumnya menunjukkan total 1.393 titik panas di Indonesia – 306 di Sumatra dan 1.087 di Kalimantan – dikombinasikan dengan 17 di Malaysia.

“Kabut lintas batas adalah penyebab utama kabut asap menyelimuti negara,” katanya.

Isnaraissah, yang berbicara kepada wartawan setelah briefing tentang kabut asap di Departemen Lingkungan Sarawak, mengatakan nota diplomatik sedang disusun dan akan dikirim sesegera mungkin.

Dia menambahkan bahwa Malaysia belum menerima permintaan dari Indonesia untuk membantu memadamkan api.

Wakil menteri mencatat bahwa Komite Pengarah Menteri Sub-Regional untuk Polusi Asap Lintas Batas bertemu pada 6 Agustus. Negara-negara yang terlibat – Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura dan Thailand – telah berjanji untuk bekerja sama dalam mengatasi polusi kabut asap.

“Mudah-mudahan, dengan tindakan kami mengirimkan nota diplomatik dan kerja sama dari semua negara yang terlibat, situasinya dapat diatasi,” katanya seperti dikutip oleh The Star.

Menurut komite manajemen bencana negara, enam daerah di Sarawak mencatat udara tidak sehat pada pukul 9 pagi pada hari Jumat.

BACA JUGA  Pulangkan Warganya di Suriah, Malaysia Gandeng Intelijen Asing

Pembacaan Indeks Pencemar Udara (API) Sri Aman adalah 166, diikuti oleh Miri di 133, Kuching 125, Sibu 123, Samarahan 120 dan Sarikei 109. API antara 101 dan 200 pada umumnya dipandang berada dalam kisaran yang tidak sehat.

Isnaraissah mengatakan pihak berwenang akan menyelidiki titik api yang terdeteksi di negaranya.

Dia juga memperingatkan publik agar tidak melakukan pembakaran terbuka karena musim panas diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komunitas Yaman Indonesia Mengecam Aksi Penyerangan UEA Terhadap Yaman

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunitas Yaman di Indonesia merupakan komunitas yang mewadahi warga Negara Yaman yang...

Jum'at, 06/09/2019 19:38 0

Indonesia

Raker Dengan Kemenag, DPR Singgung Disertasi Seks Pranikah

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR-RI Musthafa Bakri menilai disertasi seks pranikah yang ditulis...

Jum'at, 06/09/2019 19:13 0

Indonesia

DPR Belum Setujui Usulan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

KIBLAT.NET, Jakarta  – Komisi IX DPR-RI menyatakan bahwa pihaknya belum menyutujui usulan pemerintah yang ingin...

Jum'at, 06/09/2019 19:02 0

Indonesia

Masalah Papua Bukan Hanya Urusan TNI-POLRI

Namun banyak kementrian serta lembaga negara yang harus turun tangan menangani Papua.

Jum'at, 06/09/2019 18:50 0

Indonesia

Mencari Akar Permasalahan Konflik Papua

Melihat kondisi Papua sama seperti memandangi rimbunnya hutan belantara yang menghiasi bumi paling Timur dari Indonesia itu.

Jum'at, 06/09/2019 18:06 0

Wawancara

[Wawancara] Disertasi Kontroversial Abdul Aziz Tidak Perlu Direvisi

Disertasi kontroversial Abdul Azis yang berjudul "Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital" dinilai tak perlu direvisi.

Jum'at, 06/09/2019 15:43 0

Indonesia

Pakar: Masyarakat Harus Berani Sebut OPM Langgar HAM

Pakar Pertahanan dan Diplomasi Dr Connie Rahakundini Bakrie menilai tindakan Organisasi Papua Merdeka bisa dikategorikan melanggar HAM.

Jum'at, 06/09/2019 15:21 0

Indonesia

Mardani: Saya Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Kasihan Rakyat Kecil

Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Jokowi untuk lebih mengedepankan kemaslahatan rakyat dalam mengelola BPJS

Jum'at, 06/09/2019 11:53 0

Indonesia

Saksi: Kader Muhammadiyah, Jamiatul Khair Tidak Ikut Demo 21-22 Mei

Kuasa Hukum Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei, Jamiatul Khoir dari MHH PP Muhammadiyah menghadirkan saksi meringankan

Jum'at, 06/09/2019 11:42 0

Indonesia

Cerita Karyawan Sarinah yang Ditangkap Karena Dituding Ikut Rusuh 21-22 Mei

Karyawan Gedung Sarinah ternyata juga tak luput dari penangkapan saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Jum'at, 06/09/2019 11:29 0

Close