... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dituduh Anggota ISIS, Empat Bersaudara Afghan Dibunuh Agen CIA

Foto: Abdul Qadir Siddiq, 30, Abdul Qadeer Bahar, 28, Jehanzib Omar Zakhilwal 26 dan Saboor Zakhilwal, 24, dipukuli dan kemudian ditembak mati di rumah mereka oleh pasukan CIA [Sumberk: Facebook]

KIBLAT.NET, Kabul – Pada upacara pemakaman empat pemuda di kota Jalalabad di Afghanistan, Siffatullah mengatakan tangannya gemetar ketika dia menguburkan jenazah.

“Saya bertemu mereka pada hari mereka terbunuh. Saya bersama mereka tiga jam sebelum kejadian,” katanya.

Siffatullah adalah paman dari empat bersaudara, yang tewas dalam serangan pada Rabu malam oleh Unit O2 agen mata-mata Direktorat Keamanan Nasional (NDS) yang dilatih dan didanai oleh CIA.

Abdul Qadir Siddiq (30), Abdul Qadeer Bahar (28), Jehanzib Omar Zakhilwal (26) dan Saboor Zakhilwal (24) dipukuli dan kemudian ditembak mati di rumah mereka oleh para agen.

Unit 02 mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang donatur Negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL atau ISIS) bersama tiga rekannya tewas dalam operasi itu, tetapi para pejabat kemudian mundur setelah kemarahan publik.

Teman-teman keempat bersaudara itu menolak klaim CIA, mereka tidak memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata. Mereka menambahkan bahwa dua saudara lelaki bekerja untuk pemerintah sementara dua lainnya menjalankan bisnis mereka sendiri.

“Mereka adalah orang-orang yang baik dan rendah hati, siapa pun yang mengenal mereka mencintai anak-anak itu. Mereka sangat sosial juga. Mereka peduli pada orang-orang dan juga memiliki selera humor yang baik,” kata Naqeeb Sakhizada, yang memiliki sebuah toko di area kejadian. Ia mengenal keempat bersaudara itu selama lebih dari 10 tahun.

BACA JUGA  Lagi, NATO Umumkan Tentara AS Tewas di Afghanistan

“Setiap pertemuan yang mereka hadiri, mereka biasa membuat semua orang tertawa dan senang dengan lelucon mereka. Bagaimana mereka bisa memiliki hubungan dengan Daesh [ISIL]? Itu bohong. Kita semua kaget dan kehilangan kepercayaan pada pemerintah dan keamanan kekuatan sekali lagi.”

Hamayun Umar, yang berteman dengan Saboor mengatakan dia tidak percaya temannya mati dan terkait dengan ISIL.

“Saboor adalah sahabat saya. Saya [telah] mengenalnya [selama] enam hingga tujuh tahun. Kami belajar di universitas yang sama. Saya adalah kapten tim kriket universitas kami dan ia berada di tim saya. Ia seorang pemain bowler cepat dan pemain yang sangat berbakat,” katanya.

“Ketika saya mendengar berita itu, saya merasa seperti tidak ada hati atau jiwa di tubuh saya. Saya tidak bisa bekerja atau kuliah, saya tidak bisa makan selama hampir 24 jam.”

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komunitas Yaman Indonesia Mengecam Aksi Penyerangan UEA Terhadap Yaman

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunitas Yaman di Indonesia merupakan komunitas yang mewadahi warga Negara Yaman yang...

Jum'at, 06/09/2019 19:38 0

Indonesia

Raker Dengan Kemenag, DPR Singgung Disertasi Seks Pranikah

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR-RI Musthafa Bakri menilai disertasi seks pranikah yang ditulis...

Jum'at, 06/09/2019 19:13 0

Indonesia

DPR Belum Setujui Usulan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

KIBLAT.NET, Jakarta  – Komisi IX DPR-RI menyatakan bahwa pihaknya belum menyutujui usulan pemerintah yang ingin...

Jum'at, 06/09/2019 19:02 0

Indonesia

Masalah Papua Bukan Hanya Urusan TNI-POLRI

Namun banyak kementrian serta lembaga negara yang harus turun tangan menangani Papua.

Jum'at, 06/09/2019 18:50 0

Indonesia

Mencari Akar Permasalahan Konflik Papua

Melihat kondisi Papua sama seperti memandangi rimbunnya hutan belantara yang menghiasi bumi paling Timur dari Indonesia itu.

Jum'at, 06/09/2019 18:06 0

Wawancara

[Wawancara] Disertasi Kontroversial Abdul Aziz Tidak Perlu Direvisi

Disertasi kontroversial Abdul Azis yang berjudul "Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital" dinilai tak perlu direvisi.

Jum'at, 06/09/2019 15:43 0

Indonesia

Pakar: Masyarakat Harus Berani Sebut OPM Langgar HAM

Pakar Pertahanan dan Diplomasi Dr Connie Rahakundini Bakrie menilai tindakan Organisasi Papua Merdeka bisa dikategorikan melanggar HAM.

Jum'at, 06/09/2019 15:21 0

Indonesia

Mardani: Saya Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Kasihan Rakyat Kecil

Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Jokowi untuk lebih mengedepankan kemaslahatan rakyat dalam mengelola BPJS

Jum'at, 06/09/2019 11:53 0

Indonesia

Saksi: Kader Muhammadiyah, Jamiatul Khair Tidak Ikut Demo 21-22 Mei

Kuasa Hukum Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei, Jamiatul Khoir dari MHH PP Muhammadiyah menghadirkan saksi meringankan

Jum'at, 06/09/2019 11:42 0

Indonesia

Cerita Karyawan Sarinah yang Ditangkap Karena Dituding Ikut Rusuh 21-22 Mei

Karyawan Gedung Sarinah ternyata juga tak luput dari penangkapan saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Jum'at, 06/09/2019 11:29 0

Close