... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

[Wawancara] Disertasi Kontroversial Abdul Aziz Tidak Perlu Direvisi

Foto: Dr. Tgk. M. Yusran Hadi, Lc., MA.

KIBLAT.NET – Disertasi kontroversial Abdul Azis, mahasiswa program doktor UIN Sunan Kalijaga Jogja yang berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital” yang dinilai banyak pihak memperbolehkan hubungan seksual tanpa nikah telah diluluskan oleh tim penguji.

Adapun tim penguji terdiri dari Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, PhD, sebagai ketua sidang sekaligus rektor UIN Sunan Kalijaga Jogja, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur sebagai sekretaris sidang, Prof. Dr. H. Khoiruddin, MA dan Dr. Phil. Sahiron, MA sebagai promotor, Prof. Dr. Euis Nurlailawati, MA, Dr. H. Agus Moh Najib, M.Ag, Dr. Samsul Hadi, M.Ag. Disertasi itu sendiri memperoleh nilai sangat memuaskan dalam sidang disertasi yang  digelar pada tanggal 28 Agustus 2019 di kampus UIN Sunan Kalijaga Jogja.

Dalam kesempatan kali ini Kiblat.net berkesempatan mewawancarai Dr. Tgk. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh yang juga dosen Fiqh & Ushul Fiqh Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Berikut wawancaranya dengan Kiblat.net, Jum’at (06/09/2019).

Bagaimana tanggapan anda terkait disertasi tersebut?

Terkait disertasi tersebut, saya perlu memberikan beberapa tanggapan:

Pertama, menolak dan mengecam disertasi tersebut. Pemikiran dalam disertasi ini telah menyimpang dari ajaran Islam dan membuat resah umat Islam sehingga menimbulkan penolakan dan kecaman keras dari umat Islam. Disertasi ini merupakan salah satu bukti dan contoh pemikiran liberal yang menyesatkan berkembang di UIN Sunan Kalijaga Jogja. Sepatutnya, disertasi yang ditulis oleh seorang muslim sesuai dengan Islam dan memperkuat keimanannya serta bermanfaat bagi agama dan umat Islam.

Kedua, menyayangkan dan menyesalkan pihak UIN Jogja, khususnya para promotor dan penguji disertasi yang telah meloloskan dan meluluskan disertasi ini, sejak awal ujian proposal sampai ujian sidang munaqasyah dengan nilai sangat memuaskan. Sepatutnya, disertasi (seperti, red.) ini ditolak sejak dari awal ujian proposal, karena tidak ilmiah dan menyimpang dari hukum Islam. Selain itu, membahayakan kehidupan rumah tangga dan merusak moral generasi bangsa. Ini level S3! Kok bisa diloloskan dan diluluskan disertasi yang ngawur dan tidak ilmiah seperti ini? Ada apa ini? Sangat mengherankan. Ini kesalahan dan tanggung jawab pihak UIN Jogja, khususnya para promotor dan penguji, yang telah meloloskan dan meluluskan doktor yang menghalalkan zina sehingga menjadi populer saat ini dengan sebutan “doktor zina”.

Ketiga, disertasi ini telah menyimpulkan bahwa hubungan seksual di luar nikah (non marital) adalah boleh dan tidak melanggar syariat, dengan dalih konsepsi milk al-yamin dalam Al-Qur’an dipakai untuk konteks zaman sekarang mengikuti konsep pemikiran tokoh liberal Syiria Muhammad Syahrur, dengan batasan tertentu yaitu dilakukan dengan suka sama suka, bukan sedarah, dewasa, dan dilakukan di tempat privat (bukan tempat umum). Kesimpulan ini bertentangan dengan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’. Maka pemikiran disertasi ini telah menyimpang dari Islam. Dengan kata lain, sesat dan menyesatkan.

BACA JUGA  Pasca Serangan di Ladang Minyak Aramco, AS Tawari Saudi Bantuan Keamanan

Anda menyebutkan nama Muhammad Syahrur, menurut anda sendiri apakah tulisan-tulisan Syahrur layak dijadikan rujukan?

Menjadikan Muhammad Syahrur sebagai rujukan dalam persoalan agama merupakan kesalahan besar dan kesesatan. Dia adalah seorang professor dalam bidang tehnik sipil asal Syiria yang belajar di Rusia, namun aktif menulis tentang keislaman meskipun ngawur dan menyimpang. Jadi keahliannya adalah bidang tehnik sipil, bukan agama. Terlebih lagi dia dikenal sebagai seorang tokoh liberal Syiria. Selain itu, dia juga terindikasi komunis (syuyu’i) dan atheis (mulhid). Sepatutnya jika seseorang berbicara mengenai agama, maka dia harus merujuk kepada ahlinya yaitu ulama. Belajar agama dari orang yang bukan ahlinya, maka akan terjerumus kepada kesesatan seperti yang disebutkan oleh Nabi SAW.

Apa efek negatif yang bisa ditimbulkan dari disertasi ini?

Disertasi ini telah membuka jalan kerusakan (mafsadah) yang besar yaitu zina dan kerusakan moral, karena telah melegalkan hubungan seksual di luar nikah (non marital). Tujuannya untuk menyalurkan nafsu seksual semata, bukan untuk memperoleh keturunan dan bertanggungjawab atau berkeluarga. Ini sama dengan kawin kontrak atau nikah mut’ah atau kumpul kebo. Padahal, semua itu perbuatan zina yang diharamkan dalam Islam berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’.

Di samping itu, membolehkan hubungan seksual tanpa ikatan nikah juga bertentangan dengan maqashid syariah dalam perintah menikah yaitu untuk memperoleh keturunan, mawaddah, dan rahmah, berkeluarga serta bertanggung jawab dengan memberikan nafkah kepada istri dan anak. Begitu pula bertentangan dengan maqashid syariah dalam larangan zina yaitu untuk menghilangkan berbagai mafsadah dan mudharat yang ditimbulkan akibat zina seperti merusak moral dan kehidupan rumah tangga, terjangkitnya penyakit kelamin, anak tanpa ayah, menzhalimi wanita, tidak mau menikah, berkurangnya jumlah manusia akibat tidak mau punya keturunan, dan lainnya.

Lalu seperti apa konsep milk al-yamin yang sebenarnya dalam Islam?

Konsep milk al-yamin atau kebolehan seseorang untuk melakukan hubungan seksual dengan budak wanitanya tanpa akad nikah dibolehkan pada awal Islam ketika perbudakan terjadi. Namun, konsep ini tidak bisa diberlakukan untuk saat ini karena tidak ada lagi perbudakan, kecuali perbudakan muncul lagi pada suatu saat yang dimulai oleh musuh-musuh Islam. Islam telah menghapuskan perbudakan. Begitu pula semua negara-negara saat ini telah meratifikasi penghapusan perbudakan. Maka memaksakan mencomot dalil dari Al-Quran tentang milk al-yamin untuk menjustifikasi bolehnya hubungan seksual di luar nikah adalah sebuah kecerobohan dan kebodohan serta kesesatan.

BACA JUGA  Terungkap! Papua Barat Ikuti Turnamen Sepakbola Sebagai Negara

Dalam perspektif hukum Islam sendiri, adakah konsekuensi atau  akibat dari “kecerobohan” semacam ini?

Keharaman zina itu sudah jelas dan qath’i berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’. Oleh karena itu, menghalalkan zina dengan sadar atau sengaja bisa mengakibatkan penulis disertasi serta orang-orang yang menyetujuinya serta meluluskannya yaitu para promotor dan penguji menjadi murtad atau kafir. Para ulama sepakat bahwa menghalalkan apa yang diharamkan oleh Al-Qur’an serta hadits shahih yang telah disepakati oleh para ulama atau sebaliknya maka hukumnya murtad.

Selain itu, persoalan ini telah mencoreng nama UIN, khususnya UIN Kalijaga Jogja sebagai institusi pendidikan Islam dan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. Maka pihak UIN Suka Jogja harus mengambil pelajaran dari kasus ini, agar ke depan tidak mengulanginya dan tidak membiarkan paham liberal berkembang di UIN Jogja. Begitu pula diharapkan kepada instusi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia lainnya agar dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kasus ini dan berhati-hati dalam mengambil metodologi dan konsep berpikir dari barat atau pengikut mereka.

Adakah pesan atau himbauan yang ingin anda sampaikan kepada penulis?

Saya secara pribadi meminta kepada penulis, promotor, dan para penguji disertasi ini untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT serta memohon maaf kepada umat Islam atas keresahan yang ditimbulkan akibat diluluskannya disertasi ini.

Kabar terkini, saudara Abdul Aziz telah meminta maaf dan akan merevisi disertasinya. Bagaimana tanggapan anda?

Saya meminta kepada pihak UIN Suka Jogja untuk membatalkan disertasi Abdul Azis dan mencabut kelulusannya atau gelar doktornya. Disertasi tersebut tidak perlu direvisi. Sesuai dengan kaidah Fiqh yaitu adh-dhararu yuzaal  atau kemudharatan itu harus dihilangkan. Jadi disertasi ini mesti dibatalkan, bukan meminta penulisnya untuk merevisi.

Terakhir, apa pesan anda untuk umat Islam di Indonesia secara umum?

Saya menghimbau kepada umat Islam untuk mewaspadai dan menolak pemikiran atau paham yang menyimpang dari Islam seperti paham liberal, komunis, syi’ah, dan paham-paham sesat lainnya. Selain itu, memperkuat pemahaman dan aqidah Islam yang benar yaitu aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para ulama salafush shalih yaitu para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, para imam mazhab ahlussunnah, termasuk para imam mazhab empat.

Reporter: Azzam
Editor: Rusydan

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pakar: Masyarakat Harus Berani Sebut OPM Langgar HAM

Pakar Pertahanan dan Diplomasi Dr Connie Rahakundini Bakrie menilai tindakan Organisasi Papua Merdeka bisa dikategorikan melanggar HAM.

Jum'at, 06/09/2019 15:21 0

Inggris

AS Minta Inggris Pulangkan Militan ISIS untuk Diadili

Menteri Pertahanan AS meminta pemerintah Inggris untuk memulangkan warganya yang bergabung dengan ISIS untuk diadili.

Jum'at, 06/09/2019 15:03 0

Indonesia

Mardani: Saya Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Kasihan Rakyat Kecil

Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Jokowi untuk lebih mengedepankan kemaslahatan rakyat dalam mengelola BPJS

Jum'at, 06/09/2019 11:53 0

Indonesia

Saksi: Kader Muhammadiyah, Jamiatul Khair Tidak Ikut Demo 21-22 Mei

Kuasa Hukum Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei, Jamiatul Khoir dari MHH PP Muhammadiyah menghadirkan saksi meringankan

Jum'at, 06/09/2019 11:42 0

Indonesia

Cerita Karyawan Sarinah yang Ditangkap Karena Dituding Ikut Rusuh 21-22 Mei

Karyawan Gedung Sarinah ternyata juga tak luput dari penangkapan saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Jum'at, 06/09/2019 11:29 0

Indonesia

Ditangkap Saat Rusuh 21-22 Mei, Kader Muhammadiyah: Suruh Buka Baju dan Perut Saya Dipukul

Khoir menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kerusuhan

Jum'at, 06/09/2019 11:11 0

Indonesia

Enam Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Dituntut 4 Bulan Kurungan

Enam terdakwa ricuh 21-22 Mei yang diadvokasi Badan Hukum Front (BHF) menjalani sidang tuntutan.

Jum'at, 06/09/2019 10:41 0

Timur Tengah

Aneh, Gadis Yordania Ini Kelaminnya Berubah dengan Sendirinya

Melalui pemeriksaan sonar, lanjut Zuraiqat, ditemukan bahwa anak tersebut tidak memiliki alat kelamin wanita atau bahkan ovarium (organ untuk menghasilkan sel telur)

Jum'at, 06/09/2019 10:40 0

Indonesia

JPU Tak Mampu Hadirkan Saksi di Sidang Ricuh 21-22 Mei

"Kami mempertanyakan kesungguhan jaksa dalam persidangan. Karena ini menyangkut nasib orang," tuturnya.

Jum'at, 06/09/2019 10:11 0

Afghanistan

Bom Taliban Sasar Konvoi Militer di Depan Markas NATO

Setidaknya tiga mobil Land Cruiser hancur, 12 penjajah dan 8 tentara intelijen Kabul tewas, menurut pernyataan Taliban.

Jum'at, 06/09/2019 08:58 0

Close